Pura-pura Cupu

Pura-pura Cupu
ungkapan isi hati


__ADS_3

Happy Reading


Meski keadaan nya belum benar-benar sembuh, Illona tetap pergi ke butik untuk mengurus pekerjaan nya. Illona duduk di kursi dengan tangan sibuk bermain di atas kertas putih yang sekarang sudah terlihat sketsa sebuah gaun.


Tok


Tok


Tok


Suara ketukan pintu dari luar tak membuat Illona menghentikan kegiatan nya. Hanya suara nya saja yang keluar, memerintah kan orang di luar sana untuk masuk.


Ceklek


Suara pintu terbuka, seorang gadis masuk ke dalam dan sekarang ia sudah berdiri di hadapan Illona.


Illona menghentikan gerakan tangan nya dan beralih menatap orang yang berdiri di hadapan nya.


" Ada apa Sari? " Tanya nya


" Ini saya ingin menyerahkan apa yang ibu minta " Sari menyerahkan amplop berwarna coklat pada Illona


Illona menerima amplop itu dan mengeluarkan isi nya. Ia membaca informasi yang di dapat oleh Sari. Ternyata pekerjaan Sari bagus juga, Illona tersenyum puas. Informasi ini sudah lama Sari dapat kan hanya saja ia baru menyerahkan nya sekarang karena Illona yang baru masuk bekerja hari ini.


" Kau hubungi dia dan minta dia datang ke sini sekarang " Pinta Illona dan langsung di kerjakan oleh Sari


Sari mengeluarkan ponsel nya dan menghubungi nomor yang ada di atas kertas informasi yang ia dapat kan. Sari meminta orang yang ia hubungi untuk datang ke butik sesuai perintah Illona, ia juga memberikan alamat butik pada orang tersebut.


Setelah selesai menghubungi orang itu Sari beralih pada Illona. Ia memperhatikan Illona yang kembali asik dengan sketsa nya.


" Bu, bagaimana dengan luka anda? Apa tidak sebaik nya anda istirahat saja dulu? " Tanya Sari yang khawatir akan keadaan Illona, ia meringis melihat wajah Illona yang masih meninggalkan jejak luka. Tak bisa ia bayangkan keadaan Illona saat kejadian itu, pasti sangat parah.


Sari sendiri sudah tahu perihal kecelakaan Illona, karena setelah sadar Illona menghubungi Sari untuk mengatur jadwal nya kembali. Dan Illona menceritakan apa yang terjadi pada nya saat berlibur.


" Aku tidak apa apa Sari, aku sudah cukup beristirahat dan saat nya aku bekerja. Capek juga lama lama berbaring di kasur tanpa mengerjakan apa apa " Illona tertawa kecil " Sudah sebaik nya kamu kembali ke ruangan mu, kerjakan pekerjaan mu " Usir Illona tanpa melihat Sari


Sari pun berbalik ke luar dari ruangan Illona.

__ADS_1


Ting


Satu pesan masuk ke dalam ponsel Illona. Illona melirik ponsel nya yang ada di atas meja. Illona tersenyum melihat nama dari pengirim pesan. Ia pun meletakkan pensil nya dan mengambil ponsel nya. Ia sedang membuka pesan yang masuk ke dalam aplikasi hijau milik nya.


Marcello


Bagaimana keadaan mu sekarang. Apa masih sakit? Jangan lupa obat nya di minum.


Perhatian kecil dari Marcello mampu membuat hati Illona berbunga bunga. Ia pun mengetik balasan untuk Marcello dan segera mengirim nya.


Me


Baik, luka nya tidak menyakitkan lagi karena aku rajin meminum obat nya


Balasan Illona sudah menyatakan jika ia baik baik saja dan tidak lupa untuk meminum obat nya.


Ting


Satu pesan balasan masuk ke dalam aplikasi hijau


Marcello


Ahhhh Illona tersentuh dengan perhatian Marcello. Illona kembali membalas pesan Marcello dengan tersenyum cerah secerah mentari pagi yang menyinari isi bumi.


Me


Baik


Illona meletakkan ponsel nya di atas meja, ia menyenderkan punggung nya di senderan kursi dan melupakan pekerjaan nya. Ia tersenyum mengingat percakapan nya bersama Marcello kemarin. Dimana Marcello mengungkapkan isi hati nya pada Illona.


Flashback


" Lona, dulu di awal kita bertemu jujur aku sangat tidak menyukai mu bahkan membenci mu. Tapi sekarang aku selalu ingin bersama mu, aku tidak tahu kapan aku mulai menyukai mu " Ungkap Marcello menatap Illona, Marcello sengaja menepikan mobil nya di sisi jalan hanya untuk mengungkapkan isi hati nya


" Sungguh aneh apa aku sudah terkena karma karena terlalu sombong dan angkuh. Dulu aku membenci mu namun sekarang aku benar-benar mencintai mu " Marcello tertawa kecil dengan menggelengkan kepala seolah tak percaya


" Aku tidak suka melihat kedekatan mu dengan Evan, aku cemburu. Aku sakit saat mendengar kau mencintai pria lain. Aku senang saat kau mengatakan jika kau ingin melupakan nya. Apa aku jahat menginginkan kalian pisah dan apakah aku salah jika menginginkan mu? " Tanya Marcello menatap Illona yang masih diam mendengar ocehan Marcello

__ADS_1


Illona sendiri masih tidak percaya dengan apa yang ia dengar. Marcello mengungkapkan isi hati nya.


" Lona, kenapa kau hanya diam saja? Jawab aku. Apa aku salah? " Marcello menggenggam tangan Illona menyadarkan Illona dari lamunan nya


" Hah,, ti- tidak kau tidak salah selama kau tidak berbuat hal yang aneh aneh " Jawab Illona sedikit terbata


" Perasaan itu bisa ada pada siapa saja kan tak terkecuali diri mu, kau tidak salah " Timpal Illona lagi sambil tersenyum


" Jadi apa kau mau menerima cinta ku? " Tanya Marcello langsung


" A-apa? " Illona tergagap belum siap menerima pertanyaan Marcello


Melihat wajah kaku Illona, Marcello mengerti dan ia pun tidak mau memaksakan Illona untuk menerima nya.


" Kau tidak perlu menjawab sekarang, aku tahu hati mu masih terisi oleh nama nya. Aku bisa menunggu " Marcello melepas genggaman tangan nya dan kembali menjalankan mobil nya


" Maaf " Lirih Illona menundukkan kepala nya


" Tidak masalah " Marcello mengelus pucuk kepala Illona dengan sebelah tangan nya


" Aku nyaman berada di dekat mu akhir akhir ini, tapi aku tidak tahu perasaan apa itu " Jujur Illona


" Kita jalani saja dulu seperti ini. Aku akan membantu mu melupakan nya perlahan dan mengantikan nama nya di hati mu dengan nama ku " Ucap Marcello tersenyum lembut menatap mata Illona


Hati Illona terasa meleleh mendengar Marcello yang romantis menurut nya. Jujur ia nyaman dengan perhatian Marcello, namun ia juga tidak tahu apakah rasa nyaman itu sebagian dari rasa cinta. Ia tidak yakin itu, apa benar ia sudah mencintai Marcello semudah itu? Apa semudah itu ia melupakan Evan yang beberapa tahun nama nya terus bersemayam di dalam hati nya?


Lepas dari ingatkan nya kemarin, Illona tersenyum. Ia sangat yakin jika Marcello seperti ini terus tidak membutuhkan waktu lama Marcello pasti akan segera menggeser posisi Evan di hati nya.


Walaupun Marcello dan Evan sama-sama perhatian pada nya namun Marcello memiliki satu poin di atas Evan. Marcello menyatakan cinta nya, jadi Illona yakin perhatian Marcello merupakan bentuk cinta nya jadi perasaan nya tidak akan di gantung. Sedangkan Evan tidak pernah mengatakan jika ia mencintai Illona.


Illona tahu Evan menyayangi nya, tapi yang Illona tahu rasa sayang itu hanya sebatas sayang terhadap sahabat tidak lebih dari itu.


bersambung...


❄❄❄


minta like nya ya

__ADS_1


__ADS_2