
Happy Reading
Manajer Ivanka yang bernama Frans itu pun pergi ke rumah Ivanka atas permintaan Ivanka. Ia datang bersama istri nya. Sampai di rumah Ivanka mereka melihat banyak awak media yang sedang berkumpul di depan rumah Ivanka. Mereka semua sedang dalam misi yang sama yaitu mencari informasi atau berita yang sedang hangat hangat nya di perbincangkan.
Frans tidak bisa masuk begitu saja karena jika ia masuk makan rombongan orang orang itu akan langsung menyerang nya dengan berbagai macam pertanyaan, tentu nya terkait dengan berita yang sedang viral saat ini.
Jadi Frans meminta istri nya untuk masuk ke dalam karena mereka semua tidak mengenal istri Frans. Lain hal nya dengan Frans sendiri, mereka sudah tahu jika Frans adalah manajer Ivanka. Karena Frans sering kali terlihat bersama Ivanka.
Frans memarkirkan mobil nya beberapa meter dari rumah Ivanka dan kemudian istri Frans pun mulai ke luar dari mobil dan berjalan memasuki pekarangan rumah Ivanka dengan santai nya. Ia membawa kantung plastik berisi buah buahan di tangan nya. Sesuai dengan arahan dari suami nya Frans, wanita yang di ketahui bernama Aida itu pun berpura-pura menjadi pemilik rumah yang baru. Ia menyapa para awak media dengan ramah.
" Selamat sore, ada perlu apa ya kalian di rumah saya? " Sapa dan tanya nya ramah dengan senyum terlukis di wajah nya
" Sore, maaf mba ini siapa? " Tanya balik seorang wartawan
" Saya pemilik rumah ini " Jawab nya
" Maaf mba, bukan nya ini rumah Ivanka model itu? " Tanya dari wartawan lain nya, mereka semua saling lihat karena mereka merasa tidak salah alamat. Dari informasi yang mereka dapat ini adalah rumah Ivanka.
" Bukan mas, tapi memang benar ini dulu rumah nya model itu. Tapi itu satu bulan yang lalu. Dan suami saya membeli rumah ini satu bulan yang lalu dari manajer nya " Seru Aida
Tapi para wartawan itu tidak percaya begitu saja, mereka masih tetap berdiri di sana. Mereka sudah beberapa jam di depan rumah ini tapi tidak melihat Aida ke luar dari rumah. Tapi tiba-tiba Aida datang begitu saja, mereka yakin jika Aida salah satu kerabat Ivanka.
" Mas nya gak percaya? " Tanya Aida melihat ada keraguan di wajah pria di depan nya
" Kalau gak percaya ayo silahkan masuk dan lihat sendiri di dalam. Saya itu dari pagi udah ke luar dari rumah, saya harus ke rumah sakit untuk memeriksa kandungan saya. Habis dari rumah sakit saya mampir ke rumah orang tua saya dan ini baru pulang sebelum suami saya pulang bekerja " Jelas Aida sambil mengambil kunci rumah dari dalam tas nya dan hendak membuka pintu
Satu kali putaran terdengar suara kunci terbuka.
__ADS_1
Ceklek
Dan Aida menoleh ke arah para wartawan yang masih memperhatikan wanita hamil itu. Aida menunjukkan bahwa pintu itu terbuka yang artinya ia benar-benar pemilik rumah itu.
" Bagaimana, apa kalian masih tidak percaya jika ini rumah saya? Jika ini bukan rumah saya bagaimana saya bisa membuka pintu ini? " Tanya Aida
Para wartawan itu pun saling pandang dan menganggukkan kepala yang berarti percaya. Mereka pun meminta maaf pada Aida karena sudah mengganggu dan membuat pemilik rumah tidak nyaman. Mereka sendiri tidak bertanya pada tetangga apa benar ini rumah Ivanka. Karena memang rumah Ivanka tidak memiliki tetangga di sisi kiri dan kanan. Jarak rumah Ivanka dengan rumah yang lain cukup jauh dan lagi mereka tidak ada yang saling bertegur sapa antar tetangga di karena kan mereka sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Jadi otomatis mereka tidak akan tahu atau kenal dengan tetangga mereka sendiri.
" Baik lah kalau begitu, kami minta maaf karena sudah tidak sopan masuk ke dalam pekarangan rumah anda tanpa permisi terlebih dahulu " Salah satu dari mereka meminta maaf dengan tulus
" Ya tidak apa apa " Jawab Aida dengan tersenyum ramah
" Kalau begitu kami permisi mba " Ucap wartawan itu kemudian ia segera pergi meninggalkan rumah itu dan di ikuti oleh teman teman nya sesama wartawan. Dan tidak lupa mereka menutup kembali pagar besi rumah itu yang tadi mereka buka tanpa permisi.
Aida bernapas lega akhirnya para wartawan itu pergi juga. Sebenarnya ia sudah gugup setengah hidup berhadapan dengan para wartawan itu. Ia takut kebohongan nya akan ketahuan. Untung saja mereka percaya saat ia membuka pintu jika mereka tidak percaya juga dan sampai ikut masuk ke dalam rumah, pasti ia akan ketahuan berbohong.
" Syukur lah mereka semua percaya dan sudah pergi " Aida mengelus dada nya yang berdebar karena gugup " Seperti nya akting ku bagus, pokok nya setelah melahirkan aku mau minta mas Frans mengenalkan ku pada sutradara " Gumam Aida kemudian ia masuk ke dalam rumah yang sudah terbuka
Aida mencari sakelar ingin menyalakan lampu, rumah itu sangat gelap tidak ada pencahayaan sedikit pun. Setelah menemukan sakelar yang ia cari, Aida pun langsung menekan nya.
Ceklek
" Aaaaaaaaaa "
Seketika Aida langsung berteriak. Frans yang baru datang dan masih di depan pintu segera masuk dan berlari karena mendengar suara teriakan istri nya.
" Sayang ada ap.. Aaaaaaaaa " Frans juga ikut berteriak melihat apa yang ada di depan nya sebelum selesai ia bertanya pada istri nya apa yang terjadi.
__ADS_1
Hampir saja Aida pingsan dan terjatuh ke lantai jika Frans tidak cepat menahan tubuh Aida yang luluh ke bawah. Frans dan Aida saling berpelukan untuk saling menguatkan. Kantung kresek yang di bawa Aida sudah terjatuh dan isi nya pun sudah berserakan di lantai.
" Kenapa kalian berteriak? " Tanya sosok Ivanka yang berdiri di hadapan ke dua suami istri itu tanpa dosa
Frans menatap Ivanka dengan horor, ia juga sangat kesal dengan Ivanka. Gara-gara Ivanka hampir saja ia dan istrinya pingsan. Bagaimana tidak, saat ini penampilan Ivanka sangat berantakan. Rambut nya yang panjang tergerai acak acakan, wajahnya pucat mungkin karena ia belum makan dan kelaparan.
Kantung mata nya hitam akibat riasan mata nya yang luntur karena ia menangis. Lipstik merah di bibir nya sudah melebar melewati bibir, itu karena ia yang menyeka ingus dan air mata nya dengan mengunakan tangan dengan sekenanya.
Penampilan Ivanka yang berantakan seperti itu persis seperti hantu. Apa lagi pakaian yang ia pakai saat ini gaun putih polos. Bagaimana tidak membuat orang takut coba.
" Mana makanan yang aku pesan, aku sudah sangat lapar. Aku hampir saja mati kelaparan " Ivanka mengenadahi tangan nya meminta pesanan nya
Frans menoleh ke belakang nya dimana paper bag yang sudah tergeletak di atas lantai. Tadi karena terkejut dan khawatir dengan teriakan istri nya, tak sengaja Frans melemparkan paper bag di tangan nya ke sembarangan tempat.
" Itu " Tunjuk Frans dengan dagu nya
" Haish, kenapa di buang. Aku kan lapar " Gerutu Ivanka menghentakkan kaki nya dan ia pun berjalan mengambil paper bag malang berisi makanan. Beruntung paper bag itu berisi aneka roti dan pizza bukan nasi dan lauk pauk yang mudah berhamburan jika sudah terjatuh apa lagi terlempar dengan sadis.
Ivanka membawa paper bag itu ke kursi sofa yang ada di sana. Ia pun segera memakan pizza berukuran besar itu dengan lahap seperti orang yang sudah bertahun-tahun tidak makan.
Frans membantu Aida memungut buah yang berserakan di bawah mereka dan membawa nya ke dapur untuk di cuci.
bersambung....
❄❄❄
minta like nya ya
__ADS_1