Pura-pura Cupu

Pura-pura Cupu
mencari kesempatan


__ADS_3

Happy Reading


Di ruangan nya Illona sedang melepas atribut nya sebagai Lona si gadis cupu. Serangkaian alat tempur kecantikan sudah mulai di aplikasikan ke wajah nya.


Tok


Tok


Tok


Terdengar suara ketukan pintu dari luar. Illona mempersilahkan yang di luar untuk masuk. Illona tak mempermasalahkan jika nanti karyawan nya tahu siapa diri nya. Dan Illona juga yakin jika yang mengetuk pintu ruangan nya itu adalah Sari, manajer butik nya. Karena karyawan lain tidak pernah masuk ke dalam ruangan nya, jika mereka ada perlu mereka akan terlebih dahulu berbicara pada Sari. Dan Sari lah yang akan menyampaikan nya pada Illona atau Evan.


Sari membuka pintu dan masuk ke dalam. Di sana masih ada nyonya Sarah dan Emma. Sari membungkuk kecil memberi hormat pada pemilik butik yang sedang duduk di sofa. Sari beralih pada kursi Illona, Sari menelan kata kata nya yang hampir lolos dari mulut nya.


" Bu.. Bu Lona? " Seru nya dengan wajah terkejut " Apa benar ini bu Lona? " Tanya nya lagi dengan polos


" Tapi kenapa wajah ibu mirip model Illona Smith? " Tanya nya lagi


Walaupun Sari belum pernah melihat wajah asli Illona Smith, tapi ia hafal dengan wajah itu. Karena setiap hari ia melihat wajah Illona Smith di banner yang ada di dalam butik.


Illona masih diam tak menjawab pertanyaan Sari. Illona hampir selesai dengan make up nya. Melihat Sari yang masih bediri di depan nya dan terdiam dengan pemikiran nya sendiri membuat Illona beralih dari alat make up ke Sari, sang manajer.


" Ada apa Sari? Ada masalah apa? " Suara Illona menyadarkan Sari


" Hah, benar. Suara ini milik ibu Lona. Tapi wajah nya milik model Illona Smith " Seru Sari polos


" Sari, ada apa? Tanya Illona lagi dengan wajah datar, ia kesal karena Sari tidak juga mengatakan tujuan nya datang ke sana untuk apa.

__ADS_1


" Maaf Bu " Ucap nya seraya meminta maaf


" Sari dari pada kamu hanya bengong saja, lebih baik kamu bantu saya mengenakan gaun itu " Tunjuk Illona pada gaun yang ada di badan manekin


Sari melihat ke arah yang Illona tunjukkan kemudian ia segera mengiyakan dan melepaskan gaun itu dengan hati hati.


Illona selesai dengan riasan nya, dengan di bantu oleh Sari, Illona mengenakan gaun nya. Gaun itu sangat pas di tubuh nya. Sari masih tak percaya dengan apa yang ia lihat sekarang. Ia melihat Illona tak berkedip, ia tak menyangka jika gadis cupu yang mereka kenal ternyata seorang model terkenal dan sangat cantik.


" Aku masih tak percaya jika, bu Lona dan model Illona Smith itu adalah orang yang sama " Seru Sari di sela sela merapihkan gaun yang Illona kenakan


" Ya sudah jika kamu tak mempercayai apa yang kamu lihat di depan mata mu. Lona dan Illona sama saja, orang yang sama" Seru Illona menjawab ucapan Sari yang masih tak menyangka


" Lona, Illona? Illona, Lona? Il.. Lona... Ahhh iya kenapa aku lola sekali ya? " Gumam Sari menimang nimang nama Illona dan ia di akhiri dengan meremehkan kepintaran nya sendiri.


Setelah selesai menggenakan gaun itu dengan sempurna di tubuh Illona. Hairstylist nya pun datang dan memasuki ruangan Illona. Illona meminta Sari untuk ke luar, untuk meng-handle persiapan di bawah.


" Astaga, kau sangat luar biasa Lona sayang " Puji Alexa atua Alex


" Aku memang luar biasa kak " Timpal Illona dengan sifat nya yang selalu percaya diri


" Ya, aku akui. Kamu memang selalu luar biasa. Aku selalu puas jika mendandani mu. Apa lagi kepercayaan diri mu itu, aku suka itu " Seru Alexa dengan wajah malas


Illona menatap penampilan nya di depan cermin. Ia tak perduli dengan sindiran Alexa. Semua orang juga tahu jika ia orang yang penuh dengan kepercayaan diri sehingga ia di pandang sombong.


------------------------


Di ruang kerja nya Marcello sedang fokus memeriksa berkas. Asisten Tara masuk ke dalam ruangan setelah meminta dan mendapatkan izin masuk.

__ADS_1


" Tuan, hanya untuk sekedar mengingatkan. Bahwa nanti jam setengah sembilan ada undangan dari butik ILO'S Fashion. Apa anda akan hadir? " Asisten Tara mengingatkan Marcello jika mereka ada undangan peresmian pembukaan butik dan ia juga menanyakan apakah Marcello akan hadir atau tidak.


" ILO'S Fashion? " Tanya Marcello, ia meletakkan lembaran kertas yang sedang ia baca.


Marcello mengingatkan nama itu, ia seperti tidak asing dengan nama itu. Sesaat kemudian Marcello ingat dengan nama butik itu.


" ILO'S Fashion, bukan ini butik yang ada di Paris ya? " Marcello melihat asistennya, dan asisten Tara mengangguk membenarkan


" Hmm, apa aku perlu hadir? " Tanya Marcello


Marcello memang tidak suka hadir di acara seperti ini, biasanya ia kan menyuruh asisten Tara yang datang untuk mewakili nya.


" Ya, sebaik nya tuan datang. Karena kita bisa mendekati pemilik butik dan mengajukan kerja sama. Yang saya dengar pemilik butik ILO'S juga hadir di sana " Seru Tara


" Maksud kamu kita sekalian mengajukan kerja sama gitu? " Tanya Marcello


" Ya benar tuan. Saya rasa dengan bekerja sama dengan butik ILO'S kita bisa saling menguntungkan. Kita bisa mendapatkan sponsor gaun untuk para model dan untuk butik ILO'S sendiri ini bisa menjadi promosi untuk butik mereka " Jelas asisten Tara


Asisten Tara ini memang benar-benar bisa membaca situasi dan mengambil kesempatan. Marcello sangat tahu butik ILO'S Fashion ini sangat terkenal dan kwalitas produk yang di keluarkan sangat baik. Dulu ia sering menemani sang ibu ke butik itu saat mereka berkunjung ke sana. Jadi Marcello sangat tahu mengenai butik ILO'S Fashion.


Marcello melihat jam yang ada di pergelangan tangan nya " Baik lah kalau begitu, aku akan datang. Sekarang kamu siap kan mobil " Seru Marcello, karena sekarang sudah hampir jam setengah sembilan jadi ia meminta asisten Tara segera menyiapkan mobil


" Baik " Seru Tara dan kemudian asisten Tara meninggalkan ruangan Marcello


Masih ada sedikit waktu untuk Marcello memeriksa kembali berkas yang tadi sempat ia baca. Ia pun kembali mengambil lembaran kertas itu dan membaca nya dengan teliti sebelum ia benar-benar menandatangani berkas itu.


✨✨✨

__ADS_1


minta like nya ya


__ADS_2