
Happy Reading
Illona duduk di bawah pohon besar, ia melihat ke kiri dan ke kanan. Hutan itu sepi tidak ada siapa siapa, suara jangkrik memenuhi isi hutan sesekali terdengar suara burung yang ada di hutan itu.
Illona melihat ada gumpalan asap tak jauh dari tempat nya duduk. Ia pun berdiri dan mencari asal asap itu dari mana. Ia berjalan mengikuti arah asap, bebet menit kemudian ia sampai di sebuah tempat.
Dari jarak yang tidak terlalu jauh ia melihat ada sebuah gubuk. Terlihat gubuk itu memiliki halaman tidak terlalu luas tapi sangat bersih. Ada tumpukan sampah dedaunan yang sedang di bakar. Illona yakin asap yang ia lihat berasal dari pembakaran sampah itu.
Melihat dari tumpukan sampah yang di barak itu, Illona sangat yakin jika sampah itu baru di bakar yang artinya juga ada seseorang di sana. Illona memasuki perkarangan gubuk itu, ia membuka dan menutup kembali pagar yang terbuat dari kayu itu dengan sangat hati-hati agar pagar kayu itu tidak rusak. Karena pagar kayu itu sudah nampak tua dan sedikit rusak.
Tok
Tok
Tok
" Permisi, apa ada orang di dalam? " Illona mengetuk pintu kayu yang sudah terlihat usang
Cukup lama Illona mengetuk pintu namun tidak ada sahutan dari dalam. Illona masih terus mengetuk pintu berharap akan ada seseorang yang membuka pintu. Bukan bermaksud untuk menggangu sang pemilik gubuk, ia hanya ingin bertanya arah jalan saja agar ia bisa segera kembali ke villa.
Ada sepasang wanita dan laki-laki tua renta berjalan dari arah samping. Laki-laki itu membawa setumpuk kayu yang ia panggul di pundak nya. Dan wanita itu membawa ember berukuran sedang yang di dalam nya berisi ubi ubian.
" Cari siapa neng? " Tanya pria tua itu dengan ramah
Mendengar suara dari arah samping, Illona pun menoleh dan ia melihat ada sepasang orang tua di sana yang menurut perkiraan Illona mungkin usia mereka di atas usia kakek nya.
Illona mendekati pasangan itu yang juga mendekat ke arah nya. Illona memperkenalkan diri terlebih dahulu dengan sopan.
" Pagi kek, nek. Saya Lona " Sapa Illona
" Ya, saya Dadang dan ini istri saya Munaroh. Kamu bisa panggil kami kakek dan nenek " Seru kakek itu juga memperkenalkan diri nya dan sang istri
" Kenapa kamu bisa ada di sini? " Tanya kakek Dadang
" Saya tersesat kek, tadi pagi saya sedang joging. Saya juga tidak tahu persis nya seperti apa, saya hanya fokus berlari tanpa sadar sudah meninggalkan area villa " Jelas Illona
__ADS_1
" Sebaik nya kita bicara di dalam saja. Kasihan kamu pasti capek kan ya habis lari, pasti haus juga " Ajak nenek Munaroh
Kakek Dadang melihat ke arah istri nya dengan pandangan yang sulit di artikan. Tidak seperti biasa nya istri nya itu mau mengajak orang asing masuk ke dalam gubuk mereka. Dan lagi menawarkan minuman.
Kakek Dadang menggelengkan kepala nya pada Illona agar Illona tidak ikut masuk bersama istri nya. Illona melihat kakek Dadang menggelengkan kepada, ia pun jadi ragu untuk masuk. Ia berpikir bahwa kakek Dadang tidak menyukai ada orang yang masuk ke dalam rumah nya.
Melihat Illona yang ragu nenek Munaroh pun beralih melihat ke arah suami nya dan ia memberi tatapan tajam pada sang suami.
" Ayo neng masuk saja, tidak apa apa " Nenek Munaroh menarik tangan Illona untuk mengikuti nya masuk
" Bu " Panggil kakek Dadang
" Neng Lona tamu kita pak, sebagai tuan rumah yang baik sudah seharusnya kita menjamu tamu dengan baik " Jawab nenek Munaroh tanpa melihat kakek Dadang yang masih berada di luar
" Gak apa apa kok nek. Lona di luar saja. Lona cuma mau bertanya arah jalan aja biar Lona bisa segera pulang " Seru Lona
" Sudah kamu duduk dulu ya di sini, nenek ambilkan air minum. Pasti kamu haus " Nenek Munaroh mendudukkan Illona di kursi kayu. Mau tak mau akhirnya Illona duduk juga di kursi itu dan nenek Munaroh masuk ke dalam dapur nya
Dari luar kakek Dadang melambaikan tangan nya agar Illona mendekati nya. Illona pun kembali ke luar untuk menghampiri kakek Dadang.
" Memang kenapa kek? " Tanya Illona bingung
" Pokok nya jangan, udah gitu aja pesan kakek " Seru kakek Dadang tanpa menjelaskan membuat Illona bingung namun ia tetep akan mendengar kan nasehat kakek, ia yakin pasti ada alasan nya. Apa pun itu alasan nya pasti itu untuk kebaikan.
Illona dan kakek Dadang pun mengobrol hingga nenek Munaroh datang menghampiri mereka dengan membawa air minum dan sepiring pisang rebus.
" Loh kok neng Lona di luar " Seru nenek Munaroh
" Iya nek, Lona mau liat kakek " Seru Illona yang memang senang melihat kakek Dadang yang sedang memotong kayu yang ia bawa tadi
Illona sangat kagum dengan kakek Dadang karena di usia nya yang sudah sangat tua ia masih sanggup mengerjakan pekerjaan berat. Illona sempat bertanya kayu kayu itu untuk apa dan kakek Dadang mengatakan jika kayu itu akan di jadikan kayu bakar untuk mereka memasak.
" Ini neng di minum dulu, nenek udah bawain air buat kamu " Nenek Munaroh menyodorkan gelas berisi air putih pada Illona
Illona melihat kakek Dadang yang juga melihat nya. Kakek Dadang memberi kode agar Illona mengambil gelas itu agar nenek Munaroh tidak tersinggung.
__ADS_1
" Iya nek, terima kasih " Illona menerima gelas itu dan tersenyum
" Sebaik nya kamu segera pulang neng, teman-teman mu pasti sudah sangat cemas mencari mu " Seru kakek Dadang
" Kamu ini kenapa sih pak, biar kan saja neng Lona beristirahat dulu sebentar. Dia pasti capek " Gerutu nenek Munaroh
" Engga bu dia harus segera pulang " Putus kakek Dadang " Ini bukan tempat mu neng " Seru kakek Dadang menatap Illona
Illona melihat kakek Dadang nenek Munaroh berdebat, ia menjadi tak enak hati karena sudah menjadi penyebab mereka berdua berdebat.
" Maaf sudah merepotkan kalian. Kalian jangan bertengkar seperti itu " Cicit Illona pelan
" Tidak apa apa neng. Sudah kamu pergi saja, ikuti jalan itu" Tunjuk kakek Dadang pada sebuah jalan setapak
" Lurus saja nanti kamu pasti akan bertemu dengan teman mu " Kata kakek Dadang
" Teman? " Tanya Illona bingung
" Ya, temenan mu sedang mencari mu. Cepat lah pulang " Seru kakek Dadang
" Kakek tahu dari mana? " Tanya Illona penasaran
" Sudah sana pergi, temenan mu itu sangat mencemaskan mu. Seperti nya dia menyukai mu " Goda kakek Dadang di akhir kalimat nya
" Pak, kenapa kamu suruh dia pergi? " Protes nenek Munaroh " Neng Lona istirahat lah sebentar, kamu juga belum minum " Seru nenek Munaroh menahan Illona
Kakek Dadang mengambil gelas yang ada di tangan Illona dan meminum air itu membuat nenek Munaroh kesal. Kakek Dadang langsung mendorong Illona agar segera pergi meninggalkan tempat itu.
" Pak " Geram nenek Munaroh kemudian ia masuk ke dalam gubuk nya dengan kesal
bersambung...
❄❄❄
minta like nya ya
__ADS_1