
Happy Reading
Selesai mengurus barang barang nya di apartemen Illona segera pergi ke butik nya. Illona tidak menata barang barang nya, ia hanya memasukkan kardus kardus berisi barang nya ke dalam kamar saja.
Dari apartemen Illona langsung menuju butik dengan mengendarai motor nya alias motor hasil pinjaman dari paman Dodi anak dari nenek Ipoh.
Illona membelokkan motor nya ke parkiran khusus karyawan butik yang tidak jauh dari butik itu sendiri. Setelah memarkirkan motor dengan sempurna dan meletakkan helm nya, Illona langsung masuk ke dalam butik.
Melihat banyak pengunjung yang datang ke butik nya, Illona menyempatkan diri untuk menyapa para pelanggan dan menanggalkan pekerjaan nya sejenak. Illona juga ikut membantu melayani para pelanggan.
Dengan ramah Illona membatu memilih dan menjelaskan gaun yang cocok dan yang terbaik untuk di kenakan oleh pelanggan yang sedang ia layani. Seorang wanita paruh baya berkisaran empat puluh lebih, ia sangat puas dengan gaun dan sepatu yang di rekomendasi kan oleh Illona untuk nya. Gaun itu sangat cocok di kenakan untuk acara yang akan ia ikuti nanti.
" Gaun ini sangat cocok untuk acara yang akan ibu hadiri " Illona menyerahkan sebuah gaun brokat berwarna kuning dengan panjang sebatas lutut dan panjang tangan seperempat.
" Dan ini sepatu nya " Illona menyerahkan sepatu heels berwarna hitam
" Silahkan coba di sini bu " Illona menuntut wanita paruh baya itu ke kamar pas
Wanita itu pun masuk ke dalam kamar pas udah mencoba gaun dan sepatu itu. Setelah mengatakan acara apa yang akan ia hadiri Illona langsung memberi nya gaun cantik itu.
Di depan cermin wanita itu tersenyum puas melihat penampilan nya yang mengenakan gaun dan sepatu pilihan Illona. Gaun itu nampak pas di tubuh nya, bahkan ia terlihat sangat cantik. Ia sangat suka dengan pilihan Illona.
" Wah ternyata gadis itu sangat pintar memilih gaun yang cantik dan ini sangat pas di tubuh ku " Wanita itu berputar putar melihat penampilan nya dari balik cermin besar di depan nya
Setelah puas melihat penampilan nya, ia pun kembali melepaskan gaun itu dari tubuh nya dan ia ke luar dari dalam kamar pas dengan tersenyum menatap Illona yang masih menunggu di depan pintu kamar pas.
" Bagaimana, apa ibu suka dengan gaun nya? " Tanya Illona setelah melihat wanita itu ke luar
__ADS_1
" Saya sangat suka sekali dengan gaun nya, kamu sangat pintar memilih gaun " Puji wanita itu
" Syukur lah jika ibu suka " Seru Illona
" Iya, saya akan mengambil gaun dan sepatu ini " Wanita itu mengangkat gaun dan sepatu yang ada di tangan nya
" Terima kasih, kalau begitu mari saya bantu ke kasir " Illona mengambil alih gaun dan sepatu di tangan wanita paruh baya itu dan membawa nya ke meja kasir
Setelah sampai di meja kasir " Wil, tolong proses ini " Illona menyerahkan gaun dan sepatu pada sang kasir yang bertugas
" Baik bu " Seru Wili si kasir cantik mengambil gaun dan sepatu yang ada di atas meja kasir dan langsung memproses nya
" Sudah ya bu " Seru Illona pada wanita paruh baya itu
" Iya, terima kasih ya sudah di batu " Ucap wanita itu berterima kasih
Setelah Illona pergi wanita paruh baya itu beralih pada kasir yang sedang memproses pesanan nya.
" Dek, gadis yang tadi itu jabatannya apa di sini? " Tanya wanita itu kepo, pasal nya ia mendengar kasir itu berbicara dengan hormat dan patuh pada Illona
" Hah, bu Lona ya? Itu ee dia penanggung jawab di sini " Jawab Wili asal. Wili sendiri tidak tahu jelas apa posisi Illona di butik tempat nya bekerja. Wili adalah karyawan baru Illona, ia baru satu bulan bekerja. Yang ia tahu semua orang di butik itu sangat menghormati Illona.
Memang semua karyawan lama Illona sudah tahu siapa Illona, apa status Illona di butik itu. Tapi tidak ada satu pun dari karyawan nya yang membocorkan identitas Illona. Karena mereka semua sudah di beri peringatan untuk tidak menyebarkan identitas nya. Dan mereka semua menurut patuh. Bahkan mereka tidak pernah bergosip membicarakan Illona di butik. Mereka semua bekerja secara profesional sesuai dengan gaji yang mereka dapatkan.
Jadi beberapa karyawan baru Illona tidak ada yang tahu identitas Illona termasuk Ana. Illona juga tidak pernah memperkenalkan diri nya pada karyawan baru nya. Karyawan baru di pilih oleh Sari dari tahap interview karena Illona sudah mempercayai pada Sari.
" Ooh pantas saja " Seru wanita itu. Wanita itu berpikir pantas saja Wili patuh dan hormat pada Illona karena jabatan Illona lebih tinggi dari kasir itu. Dan pantas saja Illona memiliki bakat yang luar biasa, bisa melayani nya dengan baik ternyata Illona memiliki jabatan penting di butik ini. Dan pasti nya jika ingin memiliki jabatan penting di butik ternama itu, orang itu haruslah memiliki kemampuan yang luar biasa dan tidak bisa di ragukan lagi di bidang fashion tentu nya dan memiliki kecerdasan.
__ADS_1
Setelah selesai melayani wanita paruh baya itu Illona tidak langsung ke ruangan nya, ia masih berada di lantai satu di mana semua barang bukti nya di pajang rapih. Illona kembali melayani pelanggan yang datang dengan sangat ramah.
Pengunjung silih berganti datang ke butik Illona. Butik itu sangat terkenal, pengunjung yang datang berasal dari kalangan menengah ke atas. Selain model yang bagus, barang barang keluaran dari butik ILO'S sangat berkualitas. Sehingga pelanggan butik Illona terus bertambah. Mereka semua sangat puas berbelanja di sana. Selain itu pelayanan nya pun sangat baik, semua karyawan sangat ramah.
Seorang wanita masuk ke dalam butik dan langsung di sambut ramah oleh salah satu pramuniaga yang berdiri di depan pintu.
" Selamat datang di butik ILO'S " Seru pramuniaga cantik menyambut pelanggan yang baru datang dengan senyum menawan
" Ada yang bisa saya bantu? " Tanya ramah pramuniaga cantik itu
" Hmm saya mau lihat lihat dulu ya mba " Seru wanita itu
" Ya silahkan nona. Mari saya bantu " Pramuniaga itu pun menuntun wanita itu menelusuri butik
" Mau cari gaun yang seperti apa nona, atau nona akan ke acara apa? Biar saya bantu kasih masukan " Tawar pramuniaga itu pada wanita yang terlihat sedang bingung memilih gaun
" Ah iya, gaun nya cantik cantik semua. Saya sampai bingung mau pilih yang mana " Kekeh wanita itu dan pramuniaga itu pun ikut tertawa kecil
" Kalau nona mau ke acara pesta, gaun yang ada di sebelah sini sangat cocok " Tunjuk nya pada deretan gaun di sebelah kanan nya
" Kalau cuma untuk di gunakan sehari hari ada di sebelah itu " Tunjuk nya di arah depan nya yang berjarak tiga meter dari mereka
Wanita itu pun mengikuti arah tangan pramuniaga itu yang menunjuk ke arah depan. Ia melihat deretan gaun tersusun rapih di sana. Saat pandangan nya ingin beralih ke lain tempat. Mata nya tak sengaja melihat Illona yang sedang berdiri di bagian sepatu sepatu sedang melayani seorang pelanggan.
bersambung...
❄❄❄
__ADS_1
minta like nya ya