
Happy Reading
Malam hari di sebelum klub, tempat itu terlihat sangat ramai, suara musik memenuhi tempat itu di tengah ada beberapa orang yang sedang menari mengikuti irama musik. Illona dan Viona masuk ke dalam, mereka langsung menuju ruang VVIP yang sudah di booking oleh Riki.
Ya, Riki memang membooking sebuah ruang di klub itu untuk merayakan ulang tahun Viona. Rencana ini juga adalah rencana Riki. Klub itu milik Tama sahabat mereka. Illona bukan orang baru di dunia malam ia sudah akrab dengan tempat seperti ini di negara nya, ia sering keluar masuk di tempat seperti ini. Tapi ini kali pertama nya Illona masuk ke klub di sini.
Illona masuk dengan santai, seolah tak terganggu sedikit pun dengan suara bising dari musik keras itu. Di dalam sudah ada Tama dan Riki yang sedang duduk menunggu mereka. Aneka makanan dan minuman juga sudah ada di atas meja. Illona meletakkan paper bag berisi kue ulang tahun buat nya di atas meja dan ia juga menyerahkan satu paper bag lagi pada Viona.
" Apa ini? " Tanya Viona menerima paper bag dari Illona
" Itu kado ulang tahun mu kak " Seru Illona
" Kau tak harus repot memberikan ku kado Lona " Seru Viona menatap Illona
" Tidak masalah, kau sudah seperti kakak ku. Jadi Terima lah " Seru Illona
" Baiklah aku terima ini, adik ku " Viona memeluk Illona
Setelah melepaskan pelukan nya, Viona membuka paper bag dan mengeluarkan isi dari dalam nya. Ia terkejut melihat isi dari paper bag itu. Viona menutup mulut nya dengan tangan yang masih bebas dan tangan yang satu nya memegang sebuah tas cantik. Viona melihat tas itu dengan mata lebar dan beralih menatap Illona tak percaya.
Itu adalah tas yang Viona inginkan. Tas keluaran dari butik ILO'S yang pernah Illona promosikan di majalah. Viona melihat tas itu pun dari majalah. Tas itu berkisaran puluhan juta rupiah, Viona harus mengubur keinginan nya karena harga tas itu sangat mahal. Bukan tak mampu untuk membeli tas itu, namun ia sayang saja jika harus membeli tas seharga puluhan juta. Mending ia gunakan untuk membeli barang yang jauh lebih bermanfaat lagi dari itu,seperti motor mungkin, pikir Viona. Karena jujur harga satu tas itu bisa membeli dua motor matic.
" Ini " Seru Viona melihat tas mahal itu
" Kenapa kak? Kak Vio gak suka ya? " Tanya Illona dengan wajah tak enak
" Lona, kau yakin memberikan ku ini? " Pertanyaan Viona di angguki Illona dengan mantap
__ADS_1
" Aku suka tas ini. Tapi Lona, kamu tidak perlu memberikan ku hadiah yang mahal " Seru Viona
" Tidak ada yang mahal jika itu untuk mu, kak "
Viona berfikir pasti Illona sudah menghabiskan uang tabungan nya untuk membeli tas itu. Ia merasa tak enak hati menerima tas mahal itu. Namun ia tidak mungkin menolak, karena itu pasti akan melukai perasaan Illona. Viona beralih melihat kue ultah tahun di atas meja.
" Wah cantik sekali kue nya. Kalau cantik seperti ini aku jadi sayang untuk memotong nya " Seru Viona mengagumi kue ulang tahun buat Illona dan Viona mengambil ponsel nya dan langsung memotret kue ulang tahun itu dari berbagai sisi
" Syukur lah jika kamu suka kak, ini buatan ku sendiri loh " Seru Illona membuat Viona segera menatap nya
" Serius ini kamu sendiri yang buat? " Tanya Viona tak percaya
" Ya serius " Jawab Illona mengangguk
" Wah kau hebat sekali bisa membuat kue secantik ini " Puji Viona
" Wih kalian pergi bareng? " Tanya Tama pada pria tampan yang kini sudah duduk di sebelah nya
" Tidak, tadi kebetulan bertemu di depan " Jawab pria itu tanpa ekspresi
Ya, tadi mereka memang bertemu di depan pintu ketika hendak masuk ke dalam ruangan.
" Lona, kenal kan ini Olivia sahabat ku. Kamu bisa memanggilnya mis Elsa atau Elsa " Viona memperkenalkan wanita yang baru datang pada Illona
" Elsa ini Lona, dia tetangga baru yang ku cerita kan semalam " Viona juga memperkenalkan Illona pada Olivia atau Elsa
Illona dan Elsa pun saling berjabat tangan dengan memperkenalkan diri masing-masing. Illona sudah pernah bertemu sekali dengan Elsa namun itu hanya pertemuan singkat. Pantas saja Olivia di juluki mis Elsa, gadis itu sangat dingin, tak banyak mengeluarkan suara. Walaupun penampilan nya tomboy, tapi wajah nya sangat cantik.
__ADS_1
Mereka pun berpesta untuk merayakan ulang tahun Viona. Illona dan Viona terlihat mabuk, padahal mereka hanya minum sedih saja. Tapi itu sudah membuat dua wanita cantik itu mabuk. Illona memang tidak bisa mengkonsumsi alkohol, toleransi nya sangat lemah. Baru setengah gelas saja sudah bisa membuat nya mabuk.
" Lona, kenapa wajah mu memerah? " Tanya Viona yang juga wajah nya memerah
Illona memegang pipi nya dan ia melihat Viona " Wajah kak Vio juga merah " Tunjuk Illona ke wajah Viona
" Ah, masa sih? " Tanya Viona juga memegang ke dua pipi nya
Ke dua gadis itu tertawa bersama dan berbicara ngelantur. Olivia atau Elsa hanya menggeleng melihat ke dua gadis itu. Sedangkan para pria sibuk mengobrol, entah apa yang mereka bicarakan.
" Lona, apa kau dan tuan Evan pacaran? " Tanya Viona dengan setengah sadar ia berbicara dengan gaya orang mabuk
" Tidak " Seru Illona dan tiba-tiba ia menangis " Hiks... Hiks "
" Lona, kenapa kamu menangis? " Viona menepuk pucuk kepala Illona pelan seolah menenangkan Illona
" Cinta ku bertepuk sebelah tangan, hiks. Evan menolak cinta ku, hiks " Illona merengek memeluk Viona seperti seorang anak kecil yang sedang mengadu pada ibu nya
" Cup.. Cup.. Cup. Sudah jangan menangis lagi " Viona mengusap kepala Illona " Apa dia menolak mu, karena dia sedang berpacaran dengan Illona Smith? Wajar saja sih dia lebih memilih Illona Smith, secara Illona Smith kan cantik. Pria mana yang menolak gadis secantik dia, aku saja sebagai seorang wanita terpesona akan kecantikan nya " Seru Viona lagi
" Huuaaa " Illona semakin menangis dengan kencang
Riki yang ikut mendengar percakapan ke dua gadis mabuk itu pun melebarkan mata nya mendengar Viona berkata seperti itu. Ia berpikir jika Illona menangis karena tersinggung Viona berkata seperti itu seolah membandingkan diri nya yang cupu dengan Illona Smith yang sangat cantik dan sempurna sebagai seorang wanita.
bersambung...
✨✨✨
__ADS_1
minta like nya ya..