
Happy Reading
" Tidak, aku tidak mau " Tolak seorang gadis menatap pria tua di depan nya dengan sengit
" Kali ini kau tidak bisa menolak Lona. Bukan kah kakek sudah memberi mu kesempatan? " Pria tua itu tidak mau di bantah
" Pokok nya aku tidak mau dan tidak akan pernah mau " Tolak nya lagi
" Kakek tidak mau tahu, malam ini kau harus datang ke tempat itu. Kau temui saja dulu suka atau tidak nya nanti bisa kau putuskan nanti. Yang penting kau datang saja dulu. Karena kakek sudah terlanjur menerima undangan nya "
" Huh sangat menyebalkan. Kenapa juga kakek asal terima saja tanpa bertanya kepada ku terlebih dahulu " Gerutu Illona kesal
" Kakek tidak enak untuk menolak nya. Karena ini sudah yang ke sekian kali nya dia ingin bertemu dengan mu " Bela kakek Gustav " Sudah lah lebih baik kau datang saja, dia pria yang baik. Kau pasti tidak akan menyesal kenal dengan nya " Tambah kakek Gustav lagi
" Berhenti lah menyodorkan pria pria padu ku, karena aku tidak akan pernah mau " Kesal Illona, pasal nya ini bukan kali pertama kakek Gustav ingin menjodohkan nya dengan cucu dari para sahabat nya bahkan para pengusaha yang ada di sana.
" Ya, kakek berjanji ini yang terakhir. Asalkan kau datang malam ini " Janji kakek Gustav, sebenarnya pria tua itu sangat berharap jika cucu nya itu menerima niat baik pria yang ingin bertemu dengan Illona itu, pria itu ingin melamar Illona untuk di jadikan istri nya. Pria itu sudah lama menyukai Illona, namun Illona tidak pernah menanggapi nya. Ya, karena Illona itu sangat cuek.
" Ini yang terakhir " Putus Illona, mau tidak mau akhirnya ia akan menyetujui dan akan melakukan kencan buta yang kakek nya atur
Illona pergi meninggalkan kakek Gustav yang sedang duduk di sana sambil menikmati secangkir teh panas.
Malam hari nya sesuai perintah kakek Gustav, Illona pergi ke restoran yang sudah di reservasi atas nama tuan Lucas. Illona di antar ke sebuah ruang VIP, dan ternyata di dalam sudah ada tuan Lucas.
Pria tampan berkulit putih, mata biru hidung mancung dan memiliki bibir merah berisi. Pria itu tersenyum hangat kala Illona masuk ke dalam. Namun ketampanan pria itu tidak mampu menarik hati Illona.
__ADS_1
Mereka makan malam sambil mengobrol, berbicara banyak hal. Yang pasti nya pria tampan itu lah yang lebih banyak berbicara. Illona hanya mendengar dan sesekali menanggapi ucapan pria itu. Jika bukan karena kakek nya Illona tidak akan mau bertemu dengan pria itu. Setelah dua jam berlalu, Illona berpamitan untuk pulang. Ia tidak mau berlama-lama di sana.
Keesokan hari nya, di taman belakang mansion seperti biasa Illona akan berolahraga pagi untuk menyehatkan tubuh nya. Selesai mengelilingi halaman mansion itu, Illona melakukan peregangan.
Keringat nya sudah membasahi baju kaos yang ia pakai. Illona mengelap keringat dengan handuk kecil yang ia letakkan di pundak nya. Ia berjalan ke arah gazebo, di sana ada kakek Gustav yang juga baru selesai melakukan senam rutin nya. Tak heran jika pria tua itu memiliki tubuh yang fit kakek ia rutin berolahraga dan memakan makanan sehat.
Illona duduk di samping kakek Gustav yang sedang minum. Illona mengambil buah yang sudah di siapkan oleh pelayan di sana dengan garpu, kemudian ia memasukkan buah itu ke dalam mulut nya.
" Bagaimana semalam? " Tiba-tiba kakek Gustav bertanya pada nya sambil meletakkan botol air mineral di lantai gazebo
" Apa nya? " Illona malah bertanya sambil menikmati buah segar di depan nya
" Pertemuan semalam, apa hasil nya? " Maksud dari pertanyaan kakek Gustav sebesar apa Illona menyukai pria itu? Apa ada lampu hijau?
" Apa yang kakek harap kan? Berharap aku akan menerima pria itu? " Illona meletakkan garpu di tangan nya ke atas piring berisi buah dan menatap wajah kakek Gustav
" Tapi sayang hati ku tidak memilih nya " Ucap Illona santai
Kakek Gustav tidak bisa berkata-kata, ia hanya mendengus mendengar penuturan cucu nya itu.
" Sudah lah kakek, kakek tidak usah repot repot untuk mencarikan ku jodoh. Karena aku sudah punya pilihan sendiri " Illona mengedipkan mata nya dengan genit
" Hala pilihan mu itu tidak jauh lebih baik dari pilihan kakek " Cibir kakek Gustav
Bukan tanpa alasan pria tua itu mengatakan itu. Karena apa yang di katakan nya itu sangat benar. Semua manta Illona tidak ada yang benar, mencintai Illona dengan tulus. Mereka semua hanya memanfaatkan Illona. Illona yang kaya raya dan Illona yang populer.
__ADS_1
" Kali ini aku yakin tidak seperti yang sebelumnya " Illona berkata sangat yakin
" Se-yakin itu kah kamu pada pilihan mu itu? "
" Tentu "
" Kalau begitu buktikan, buktikan pada kakek jika pria pilihan mu itu juga memiliki perasaan yang tulus pada mu. Minta dia untuk segera melamar mu " Tantang kakek Gustav
" Mana bisa seperti itu? " Protes Illona cepat
" Kakek tidak menerima negosiasi. Jika dia tidak melamar mu dalam waktu dekat ini maka kamu harus menerima lamaran Lucas " Putus kakek Gustav seenaknya
" Tidak bisa. Aku tidak mau menikah dengan pria yang tidak aku cintai. Lagi pula masih ada kak Xander dan kak Luis yang belum menikah. Aku tidak mau melangkahi mereka, kasihan mereka nanti akan di cap tidak laku karena aku melangkahi mereka " Illona memberi alasan
" Kau tenang saja, Luis akan segera menikah dalam waktu dekat ini. Dan setelah itu kau bisa menikah " Seru kakek Gustav santai
" Lalu kak Xander? "
" Pria itu, jangan kau tunggu. Jika kau menunggu nya, entah kapan kau akan bisa menikah. Hilal nya saja belum terlihat " Timpal kakek Gustav
Illona terdiam memikirkan perkataan kakek nya. Apa yang di katakan kakek nya mengenai Xander memang benar adanya. Pria gila kerja itu tidak tahu akan melajang sampai kapan. Tidak ada wanita yang dekat dengan nya, bukan berarti tidak ada yang mau. Banyak wanita yang mengejar nya, namun memang dasar Xander nya saja yang tidak mau. Ia tidak mau pusing dengan urusan cinta dan wanita, itu yang pernah ia katakan. Ia sudah sangat nya dengan hidup nya saat ini.
bersambung....
❄❄❄
__ADS_1
minta like nya ya