
Happy Reading
Selesai dari menjalankan tugas nya sebagai salah satu juri di acara ajang pencarian bakat di saluran televisi yang berada di bawah naungan One Entertainment, Illona langsung bergegas pulang. Ia pulang bersama Evan, mereka menuju butik karena Illona meninggalkan motor nya di butik. Tadi saat pergi ke One Entertainment Illona berangkat dari butik bersama Evan.
Butik Illona semakin berkembang karena banyak yang berminat dengan koleksi pakaian nya. Sekarang Illona sudah menambah karyawan lagi untuk di posisikan di bagian pramuniaga, karena butik nya sekarang buka sampai malam. Mereka akan bergantian menjalankan tugas.
Illona masuk ke dalam butik dengan menutup wajahnya, karena saat ini butik nya sedang ramai pengunjung. Ia tidak mau semua orang melihat nya dengan penampilan sebagai seorang Illona Smith.
Di dalam ruangan nya, Illona mengganti pakaian nya dengan pakaian biasa. Kemeja panjang dan rok panjang, make up nya sudah ia hapus dan sekarang ia sedang mengepang rambut nya menjadi dua bagian.
Evan masuk ke dalam ruangan Illona dan duduk di sofa dengan menyenderkan punggungnya. Evan memejamkan mata nya dengan kepala menongak ke atas.
" Ada apa? " Tanya Illona melihat Evan seperti nya sedang ada masalah
" Tadi ibu ku menelpon " Seru Evan tanpa membuka mata nya
" Lalu? " Tanya Illona
Evan membuka mata nya dan membenarkan posisi duduk nya. Sebelum berbicara Evan menghembuskan napas nya kasar.
" Dia meminta ku pulang dan " Evan menatap Illona, Illona menaikan sebelah alis nya dengan wajah meminta Evan melanjutkan ucapan nya
" Dan dia memaksa ku untuk menikah " Illona terkenal dan ia segera mendekati Evan dan duduk di samping Evan
" Bukan kah kamu masih muda dan belum siap untuk menikah? " Tanya Illona, yang ia tahu Evan belum ada keinginan untuk menikah
__ADS_1
Illona pernah mengajak Evan menikah namun Evan menolak dengan alasan belum siap yang sebenarnya alasan itu memang benar adanya. Evan memiliki kelainan yang tidak tertarik dengan lawan jenis, dengan bantuan Illona sedikit demi sedikit penyakit nya mulai sembuh. Ia mulai tertarik dengan lawan jenis setahun belakang ini.
Saat di nyatakan sembuh, dengan segera Illona kembali menyatakan cinta nya pada Evan dan langsung mengajak Evan menikah. Evan yang tahu seberapa besar rasa cinta dan ketulusan Illona pada nya tidak menerima nya begitu saja. Evan belum yakin akan kesembuhan nya, ia takut penyakit itu kembali lagi yang tentu nya hal itu akan menyakiti Illona dan juga ia belum yakin akan perasaan yang ia milik untuk Illona seperti apa. Sampai saat ini Evan sangat tahu jika Illona masih menaruh harapan pada nya. Namun rasa takut Evan yang membuat mereka tidak bisa bersama. Evan tidak mau melukai perasaan Illona terlalu dalam.
" Mau bagaimana lagi, ibu ku memaksa " Pasrah Evan
" Kalau begitu ayo kita menikah, kakek pasti akan senang mendengar nya. Ini yang dia mau dari ku kan, agar aku cepat menikah. Karena kita sama-sama di suruh cepat menikah maka ayo kita lakukan " Ajak Illona bersemangat
Illona sengaja mengulur waktu untuk menikah muda sebagaimana tradisi keluarga mereka. Ia masih menunggu Evan siap untuk menikahi nya. Dulu saat ia mengajak Evan menikah Evan beralasan usia nya masih muda dan belum siap menikah, Illona memaklumi alasan Evan. Mendengar kabar ini membuat Illona senang dan tidak mau membuang kesempatan.
Evan menggelengkan kepala nya membuat raut wajah Illona yang senang langsung bersedih.
" Kenapa? Bukan nya kamu di paska menikah, aku juga " Tanya Illona dengan mata yang muali berkaca-kaca
" Tidak semudah itu cinta. Ibu ku sudah mengatur calon istri untuk ku " Seru Evan
Evan menghela napas, ia menggenggam tangan Illona.
" Kau tahu kan jika aku belum siap untuk menikah? " Illona mengangguk " Perusahaan keluarga ku akan di wariskan pada ku jika aku sudah menikah. Ibu tidak mau jika perusahaan itu jatuh ke tangan anak dari istri selingkuhan ayah. Jadi ibu memaksa ku untuk menikah dan untuk memperkuat posisi ku, ibu menjodohkan ku dengan putri pengusaha yang sangat berpengaruh di sana " Jelas Evan panjang kali lebar
" Jika kekuasaan yang menjadi masalah nya, aku juga bisa membantu posisi mu. Apa kau lupa siapa orang tua ku? " Kekeh Illona
" Ya aku tahu itu. Tapi aku tetap tidak bisa menikah dengan mu, cinta " Illona menatap Evan nanar " Ibu ku hanya mau memiliki menantu dari negara nya " Bohong Evan, ibu nya tidak pernah menentukan berasal dari mana gadis yang akan di nikahi anak nya
Evan terpaksa berbohong agar Illona mau menyerah. Biarlah ia melihat Illona terluka sekarang dari pada ia harus melihat Illona terluka terus menerus nanti nya. Ia tidak mau egois, ia mau Illona bahagia dengan pria lain yang tidak seperti diri nya. Rasa takut nya sangat besar sehingga ia memilih membuat Illona kecewa sekarang.
__ADS_1
Evan tahu Illona masih berharap pada nya, maka dari itu untuk membuat Illona melupakan rasa cinta itu pada nya dan mencari pria lain Evan memilih berbohong. Jika ingin egois Evan bisa saja meminta Illona untuk menunggu nya sampai ia siap dan yakin, namun ia juga tidak tahu akan selama apa proses itu. Sedangkan kakek Gustav, kakek Illona sudah menginginkan Illona untuk segera menikah.
Air mata Illona meluncur dengan deras, Evan menarik Illona masuk ke dalam pelukannya. Hati Evan ikut sakit melihat Illona menangis.
Illona terisak dalam pelukan Evan, ia merasa penantian nya sia sia. Ia sudah menutup hati untuk pria lain yang selama ini mencoba masuk. Sudah beberapa kali Illona menjalan hubungan dengan pria lain, namun perasaan nya masih tetap terpaut pada Evan.
" Sudah kau jangan seperti ini, kamu itu gadis yang sangat cantik. Di luar sana banyak pria tampan yang menyukai mu " Hibur Evan, ia menangkup wajah Illona dengan ke dua telapak tangan nya yang besar
" Ya, tapi kamu tidak menyukai ku. Yang aku mau itu kamu, bukan yang lain nya " Ucap Illona dengan serak dan tercekat
" Siapa bilang aku tidak menyukai mu? Aku sangat menyukai mu. Jika aku tidak menyukai mu, sudah dari dulu aku menjauhi mu " Kata Evan " Justru karena aku sangat menyukai mu lah aku melakukan semua ini. Aku tidak mau kau terluka " Gumam Evan dalam hati
Evan mengusap kepala Illona dengan sayang dan tersenyum. Ia merapihkan anak rambut yang berantakan yang menutupi wajah Illona.
" Mulai sekarang kamu harus bisa membuka hati mu untuk pria lain yang ingin mencoba memasukinya "
" Aku tidak bisa " Serak Illona
" Bisa, kamu pasti bisa " Evan meyakinkan Illona
Sakit, itu yang di rasakan Evan. Tapi ia harus mengatakan itu, agar Illona membuka hati untuk pria lain.
bersambung....
✨✨✨
__ADS_1
minta like nya ya