Pura-pura Cupu

Pura-pura Cupu
siapa Lona?


__ADS_3

Happy Reading


Setelah mendapat kabar mengenai kecelakaan Illona, Viona terdiam mematung di samping Riki dengan keterkejutan nya. Ia sangat khawatir dengan keadaan Illona. Tiba-tiba ia teringat dengan para bodyguard Illona yang malang, ia pun menelan ludah nya dengan susah payah. Apakah ia juga akan bernasib sama seperti para bodyguard itu? Pikiran Viona sudah melayang kemana-mana.


Sebelum ke empat kakak tampan Illona pulang ke negara mereka, mereka sempat menitipkan Illona pada nya. Meminta Viona untuk menjaga adik kesayangan mereka itu dengan segenap jiwa. Dan Viona menerima amanat itu dengan senang hati tanpa berpikir panjang.


Ahh iya di mana para bodyguard itu, Viona harus mencari mereka untuk bertanya di mana Illona berada. Mereka semua pasti tahu, pikir Viona. Viona beranjak dari duduk nya hendak pergi.


" Kamu mau kemana, honey? " Tanya Riki yang melihat Viona sudah bersiap akan pergi


" Aku mau mencari mereka " Viona berucap tanpa melihat Riki


" Mereka? Siapa? " Tanya Riki bingung


" Para bodyguard itu "


" Bodyguard? " Ulang Riki dan Marcello bersama


Melihat kekasih nya dan bos nya kebingungan, Viona pun kembali duduk dan menatap mereka berdua.


" Ya bodyguard, bodyguard nya Lona " Seru Viona


" Lona punya bodyguard? " Tanya Riki tak percaya


" Punya " Viona mengangguk " Dia punya banyak bodyguard di sekeliling nya " Lanjut Viona


" Tapi aku tidak pernah melihat ada pria berjas atau pun berpakaian serba hitam berada di sekitar Lona selama ini " Riki mengingat-ingat


" Ya karena mereka tidak berpakaian seperti itu, mereka tidak mau terlihat mencolok " Viona menatap Riki dan Marcello bergantian " Mereka selalu ada di mana pun Lona berada. Mereka berbaur dengan orang orang sekitar, jadi tidak ada yang tahu jika mereka sebenarnya adalah bodyguard " Jelas Viona lagi

__ADS_1


" Ada berapa? " Tanya Riki mengarah pada jumlah bodyguard itu


" Awal nya ada empat " Viona mengangkat empat jari nya di depan wajah nya menghadap Riki, kemudian ia melanjutkan " Setelah kejadian di puncak kemarin, bodyguard Lona bertambah dua kali lipat "


" Kenapa Lona bisa punya bodyguard? Siapa dia sebenar nya? " Tanya Marcello penasaran


" Ck, kau belum tahu siapa Lona? " Marcello menggeleng " Jadi dia belum memberi tahu mu? " Tanya Viona dan Marcello kembali menggeleng


Viona diam, menimbang apa tidak masalah jika ia yang memberitahukan Marcello siapa Illona sebenar nya? Tapi ia takut lancang karena telah mendahului sang pemilik rahasia. Dan takut akan membuat hubungan mereka menjadi bermasalah.


Akhirnya Viona menceritakan kedatangan kakak kakak tampan Illona. Bagaimana mereka bisa datang ke sini, apa tujuan mereka datang, bagaimana mereka memperlakukan Illona. Semua di ceritakan Viona.


Viona juga menceritakan, nasib malang para bodyguard itu yang lalai dalam menjaga Illona. Sehingga sekarang jumlah bodyguard Illona bertambah banyak. Viona juga tidak lupa menyampaikan bagaimana ia bertanya-tanya tentang seberapa kaya nya keluarga Illona.


Hanya sebatas itu yang Viona ceritakan tanpa mengatakan siapa ke empat kakak Illona. Tapi hanya dengan menceritakan itu saja sudah memberi gambaran pada Marcello siapa Illona.


Setelah bercerita Viona mengajak Marcello dan Riki untuk mencari para bodyguard Illona. Mereka mendatangi butik ILO'S untuk bertanya pada Sari apakah dia melihat para bodyguard itu. Sayang nya Sari juga tidak tahu, karena setelah kecelakaan itu semua sibuk dengan kepanikan masing-masing dan ia juga tidak melihat ada bodyguard Illona di sana. Sari mengatakan jika kecelakaan itu terjadi di jalan depan butik.


Marcello, Viona, dan Riki memutuskan untuk mendatangi rumah sakit itu langsung. Siapa tahu mereka menemukan Illona di sana. Sari pun ikut mereka karena ia juga ingin mengetahui keadaan Illona.


Sesampainya mereka di rumah sakit terdekat yang mereka yakini jika Illona berada di sana, mereka menuju meja resepsionis untuk bertanya. Tapi jawaban mereka sama tidak ada pasien yang bernama Lona ataupun Illona.


Dengan lesu mereka pun meninggalkan resepsionis itu setelah mengucapkan terimakasih. Ketika mereka hendak pergi, Sari melihat pria yang sangat familiar di mata nya. Pria itu sedang berjalan dengan langkah lebar melewati lorong rumah sakit.


" Itu, bukan nya itu orang nya bu Lona " Tunjuk Sari pada pria yang semakin menjauh


Viona, Riki dan Marcello melihat ke arah yang di tunjuk oleh Sari. Viona mempertajam penglihatan nya hanya untuk melihat pria itu.


" Ah iya kau benar itu salah satu bodyguard Lona. Ayo kita kejar dia, jangan sampai kita kehilangan jejak " Ajak Viona " Berarti Illona ada di sini " Tambah nya lagi

__ADS_1


Mereka pun setengah berlari untuk mengejar pria itu takut kehilangan jejak. Sampai pria itu berhenti di sebuah pintu ruangan VIP. Tangan nya sudah berada di handel pintu siap untuk membuka. Namun gerakan nya terhenti karena ada seseorang yang memanggil nya.


" Tuan, tunggu " Teriak Sari dengan napas ngos-ngosan karena lelah mengejar langkah kaki pria itu yang sangat cepat.


Pria bertubuh kekar itu membalik tubuh nya untuk melihat siapa yang sudah menghentikan nya.


" Nona Sari, kamu ada di sini " Pria itu melihat Sari kemudian ia melihat Viona, Riki dan Marcello dengan wajah datar


" Ya, aku dan yang lain ingin menemui bu Lona. Bagaimana keadaan nya? Tidak ada yang mengkhawatirkan kan? " Sari menyampaikan tujuan nya datang ke sana dan ia tidak mempermasalahkan wajah datar pria itu yang terkesan tidak bersahabat. Karena Sari sudah terbiasa melihat wajah wajah datar para bodyguard Illona.


" Ya, nona Lona baik baik saja " Seru nya


" Syukur lah kalau begitu " Viona bernapas lega


" Apa boleh kami melihat nya? " Tanya Marcello yang sudah tidak sabar untuk melihat Illona


" Tidak bisa "


" Kenapa? Bukan nya dia baik baik saja? Kami hanya ingin melihat keadaan nya saja " Sela Riki, ia sangat tidak suka dengan pria di depan nya itu karena tidak ramah sama sekali. Mereka hanya ingin bertemu Illona sebentar saja, tapi malah tidak di izinkan.


" Karena nona Lona tidak ada di sini " Jawab pria itu masih dengan wajah datar nya


" Jika dia tidak ada di sini, terus dia ada dimana? Kenapa kau ada di sini? Dan siapa yang ada di dalam sana? " Tunjuk Riki ke dalam ruangan.


Saat Riki menunjuk pintu ruangan itu, sedetik kemudian pintu itu terbuka. Membuat pria bertubuh kekar itu menelan kembali kata kata nya. Seorang pria bule tampan bertubuh tinggi berisi ke luar dari sana. Semua mata tertuju pada nya.


bersambung....


❄❄❄

__ADS_1


minta like nya ya


__ADS_2