
Happy Reading
Ke empat kakak tampan Illona sudah kembali ke negara mereka. Mereka hanya tinggal satu malam saja di sana karena masing-masing dari mereka memiliki pekerjaan yang wajib mereka kerjakan.
Entah sudah berapa kali kakak kakaknya membujuk dan merayu nya untuk pulang. Tapi Illona belum mau pulang dengan alasan kontrak kerja nya belum berakhir. Kontrak kerja nya akan berakhir satu bulan lagi dan ia berjanji akan pulang jika sudah tiba waktu nya.
Hari ini jadwal Illona syuting di acara ajang pencarian bakat. Ia datang bersama Sari sebagai asisten nya. Illona baru selesai memperbaiki make up nya di ruang make up.
Hari ini penampilan Illona sangat cantik, ia mengenakan dress berwarna cream muda, dress dengan panjang sebatas betis dan tanpa lengan. Heels berwarna putih sangat cantik di kaki jenjang nya. Rambut panjang nya di gerai begitu saja, make up tipis dan natural menambah kadar kecantikan nya berkali-kali lipat.
Ia tiba di studio berbarengan dengan juri yang lain nya. Karena acara juga belum di mulai dan para kru sedang mempersiapkan semua keperluan, menata tempat dan sebagai nya.
Mereka masuk sambil berbincang bincang, di dalam juga ternyata sudah ada Marcello yang sedang melihat persiapan acara. Ia hanya ingin memastikan kalau acara berjalan dengan sempurna.
Melihat CEO mereka ada di sana, mereka pun menyapa nya yang hanya di jawab dengan anggukan kecil saja dari Marcello tanpa berminat untuk bersuara.
Di belakang mereka Ivanka baru masuk dengan sangat percaya diri, di samping nya ada asisten nya yang membawa segala kebutuhan nya. Ivanka melihat Marcello ada di sana, senyum nya mengembang sempurna.
Dengan langkah cepat Ivanka mendekati Marcello dan dengan percaya diri nya ia menyapa Marcello dengan nada manja.
" Cello, kau juga ada di sini? Apa kau datang ke sini untuk bertemu dengan ku? " Tanya nya percaya diri
Marcello hanya diam tak memperdulikan Ivanka, ia tetap fokus memperhatikan karyawan nya bekerja tanpa mengganggu mereka bekerja.
" Cello sayang, ayo kita cari tempat duduk. Kau pasti merindukan ku, sampai sampai kau rela datang kemari hanya untuk bertemu dengan ku " Ivanka berbicara lembut membuat semua yang mendengar merinding
Wanita arogan dan sombong itu, berbicara sok lembut di hadapan CEO mereka. Ivanka meraih tangan Marcello hendak mengajak Marcello pergi mencari tempat duduk, namun Marcello langsung menepis tanya nya.
Illona dan para juri yang lain nya masih berdiri tidak jauh dari mereka karena mendengar suara Ivanka yang menyapa manja Marcello. Mereka semua melihat adegan itu.
" Sayang ada apa? " Tanya Ivanka dengan wajah sok polos nya
__ADS_1
" Jaga batasan anda dan menjauh lah dari hadapan saya " Seru Marcello dengan bahasa formal dan menatap Ivanka dengan wajah datar
" Sayang " Lirih Ivanka dan hendak meraih tangan Marcello lagi
" Jangan panggil saya sayang karena saya bukan kekasih anda " Marcello menjauh dari Ivanka
Illona tersenyum tipis, ingin tertawa tapi tak enak hati dan pada akhirnya nya ia hanya bisa tertawa di dalam hati. Sedangkan yang lain sudah tertawa lepas melihat Ivanka yang di tolak mentah-mentah. Mereka pun kembali berjalan menuju kursi juri yang sudah di siapkan, mengambil duduk di kursi masing-masing.
" Apa liat liat " Galak Ivanka pada kru yang melihat nya dengan menahan tawa
Ivanka masih dengan sombongnya berjalan penuh percaya diri menuju kursi nya. Ia duduk di samping Illona dan tak lupa menyapa Illona dengan sangat ramah.
" Hai, apa kabar nya? " Ivanka tersenyum tulus
" Baik " Jawab Illona dan juga membalas senyum Ivanka.
Lebih tepat nya ia tersenyum tak habis pikir bagaimana ada orang seperti Ivanka yang tidak tahu malu nya. Sudah di tolak di depan banyak orang tapi ia masih bisa santai seperti tidak terjadi apa apa. Jika ia yang ada di posisi itu pasti ia sudah malu setengah mati dan tidak akan menunjukkan wajah di depan banyak orang.
" Apa kau baik baik saja? " Tanya Illona penuh perhatian
" Ah masalah tadi tidak usah terlalu di pikir kan, dia seperti itu karena kami sedang ada masalah kecil. Bisa lah hubungan sepasang kekasih memang sering ada pertengkaran pertengkaran kecil. Tapi jangan risau sebentar lagi juga kamu sudah baikan. Aku sangat tahu Marcello seperti apa, dia itu sangat mencintai ku. Mana tahan dia berlama-lama marah pada ku " Papar nya tersenyum percaya diri
" Oh seperti itu " Illona mengangguk angguk kepala
Ivanka terus saja berceloteh sok akrab dengan Illona, ia terus saja mendongeng mengatakan jika ia dan Marcello saling mencintai dan akan segera menikah. Marcello yang sangat mencintai nya. Dan ia juga mengatakan jika ia sangat ngefans dengan Illona.
Illona sendiri dengan malas malasan mendengar dongeng Ivanka. Sesekali ia sibuk dengan ponsel nya berbalas pesan dengan Marcello. Marcello yang perhatian tanpa bosan selalu bertanya dengan kabar nya, sedang apa, di mana, sudah makan belum dan perhatian lain nya.
Illona juga bertanya dengan hal yang sama. Dengan jujur Marcello mengatakan semua kegiatan nya. Ia juga mengatakan kejadian tadi, di mana ia bertemu dengan Ivanka. Tentu Illona juga tahu itu karena ia juga melihat nya. Tak ada kebohongan, tak ada yang di tambah atau di kurang. Marcello mengatakan semua nya seperti apa yang Illona lihat.
Illona sengaja mancing Marcello dengan menanyakan apakah ia masih mencintai Ivanka dan akan menikahi wanita itu seperti apa yang Ivanka katakan pada nya tadi.
__ADS_1
Illona sudah tahu hubungan Marcello dan Ivanka. Itu semua Marcello sendiri yang menceritakan nya tanpa Illona minta. Marcello mengatakan jika ia tidak memiliki perasaan apa pun lagi pada Ivanka.
Me
Apa kamu masih mencintai nya? Dan akan menikah dengan nya?
Marcello
Tidak ada lagi rasa itu di hati ku untuk nya. Jadi mana mungkin aku menikah dengan nya
Me
Tapi seperti nya dia masih sangat mencintai mu.
Marcello
Tapi aku mencintaimu. Bagaimana dong?
Me
Hahaha kau bisa saja
Marcello
Aku serius. Bagaimana kalau nanti malam kita kencan?
Me
Siapa takut 😉
bersambung.....
__ADS_1
❄❄❄
minta like nya ya