Pura-pura Cupu

Pura-pura Cupu
temui keluarga ku


__ADS_3

Happy Reading


Sore itu Illona sedang berbaring di atas tempat tidur nya, ia menatap langit-langit kamar nya yang nampak cantik dengan berbagai hiasan gantung di sana. Illona teringat akan janji nya pada kakek Gustav di mana ia akan menerima tawaran kakek Gustav mengenai masalah perjodohan jika ia sudah kembali dan belum mendapatkan kekasih.


Illona tidak mau di jodohkan oleh kakek Gustav, tapi ia harus menepati janji. Tidak mungkin ia mengingkari janji yang sudah ia ucapkan. Karena saat ini ia belum memiliki kekasih jadi mau tidak mau ia harus menerima jodoh pilihan kakek Gustav.


Dalam baring nya, Illona nampak gelisah. Ia membolak-balikan tubuh nya ke kiri dan ke kanan. Mengigit kecil kuku jari tangan nya, memejamkan mata dan kembali membuka mata dengan cepat.


" Aaaaaakkh "


Illona bangkit dari baring nya dan menghentak hentakkan kaki dan tangan nya di atas kasur. Rambut nya sudah berantakan tak karuan. Sesaat ia terdiam dan teringat akan satu nama.


" Cello " Gumam nya


Ya, Marcello yang bisa menyelamatkan nya dari perjodohan yang tidak ia inginkan. Illona ingat Marcello pernah menyatakan cinta nya, namun saat itu Illona belum menjawab karena ia masih ragu dengan perasaan hati nya sendiri.


Seperti nya sekarang ia harus menghubungi pria tampan itu. Illona akan meminta Marcello untuk membatalkan rencana kakek Gustav. Ia juga sudah menyakinkan perasaan nya, perasaan apa yang ia miliki untuk Marcello.


Illona mengambil ponsel nya di atas nakas, ia menghubungi Sari untuk mengirimkan nomor Marcello yang ada di ponsel nya yang tertinggal di butik saat itu. Setelah mendapatkan nomor Marcello, Illona langsung saja menghubungi nya.


Pada panggilan pertama tidak ada respon, namun panggilan ke dua baru ada respon. Setelah tersambung Illona langsung saja menyapa.


" Halo "


Hening tak ada respon


" Halo " Kembali Illona bersuara, ia melihat layar ponsel nya. Ia melihat benar-benar nomor itu, takut salah. Kembali ia meletakkan ponsel itu di telinga kiri nya dan kembali menyapa dengan menyebut nama nya.


" Halo Cello. Ini aku, Lona "


" Ya, Lona. Bagaimana keadaan mu? " Tanya Marcello membuat Illona lega ternyata benar itu Marcello dan Marcello langsung menanyakan kabar nya.

__ADS_1


" Aku baik. Kau sendiri? " Illona menjawab dengan tersenyum dan tak lupa menanyakan kabar Marcello di sana


" Ya, aku juga baik "


Setelah mendengar kabar baik dari Marcello, Illona langsung saja menyampaikan maksud.


" Cello, ada yang ingin aku tanya kan pada mu " Sesaat tidak ada suara Marcello membuat Illona mengigit kecil bibir bawah nya.


" Katakan saja apa yang ingin kau tanya kan " Seru Marcello


" Itu, tenang pernyataan perasaan mu " Ada sedikit debaran dalam dadaa Illona kala ia mengatakan itu " Apa... Apa itu masih berlaku? " Tanya Illona dengan terbata, entah mengapa ia bisa seperti ini. Padahal ia tidak pernah merasa gugup dan malu bersamaan berhadapan dengan seorang pria seperti ini. Bahkan dulu saat mengejar cinta Evan, ia tidak seperti ini. Ia gadis yang tidak tahu malu, selalu menempel pada Evan.


" Cello " Panggil Illona karena tidak ada jawaban


" Ya "


" Bagaimana? Apa kau.. " Pertanyaan Illona terpotong oleh Marcello


" Apa kau serius? "


" Ya "


" Kalau begitu temui keluarga ku secepat nya "


" Apa? " Terdengar jelas jika Marcello terkejut dengan permintaan Illona


" Jika kamu memang serius, datang lah kemari. Jika tidak maka kita tidak akan bisa bersama " Jelas Illona


" Baik lah "


Illona memberi alamat nya di Paris, ia juga menjelaskan sedikit tetang siapa dia. Illona juga meminta maaf karena tidak mengatakan secara langsung.

__ADS_1


Awalnya Marcello marah karena ia merasa sudah di bohongi. Namun Illona terus berusaha menjelaskan kenapa ia sampai merubah penampilan dan identitas nya. Viona juga ikut membantu Illona untuk menjelaskan pada Marcello. Setelah berpikir dengan kepala dingin akhirnya Marcello bisa mengerti dan tidak membesarkan masalah lagi walaupun rasa kecewa itu masih ada.


" Kau menipu ku? "


" Tidak, tidak seperti itu, Cello "


" Lalu seperti apa? " Tanya Marcello dengan suara rendah menekan


" Aku tidak bermaksud menipu mu atau siapa pun itu, aku hanya ingin mencari teman yang tulus. Yang mau berteman dengan ku tanpa memandang siapa aku sebenarnya, itu saja " Jelas Illona kala itu


" Jadi kau menganggap aku sama seperti mereka? " Tanya Marcello, seperti nya Marcello lupa jika dulu ia juga tidak menyukai Illona gara-gara gadis itu cupu. Entah bagaimana pria itu bisa berubah dan menjilat ludah nya sendiri.


" Apa kau lupa, dulu juga kau suka menghina ku " Ketus Illona menyindir


"...... " Marcello terdiam tak mampu lagi berkata-kata


Setelah terjadi adu debat dan mengakhiri panggilan telpon Marcello mencari tahu tentang Illona di internet. Walaupun ia tahu siapa itu Illona Smith tetapi ia tidak tahu secara detail. Ia hanya tahu jika Illona Smith adalah top Model yang banyak di lirik oleh perusahaan perusahaan untuk menaiki rangking perusahaan.


Marcello tiba di Bandar Udara Charles de Gaulle Paris pada sore hari. Ia datang atas permintaan Illona. Walaupun ia masih sedikit kecewa namun ia tetap datang. Namun sebenarnya bukan hanya kecewa, Marcello juga merasa malu dan menyesal secara bersamaan. Malu pada diri sendiri karena ternyata Illona yang ia anggap sebagai gadis cupu ternyata seorang yang sangat luar biasa. Menyesal karena pernah menghina dan berbuat buruk pada gadis itu.


Marcello datang sendiri tanpa di dampingi oleh asisten nya karena ini bukan perjalanan dinas. Semua pekerjaan nya, ia serahkan pada asisten nya Tara. Marcello juga belum memberi tahu pada Illona jika ia sudah sampai di Paris


Dari bandara Marcello langsung menuju apartemen nya. Marcello memang memiliki apartemen di sana, karena ia sering datang ke sana untuk mengurusi bisnis kakek Janshen. Kakek Janshen juga memiliki hotel di sana.


Tidak butuh waktu lama untuk Marcello sampai di apartemen nya. Tiba di apartemen Marcello meminta sang sopir untuk segera pulang karena ia tidak akan kemana-mana setelah ini dan ia meminta sangat sopir untuk datang menjemput nya besok. Ya, Marcello meminta salah satu sopir hotel milik kakek nya untuk menjemput nya tadi di bandara dan meminta sopir itu untuk menemani nya selama berada di sana.


bersambung...


❄❄❄


minta like nya ya

__ADS_1


__ADS_2