
Happy Reading
Beberapa hari ini Illona rajin berkunjung ke kediaman keluarga Richards. Setelah semua pekerjaan nya selesai ia akan langsung pergi ke sana untuk mengunjungi kakek Janshen. Seperti hari ini, Illona sedang bercengkrama bersama kakek Janshen di gazebo dekat taman sambil menikmati secangkir teh dan kue yang sudah di siapkan oleh pelayan.
Marcello pulang cepat hari ini karena ia tahu Illona sedang ada di rumah nya. Marcello sengaja mengecek CCTV yang ada di rumah nya hanya untuk melihat apakah Illona hari ini akan datang ke rumah nya seperti beberapa hari sebelum nya. Dan ternyata hari ini Illona juga datang, melihat itu Marcello bergegas membereskan pekerjaan nya dan langsung pulang.
Ada sesuatu yang ingin Marcello pastikan. Sudah beberapa hari ini Marcello selalu curi curi pandang saat Illona berada di rumah nya. Marcello mencoba mendekatkan diri dengan Illona dan ia mulai nyaman.
Marcello yang sudah membersihkan diri, ia berdiri di balkon kamar nya yang langsung menghadap taman di mana Illona dan kakek Janshen sedang duduk santai. Marcello memperhatikan Illona, ia teringat kejadian malam di mana Illona mabuk. Ia tersenyum, kejadian itu lah yang membuat Marcello berusaha untuk mendekati Illona.
Malam itu saat Illona mabuk dan Riki menyudahi pesta ulang tahun Viona, Riki meminta Olivia untuk membantu memapah Illona. Saat itu Olivia kesulitan mengangkat tubuh Illona yang sudah terjatuh lagi dengan posisi berbaring di sofa. Marcello membantu mengangkat tubuh Illona, saat Marcello melingkarkan tangan nya di pinggang Illona dan menyentak kan tubuh Illona. Tubuh Illona langsung terhuyung ke depan dan Illona reflek melingkarkan tangan nya di leher Marcello.
Tanpa sengaja bibir Illona menempel di kulit pipi Marcello, dan itu seperti tanpa sengaja Illona sudah mencuri kecupan pada Marcello. Membuat tubuh Marcello terdiam menegang, ingin marah tapi ia tidak bisa marah karena Illona mabuk dan tak sengaja melakukan itu.
Kemudian Illona merebahkan kepalanya di pundak Marcello. Marcello memeluk pinggang ramping Illona agar Illona tidak kembali terjatuh. Marcello mencium aroma parfum Illona yang lembut dan menenangkan, dua kali Marcello mencium aroma parfum Illona, ia sangat suka dengan aroma itu.
Tubuh Illona masih berada di dalam pelukan nya. Marcello merasa tubuh Illona sangat pas berada di dalam pelukan nya. Merasakan itu tiba-tiba membuat jantung Marcello berdetak kencang, debaran di dadaa nya semakin kencang saat ia melihat wajah Illona yang sangat dekat dengan wajah nya. Mata nya beralih ke bawah melihat bibir ranum Illona.
Entah mengapa bibir Illona sangat menggoda dan membuat otak nya travelling. Marcello ingin mencicipi bibir Illona, beruntung di sana masih ada Olivia dan Tama sehingga ia tidak jadi merealisasikan apa yang ada di otak nya.
Hal itu lah yang membuat Marcello selalu antusias jika Illona berada di rumah nya. Ia selalu terbayang wajah dan bibir Illona, dan saat bayangan itu muncul dadaa nya akan berdebar tak normal. Marcello harus memastikan ada apa dengan jantung nya yang bekerja dua kali lipat seperti itu saat bayangan Illona singgah di otak nya.
__ADS_1
Kakek Janshen melihat Marcello yang sedang berdiri di balkon kamar. Kakek Janshen melambaikan tangan pada Marcello dan memberi isyarat agar Marcello menghampiri mereka.
" Kakek lihat beberapa hari ini kamu selalu pulang cepat, tumben. Apa pekerjaan mu sudah beres semua? " Seru dan tanya kakek Janshen ketika Marcello sudah berada di antara mereka
" Aku membawa nya pulang dan akan mengerjakan nya nanti di rumah " Seru Marcello
Kakek Janshen menautkan ke dua alis nya heran. Tidak biasa nya Marcello membawa pekerjaan nya ke rumah. Biasanya jika ia memiliki banyak pekerjaan, ia akan lembur mengerjakan pekerjaan nya sampai selesai di kantor tak jarang Marcello juga akan tidur di kantor demi menyelesaikan semua pekerjaan nya.
Seperti mengerti akan keheranan kakek nya Marcello pun memberi alasan.
" Pekerjaan nya tidak terlalu banyak dan aku malas untuk lembur " Marcello melihat kakek nya yang tidak percaya dengan alasan nya " Mulai sekarang aku ingin menjaga kesehatan dan tidak ingin terlalu lelah bekerja " Tambah Marcello lagi
Kakek Janshen tidak percaya begitu saja dengan alasan Marcello, karena Marcello yang ia kenal tidak akan menunda-nunda pekerjaan. Apa lagi yang kakek Janshen tahu saat ini Marcello sedang banyak banyak nya pekerjaan. Alasan kesehatan kakek Janshen juga tidak percaya, karena kakek Janshen sangat tahu Marcello sangat menjaga kesehatan nya ia rajin berolahraga dan selalu mengkonsumsi vitamin.
" Maka dari itu, cepat lah menikah. Agar nanti ada yang mengurus mu " Seru kakek Janshen
" Akan ku pertimbangkan " Seru Marcello melirik Illona
" Apa kau mau menerima bantuan kakek untuk mengenalkan mu dengan gadis yang kakek pilih " Goda kakek Janshen
" Tidak perlu, aku bisa mencari nya sendiri " Tolak Marcello cepat
__ADS_1
Kakek Janshen dan Illona tertawa dengan reaksi cepat Marcello.
" Ingat waktu mu hanya sampai tahun ini, jika kamu tidak juga mendapatkan calon istri maka kakek tidak akan mewariskan perusahaan pada mu " Seru kakek Janshen kemudian ia beralih menatap Illona " Kenapa kamu tidak menjadikan Lona saja sebagai calon istri mu " Perkataan kakek Janshen membuat Illona ter-batuk dan Marcello segera menyodorkan air pada Illona
" Kau baik baik saja Lona? " Tanya kakek Janshen
" Ya " Lona mengangguk
" Bagaimana Lona, apa kau mau menjadi calon istri Cello? " Tanya kakek Janshen
" Aku... Aku" Illona tidak tahu bagaimana cara menolak nya, ia takut menyinggung kakek Janshen. Jujur menurut pandangan nya Marcello sangat tampan, tapi ia tidak merasakan ada nya benih cinta yang tumbuh di dalam hati nya.
" Apa kamu sudah memiliki pacar? " Tanya kakek Janshen lagi, Illona menggeleng " Nah kalau begitu kenapa kalian tidak mencoba nya " Seru kakek Janshen antusias
" Kakek jangan memaksakan kehendak, jika orang tidak mau " Seru Marcello lesu karena melihat wajah Illona yang seperti orang tertekan
Marcello melihat raut wajah Illona yang tidak terlihat senang dengan perkataan kakek Janshen. Marcello tahu jika Illona tidak menyukai nya dan Marcello ingat dengan curhatan Illona saat mabuk yang mengatakan jika ia mencintai Evan. Marcello merasa rasa cinta Illona pada Evan sangat lah besar.
Marcello heran kenapa Illona tidak tertarik pada nya. Padahal di luar sana banyak gadis yang menginginkan nya, ia tampan dan kaya. Ya, walaupun pada akhirnya gadis yang ia jadikan pacar itu akan menjadikan nya sebagai mesin ATM berjalan saja. Marcello berpikir apa kadar ketampanan nya sudah berkurang, sehingga gadis cupu seperti Illona saja tidak tertarik pada nya.
bersambung...
__ADS_1
✨✨✨
minta like nya ya