Pura-pura Cupu

Pura-pura Cupu
usaha Ivanka


__ADS_3

Happy Reading


Penutupan acara ajang pencarian bakat ini pun berlangsung sangat meriah. Banyak hiburan yang di tampilkan, salah satu nya di isi oleh bintang tamu penyanyi yang sedang naik daun saat ini. Di acara terakhir ini memakan waktu cukup lama, yang biasanya cuma berlangsung satu jam tapi sekarang memakan waktu hampir tiga jam lama nya.


Illona dan Marcello mengikuti acara dengan santai dan ikut menikmati kemeriahan acara di kursi mereka masing-masing. Illona sebagai juri sedangkan Marcello sebagai CEO One Entertainment yang menyelenggarakan acara ini.


Setelah menyampaikan sepatah dua patah kata sebagai penutupan acara, Marcello langsung meninggalkan studio. Ia tidak mengikuti acara sampai benar-benar selesai karena ia juga masih memiliki banyak pekerjaan lain nya yang setia menunggu nya di atas meja kerja nya. Beberapa hari ini Marcello selalu lembur, ia sengaja lembur untuk menghilangkan pikiran nya yang kacau karena Illona.


Empat puluh menit setelah Marcello meninggalkan studio acara pun benar-benar selesai. Orang-orang pun sudah berhamburan ke luar, begitu juga dengan Illona. Illona segera meninggalkan studio ia ingin menemui Marcello di ruangan nya.


Illona memasuki lift, ia menekan angka di mana ruangan Marcello berada. Tidak butuh waktu lama pintu lift pun terbuka. Illona ke luar dari kotak besi itu dan berjalan melewati beberapa ruangan yang ada di lantai itu.


Sebelum ke ruangan Marcello, Illona masuk ke toilet yang ada di lantai itu. Tiba-tiba saja ada panggilan alam dan Illona harus menuntaskan nya terlebih dahulu.


Lima menit Illona berada di dalam toilet, ia pun ke luar dengan perut yang sudah terasa lebih nyaman. Illona melihat Marcello yang ke luar dari ruangan nya, terlihat seperti Marcello akan segera pulang karena Marcello membawa tas kerja nya di tangan kanan nya.


Illona berjalan cepat ingin mengejar Marcello yang langkah kaki nya sangat lebar. Baru saja Illona ingin memanggil Marcello yang sudah berada di depan pintu lift agar Marcello berhenti namun pintu lift satu nya lagi terbuka.


Seorang wanita ke luar dari lift itu. Melihat Marcello ada di depan lift membuat wanita itu tersenyum senang. Dengan antusias ia menyapa Marcello.


" Cel.... " Suara Illona tertahan " Ivanka " Gumam Illona melihat wanita itu. Illona menghentikan langkah kaki nya, ia memperhatikan ke dua orang di sana.


" Cello " Panggil Ivanka dengan penuh semangat namun Marcello tidak merespon nya

__ADS_1


Marcello tidak perduli dengan Ivanka, ia menekan tombol pada lift khusus di depan nya. Setelah pintu lift terbuka Marcello langsung masuk tanpa melihat Ivanka.


" Cello tunggu " Ivanka langsung masuk ke dalam lift mengikuti Marcello


Marcello tetap diam, ia tidak mau berbicara dengan Ivanka. Bahkan ia sama sekali tidak melirik Ivanka sedikit pun.


" Cello, aku mau bicara serius dengan mu " Ivanka melihat wajah Marcello yang nampak datar


Pintu lift pun terbuka, Marcello masih diam tidak memperdulikan Ivanka. Ivanka terus mengikuti Marcello.


" Cello, beri aku kesempatan untuk berbicara. Aku mohon dengarkan penjelasan ku " Ivanka dengan memelas, ia tahu jika Marcello tidak akan tega melihat nya seperti itu. Namun sayang kenyataan nya tidak sesuai dengan ekspektasi nya. Marcello tidak perduli sama sekali.


Melihat Marcello masuk ke dalam lift khusus dan di ikuti oleh Ivanka. Illona juga masuk ke dalam lift di sebelah nya setelah melihat pintu lift khusus itu tertutup rapat. Pintu lift terbuka, Illona ke luar dari sana. Ia melihat Ivanka yang terus mengikuti Marcello.


Illona berjalan cepat melewati Marcello dan Ivanka yang berhenti di lobby. Ya, karena Marcello menunggu supir nya di depan lobby. Karena lelah Marcello tidak mengendarai mobil sendiri, ia meminta di supiri oleh supir nya.


Saat Illona melewati Marcello dan Ivanka. Marcello terdiam, ia sangat hafal dengan aroma parfum itu. Aroma yang ia sukai, aroma yang membuat hati nya nyaman dan tenang. Itu adalah aroma parfum milik Illona.


Marcello mengedarkan pandangan nya, menyapu seluruh area. Mencari seseorang yang beberapa hari ini membuat nya uring-uringan. Sebenarnya Marcello sangat merindukan gadis itu, namun ego dan emosi nya masih menguasai pikiran nya.


" Cello, kau cari siapa? " Tanya Ivanka juga memperhatikan sekitar nya yang cukup banyak orang berlalu lalang di sana. Ya mungkin orang orang itu adalah orang orang yang ikut serta memeriahkan acara hari ini.


Marcello tidak memperdulikan pertanyaan Ivanka. Ia masih meneliti semua orang yang ada di sana. Namun ia tidak menemukan orang yang ia cari.

__ADS_1


" Cello, ayo kita cari tempat untuk berbicara " Ivanka memegang tangan Marcello ingin mengajak nya pergi dari sana


Marcello menghempaskan tangan Ivanka dengan kasar. Ia tidak sudi di pegang oleh Ivanka. Marcello menatap Ivanka tajam.


" Cello kenapa kau sekarang menjadi kasar pada ku? Dulu kau tidak pernah seperti ini. Apa karena gadis cupu itu kau jadi kasar dan tidak peduli lagi dengan ku? " Lirih Ivanka dengan mata mulai berkaca kaca


" Gadis yang kau bilang cupu itu kekasih saya. Jangan coba coba menyeret-nyeret dia dengan sikap saya ini. Dia tidak ada hubungannya " Tegas Marcello tidak terima Ivanka menuduh Illona


" Tapi memang kenyataan nya seperti itu. Kau sangat berubah, tidak ada lagi kelembutan untuk ku seperti dulu. Kau selalu menghindari ku pasti itu karena gadis cupu itu " Ivanka masih menuduh Illona sebagai penyebab dari perubahan Marcello, ia tidak berkaca dari kesalahan yang ia buat


" Stop " Marcello mengangkat tangan nya meminta Ivanka untuk berhenti berbicara


" Dulu dan itu dulu sekali sebelum kau meninggalkan saya. Dan sekarang semua nya sudah berubah, saya bukan lagi Marcello yang dulu. Jangan banyak menyalahkan orang lain, cari lah kesalahan itu pada diri mu sendiri dan pasti kamu akan menemukan nya. Tapi itu jika kamu mencari nya dalam keadaan sadar " Papar Marcello dan di akhir kalimat ia memberi singgungan pada wanita yang tidak pernah sadar akan kesalahan nya


Namun seperti nya Ivanka tidak akan pernah sadar akan kesalahan nya. Karena Ivanka selalu membenarkan semua tindakan dan perbuatan nya. Jika wanita itu sadar akan kesalahan nya pasti nya wanita itu akan malu berhadapan dengan Marcello. Dan nyatanya wanita itu dengan tidak tahu malu nya malah ingin kembali pada Marcello.


Setelah mengatakan itu Marcello langsung masuk ke dalam mobil nya yang sudah berhenti di depan nya dengan pintu mobil sudah di bukakan oleh sang supir. Marcello tidak memperdulikan Ivanka yang terus memanggil nama nya.


bersambung....


❄❄❄


minta like nya ya

__ADS_1


__ADS_2