
Happy Reading
Orang-orang yang kebetulan sedang berada di tempat itu seketika langsung mendekat. Dan terbentuklah sebuah kerumunan. Illona melihat orang-orang itu dengan heran.
" Kenapa kalian malah sibuk mengambil foto dan video? Emang kalian pikir kami sedang syuting film? Kenapa tidak ada yang memanggil ambulance atau membatu untuk membawa korban ke rumah sakit? " Ketus Illona dengan kesal
Illona tidak habis pikir dengan orang-orang ini, untuk apa mereka datang jika hanya untuk melihat saja tanpa mau menolong orang yang sedang tertimpa musibah. Dengan santai nya mereka berlomba-lomba mengeluarkan ponsel dan merekam kejadian itu.
Bodyguard Illona yang lain nya pun memasuki kerumunan dan menghampiri Illona.
" Nona, serahkan semua pada kami, biar kami saja yang menguras nya " Pria bertubuh kekar itu berjongkok hendak mengambil alih teman nya yang sudah tidak sadarkan diri
" Bawa saja ke mobil saya, saya akan antar kan ke rumah sakit " Seru salah satu pria yang ada di tengah-tengah kerumunan
" Terima kasih " Ucap Illona pada pria itu
Dua orang bodyguard Illona menggotong tubuh bodyguard naas itu masuk ke dalam mobil. Illona melihat ada pak Damar kepala keamanan butik nya. Ia pun meminta pak Damar untuk mengurus tempat itu dan ia sendiri ikut masuk ke dalam mobil untuk membawa bodyguard nya ke rumah sakit.
" Pak Damar, tolong urus semua ini " Seru Illona sebelum masuk ke dalam mobil
" Baik bu "
Saat terjadi nya kecelakaan itu, semua karyawan Illona sedang beristirahat makan siang. Illona memang menerapkan kedisiplinan, jika sudah waktunya istirahat maka butik akan di tutup selama satu jam. Tidak ada yang bekerja, semua istirahat.
Dan saat itu, para karyawan nya sedang menikmati makan siang mereka. Di lantai dua, mereka duduk di pantry yang cukup nyaman untuk mereka menikmati makan siang sambil saling mengobrol. Dari dalam mereka bisa melihat langsung ke arah luar, karena dinding itu terbuat dari kaca bening.
Salah satu dari mereka tak sengaja melihat kecelakaan itu, ia pun segera menghentikan gerakan tangan nya yang hendak memasukkan nasi ke dalam mulut.
" Astaga ada kecelakaan di bawah " Seru nya dengan wajah pucat
Hanya melihat saja sudah membuat jantung nya berdebar dan tubuh nya gemetar. Ia memang tidak bisa melihat kejadian mengerikan, apa lagi di depan mata nya sendiri ia melihat dengan jelas kejadian itu. Salah satu dari mereka yang penasaran pun mendekat ke dingin untuk melihat. Setelah mata nya melihat dengan jelas ke arah bawah, ia pun terkejut ketika mengenali sosok di bawah sana.
__ADS_1
" Ya Tuhan, itu bu Lona " Ucapnya menutup mulut nya dengan ke dua tangan
" Sin yang bener lo? " Tanya yang lain dan ikut mendekat ke dinding kaca untuk memastikan
" Astaga kamu benar Sin, itu bu Lona " Ia pun ikut terkejut saat sudah berada di samping teman nya yang bernama Sinta
Yang lain nya pun ikut mendekat untuk melihat. Mereka melihat Illona yang terbaring di atas aspal. Sedetik kemudian mereka berhamburan, mereka sampai melupakan makanan mereka yang ada di atas meja. Mereka berebutan untuk ke luar dari pantry itu.
" Ada apa ini? Kenapa kalian berlari lari seperti ini? " Tanya Ana yang baru mau masuk ke dalam pantry dengan membawa kotak bekal nya
" Ada kecelakaan di bawah "
" Itu bu Lona mba "
" Bu Lona kecelakaan "
Jawab mereka serentak dengan nada khawatir. Mereka sangat khawatir dengan Illona, selama bekerja Illona adalah atas yang baik dan perhatian. Maka dari itu semua karyawan nya sangat menyukai nya.
Ana pun tidak jadi masuk ke dalam pantry, ia mengikuti teman teman nya yang sudah terlebih dahulu berlari turun ke bawah. Baru saja Ana melangkah, ia terpaksa menghentikan kaki nya karena ada suara yang memanggil nya.
" Ana " Ana pun menoleh ke belakang
" Tadi aku mendengar suara ribut-ribut, siapa yang kecelakaan? " Tanya nya
" Mba Sari, itu Lona kecelakaan " Ucap Ana sukses membuat Sari terkejut
" Yang benar kamu " Sari menolak percaya
" Aku juga tahu dari anak-anak. Ini aku mau ke sana untuk memastikan "
" Kalau begitu aku ikut "
__ADS_1
Sari dan Ana pun turun ke bawah bersama-sama dengan perasaan yang campur aduk. Berharap itu bukan Illona. Saat mereka tiba di sana, mereka melihat Illona yang masuk ke dalam mobil dengan pakaian yang sudah di penuhi oleh noda darah. Dan mereka juga melihat tangan Illona penuh dengan darah. Sari dan Ana saling berpegangan tangan dan saling lihat kemudian mereka sama sama menggeleng kepala. Mereka benar-benar menyangka jika itu darah milik Illona.
Setelah kepergian Illona, perlahan kerumunan itu pun ikut menyebar meninggalkan tempat kejadian. Pak Damar dan dua bodyguard Illona membersihkan tempat itu di bantu juga oleh beberapa orang yang ada di sana.
Dua orang bodyguard mengikuti mobil yang membawa Illona dan teman mereka ke rumah sakit dengan kendaraan mereka sendiri. Dan dua bodyguard lain nya mengejar mobil Ivanka yang berhasil kabur.
Di restoran Marcello sudah menunggu kedatangan Illona. Sesekali Marcello melihat jam yang ada di pergelangan tangan nya. Sudah hampir setengah jam ia berada di restoran tempat mereka membuat janji. Namun tanda tanda Illona akan datang pun belum ada.
Makanan yang Marcello pesan pun sudah tersaji di atas meja. Tidak mau menunggu lagi Marcello pun memilih untuk makan terlebih dahulu sebelum makanan itu menjadi dingin.
Dan sampai Marcello menghabisi makanan nya pun, Illona belum juga datang. Marcello sangat kecewa, padahal ia sudah tidak sabar lagi untuk mendengar penjelasan Illona.
Namun Marcello mengingat Illona yang baru mendapat perbuatan tidak baik dari Ivanka kemarin. Ia pun menjadi khawatir, ia takut Illona tidak baik baik saja. Mungkin luka yang di dapat Illona sangat parah sehingga membuat ia kesulitan untuk datang ke restoran.
Marcello segera menghubungi Illona, namun tidak di angkat. Ia terus mencoba menghubungi Illona, sudah beberapa kali namun tetap saja tidak ada jawaban. Dan pada panggilan yang entah sudah panggilan ke berapa baru ada respon.
" Halo, Lona " Seru Marcello ketika panggilan itu tersambung
" Maaf tuan, saya Sari "
" Sari? Kenapa ponsel Lona ada pada mu? Di mana Lona? " Tanya Marcello
Sari yang sedang melewati ruang Illona mendengar suara ponsel berdering. Ia pun masuk ke dalam karena sumber suara itu berasal dari dalam. Dan ternyata dugaan nya benar itu ponsel Illona, Illona meninggalkan ponsel nya di sana.
Karena ponsel itu terus menerus berdering, Sari pun memutuskan untuk mengangkut panggilan itu yang menurut Sari mungkin panggilan itu sangat penting. Karena kalau tidak penting tidak mungkin sampai berbunyi terus menerus bukan.
bersambung...
❄❄❄
__ADS_1
minta like nya ya