
Part~15
Mendengar suara iqbal yang terus memanggil namanya bella pun mendapatkan sedikit kesadaran.Melihat hal itu iqbal pun tersenyum,tetapi senyuman itu tak tertahan lama karna bella kembali tak sadarkan diri.
"Bella!bangun!sadarkan dirimu!aku tidak akan biarkan sesuatu terjadi kepada kamu!bangun,"teriak iqbal
Iqbal mengendong bell sampai ke UKS untuk mengobati luka yang ada di kepala bella,sedangkan david sudah di kirim kerumah sakit karena kondisi david benar benar menggenaskan.
Hampir seluruh tubuh nya penuh dengan luka pukulan yang di layang kan iqbal kepadanya,dan juga david banyak kehilangan darah akibat luka di kepalanya.
Karena hal itu iqbal pun kembali berlari membawa bella kerumah sakit tempat yang sama dimana david di tangani.
Sesampainya di sana bella dan david pun sama sama di tangani oleh dokter.keduanya punya masalah yang sama,yaitu kekurangan darah akibat luka di kepala mereka.
"Bagaimana dokter?mereka akan baik baik saja bukan"
"Kami akan berusaha sebaik baiknya".
"Dokter,jika kau tidak menyelamatkan mereka berdua akan ku pastikan kau tamat!".
"Ini rumah sakit.jangan mengancam seorang dokter di sini.tanpa anda suruh pun kami pasti akan berusaha menyelamatkan mereka berdua,jadi mohon diam dan tenang"
__ADS_1
Iqbal tak bisa menenangkan dirinya.ia terus saja bolak balik di depan pintu ruangan perawatan,hingga tak lama kemudian dokter datang dan mengatakan jika bella dan david baik baik saja.
"Syukurlah.....,"akhirnya kini iqbal dapat bernafas dengan lega mengetahui bella dan david baik baik saja
"Iqbal,apa yang terjadi?kenapa david dan bella bisa terluka separah itu?siapa yang bertanggung jawab atas semua ini"tanya pak bima
Iqbal terdiam kemudian menjawab,"saya yang bertanggung jawab atas kondisi mereka berdua"ungkap iqbal.
“Apa?” Pak Bima tampak terkejut. “Sebenarnya apa yang kamu lakukan kepada mereka? Dan, bagaimana bisa kamu melukai seorang gadis?” tanya Pak Bima tak mengerti tentang apa yang terjadi.
“Maafkan Saya Pak,” pinta Iqbal.
“Tidak bisa Pak,” jawab Iqbal dengan cepat.
“Kenapa?” tanya Pak Bima menatap aneh kepada Iqbal.
“Saya juga mau disini saja menjaga mereka, lagipula David itu sahabat Saya, dan Bella itu babu Saya, jadi Saya rasa Saya perlu ada disini,” jelas Iqbal.
“Sahabat? Kalau sahabat kenapa kau pukul dia sampai jadi seperti itu? Dan, kenapa mengatakan Bella itu babu kamu? Kalian itu berteman, jadi jangan membedakan satu sama lain hanya karena perbedaan status sosial atau penampilan!” seru Pak Bima.
__ADS_1
“Diam Pak! Aku tidak suka di ceramahi,” ucap Iqbal menatap dingin kearah Pak Bima.
“Apa ada murid yang bersikap seperti ini kepada gurunya?” tanya Pak Bima dengan takut\-takut.
“Ada! Aku,” sahut Iqbal.
Mendengar jawaban Iqbal, Pak Bima kini hanya terdiam. Pak Bima memang bukanlah jenis guru yang suka memarahi, tetapi dia tipe guru yang lembut dan kadang suka kalah jika adu argumen dengan muridnya sendiri.
“Emmm … ngomong\-ngomong bagaimana kaadaanmu sekarang?” tanya Pak Bima.
“Bapak tidak melihat?” tanya Iqbal dengan dingin.
“Melihat apa?” Pak Bima tampak bingung.
“Aku sedang duduk disini, dan aku juga menggendong Bella yang berat itu dari sana kesana. Menurut Bapak bagaimanakah kondisi aku saat ini?” Iqbal menatap tajam kepada Pak Bima.
“Haruskah Bapak jawab? Apa ini ujian?”
“Bukan! Jawaban Bapak salah! Jawabannya tentu saja aku baik\-baik saja! Aku sehat,” jawab Iqbal.
bersambung..
__ADS_1
jangan lupa vote like and coment.tanpa kalian aku tak berarti apa apa. ..eaaaaa wkwkwk😂🤣🤣🤣🤣🤣