
Happy Reading
Marcello dan Riki mengunjungi klub milik Tama, mereka duduk di salah satu meja yang dekat dengan bartender. Riki meminum minuman yang ia pesan. Terlihat Tama berjalan mendekati mereka berdua.
" Sudah lama " Tanya Tama seraya menjulurkan tinju nya untuk melakukan salam ala laki-laki pada Marcello dan Riki bergantian
" Lumayan " Jawab Riki meletakkan gelas minuman nya di atas meja
" Seperti nya, usaha mu sangat lancar " Seru Marcello mengamati sekeliling nya
" Ya begitu lah " Seru Tama terkekeh
Tak lama mereka berbincang ada seorang wanita duduk di meja yang tak jauh dari mereka. Tama melihat kearah wanita itu, pandangan mereka bertemu dan Tama mengerlingkan mata nya dengan senyum genit, wanita pun itu tersipu.
" Kalian lanjutkan saja, aku mau menghampiri kekasih ku " Tama menepuk pundak Marcello yang ada di samping nya
" Mainan baru lagi? " Tanya Riki yang melihat wanita itu dan beralih melihat Tama
Tama tertawa mendengar Riki, apa yang di katakan oleh Riki memang benar. Ia baru mengenal wanita itu beberapa hari ini dan mereka sudah sedekat itu.
" Ck, kapan kau akan taubat mengikuti jejak Riki? " Tanya Marcello yang hanya di tanggapi dengan tawa oleh Tama
" Gunakan pengaman, jangan sampai kau tertular penyakit " Pekik Riki karena Tama sudah menjauh, Marcello menggelengkan kepala nya
Kembali Marcello dan Riki berbincang seputar bisnis. Riki berencana akan membuka cabang cafe nya di luar kota yang nanti nya akan di kelola oleh sepupu nya yang ada di sana. Riki mengajak Marcello untuk survei lokasi sekalian refreshing.
" Aku berencana akan ke Bogor weekend ini untuk melihat lokasi. Apa kau mau ikut? " Tanya Riki
" Lihat nanti " Seru Marcello tanpa minat
__ADS_1
" Ayo lah, hitung hitung kita refreshing. Aku juga membawa Viona, kami berencana akan pergi ke puncak "
" Kau akan menjadikan aku obat nyamuk " Sinis Marcello
Riki terkekeh " Tidak akan, karena Viona juga mengajak Elsa dan Lona untuk ikut "
Nampak Marcello berfikir, seperti nya ia harus ikut karena ada Lona.
" Kau akan ikut kan? Ya, kau harus ikut " Tanya Riki dan ia juga yang memutuskan Marcello harus ikut
Marcello menganggukkan kepala dengan pasrah, yang sebenarnya ia juga bersemangat. Ia akan mendekati Illona di sana.
Hari ini hari di mana mereka akan pergi ke Bogor. Illona menumpang di mobil Viona bersama Olivia dengan Riki yang mengemudi. Marcello pergi bersama Tama, tadi nya Tama ingin mengajak kekasih baru nya tapi Marcello menolak dengan tegas.
Dua jama kemudian mereka pun tiba di Bogor. Mereka langsung ke tempat tujuan yang kata nya Riki akan membuka cabang untuk cafe nya. Mereka bertemu sang pemilik tempat dengan di temani oleh sepupu Riki.
Viona, Elsa dan Illona sedang menikmati pemandangan indah di sana. Mereka sesekali berselfie ria, mengabadikan momen mereka di sana. Dan tak ingin menyia nyiakan ke sempat yang ada.
Marcello diam diam mengambil foto Illona secara candid. Entah sejak kapan ia mulai menyukai Illona, ia sendiri juga tidak tahu. Yang jelas sekarang ia selalu ingin dekat dengan Illona, tapi ia tidak tahu cara mengatakan nya.
Setelah selesai dengan tujuan utama mereka, mereka pun melanjutkan planing selanjut nya yaitu perjalanan ke puncak. Tak membutuhkan waktu yang lama mobil mereka sudah memasuki halaman villa keluarga Riki.
Satu persatu mereka turun dari mobil. Illona melihat sekitar nya, villa itu nampak sejuk dan asri. Banyak pepohonan di sekeliling villa dan ada berbagai macam bunga yang sedang bermekaran dan warna warni nya menambah kecantikan villa itu. Halamannya di penuhi oleh hamparan rumput hijau.
Riki mengajak mereka untuk masuk, cuaca nya semakin dingin. Ya karena villa itu berada di dekat puncak. Villa itu memiliki lima kamar, Illona, Elsa dan Viona memilih satu kamar dan tidur bersama sedangkan para lelaki memilih tidur kamar terpisah mereka akan tidur di kamar masing-masing.
Malam hari nya mereka membuat acara bakar bakar. Riki mendirikan sebuah tenda di halaman villa agar terasa seperti mereka sedang kamping. Sedangkan Tama dan Marcello membuat api unggun dan membakar jagung.
Jika berada di puncak menang terasa kurang jika tidak menikmati jagung bakar. Selain jagung mereka juga membakar sosis dan daging. Semua keperluan mereka memang sudah di persiapkan oleh penjaga villa, Riki sudah memerintah untuk menyiapkan semua nya sebelum mereka pergi.
__ADS_1
Illona duduk di depan tenda menghadap api unggun. Ia melihat di depan nya ada Viona dan Tama yang sedang bermesraan menikmati waktu mereka berdua dengan di temani oleh jagung bakar. Illona tersenyum melihat kemesraan mereka berdua, terlihat Viona sangat senang dan Riki yang bucin.
Marcello dan Tama masih memanggang jagung. Olivia berada di dalam tenda, ia sangat malas melihat dua anak manusia yang sedang kasmaran. Sebenarnya ia ingin masuk ke dalam kamar, namun ia tak enak hati dengan tuan rumah jika ia tidak ikut bergabung dengan mereka. Jadi lebih baik ia berada di dalam tenda saja sembari menunggu acara sampai selesai.
Marcello berjalan mendekati Illona, dan ia duduk di samping Illona. Marcello menyerahkan satu jagung bakar yang baru ia bakar ke pada Illona.
Illona terkejut akan kedatangan Marcello yang duduk di samping nya. Ia melihat ke samping di mana Marcello sedang duduk dan menyodorkan jagung bakar ke pada nya. Illona menerima jagung itu dan kembali melihat ke depan.
" Terima kasih " Seru Illona mengambil jagung dari tangan Marcello
" Apa kau tidak kedinginan? " Tanya Marcello
" Tidak, ada api yang menghangatkan " Seru Illona menunjuk air unggun di depan nya dengan dagu
Marcello mengangguk, ia juga merasakan hangat berada di sana. Hawa panas dari api unggun mampu mengalahkan dingin nya suhu puncak yang memang terkenal dingin apa lagi malam hari seperti ini.
Marcello terus saja memperhatikan Illona dari samping. Entah lah Marcello merasa Illona sangat cantik.
" Pelan pelan, itu masih panas " Seru Marcello ketika Illona mendekatkan jagung bakar ke mulut nya, namun sayang Marcello sudah terlambat. Jagung itu sudah menempel di mulut Illona.
" Awww " Illona melepaskan jagung bakar itu dan mengipas-ngipasi mulut nya yang terbuka. Lidah nya terasa melepuh karena terkena panas dari jagung bakar nya.
Dengan cemas Marcello langsung menangkup wajah Illona dengan ke dua telapak tangan nya. Ia membawa wajah Illona menghadap pada nya dan kemudian ia meniup wajah Illona tepat nya mulut Illona yang cedera.
bersambung...
❄❄❄
minta like nya ya
__ADS_1