Pura-pura Cupu

Pura-pura Cupu
Part~22


__ADS_3

Part~22


“Mungkin Gino tahu sesuatu tentang Billa sampai-sampai dia dipukuli oleh David. Bukankah begitu?”


“Mungkin saja.”


“Wah, kamu sudah memberikan informasi yang bagus. Aku akan coret nama kamu dari daftar tersangka,” ucap Bella.


“Jangan!” Iqbal menghentikan apa yang ingin dilakukan Bella.


“Kenapa?”


“Aku tidak mau namaku di coret dari sana. Aku harus memberikan loe bukti dulu, baru setelah itu loe boleh coret nama gue.”


“Yakin?”


“Yakin. Dan, apa disini ada makanan?” tanya Iqbal tiba-tiba.


“Makanan?”


“Iya. Makanan. Loe tau kan apa itu makanan?”


“Ya jelas tau lah. Kamu pikir aku **** apa. Kamu mau makan apa?” tanya Bella.


“Emmm … apa aja deh yang penting ayam,” jawab Iqbal.


“Itu mah bukan apa aja! Bilang aja mau makan ayam,” ketus Bella.


“Wah loe mulai berani ya sama gue. Eh, loe jangan lupa ya loe itu masih babu gue!” seru Iqbal.


“Lah, kok gitu sih?”


“Ya, iyalah. Dengerin ya, loe itu sekarang masih jadi babu gue sampai gue sendiri yang pecat loe! Tapi kalau loe mau ngundurin diri nggak papa, tapi loe tau sendiri apa akibatnya bukan?”


Bella tampak kesal dengan Iqbal yang terus memanfaatkan kaadaan. “Sebenarnya disini kamu penjahat yang paling jahat!”

__ADS_1


“Terimakas atas pujiannya,” ucap Iqbal.


“Itu bukan pujian!”


“Bagiku itu pujian. Cepat pesankan aku ayam! Aku mau ayam! Ayam! Ayam,” rengek Iqbal seperti anak kecil.


Bella yang melihat tingkah Iqbal hanya bisa tertawa kecil.


Tak lama kemudian pesanan mereka pun datang, dan tanpa menunggu lebih lama lagi Iqbal langsung menyantap ayam yang sangat ia inginkan tersebut.


“Bagaimana? Enak?” tanya Bella.


“Ya, enak.”


“Baguslah.”


“Oya, besok loe sekolah?” tanya Iqbal.


“Iya.”


“Jangan! Loe jangan sekolah dulu!” seru Iqbal.


“Emmm … tunda aja dulu. Lagian saat ini kondisi loe belum baik banget. Lebih baik loe libur aja,” ujar Iqbal.


“Nggak!”


“Loe dibilangin ngeyel banget sih! Pokoknya loe nggak boleh sekolah! Titik!” tegas Iqbal.


“Idih, emang kamu siapa berani larang-larang aku?”


“Gue pacar loe!” seru Iqbal seketika membuat suasana menjadi canggung satu sama lain.


“Hah? Pacar? Sejak kapan kamu jadi pacar aku?”


“Sejak tadi! Jadi, loe harus nurut sama pacar loe! Pokoknya besok loe nggak boleh sekolah! Titik!”

__ADS_1


Bella yang sambil memegang sepotong ayam di tangannya hanya bisa berkata, “Baiklah kalau begitu,” jawabnya dengan malu-malu.


“Bagus,” ucap Iqbal sambil mengelus lembut kepala Bella.


Bella yang melihat itu tersenyum malu hingga tiba-tiba disadarkan oleh egonya. Dengan cepat Bella melepaskan tangan Iqbal dari kepalanya sambil berkata, “Jangan sentuh aku!”


“Biasa aja kali,” ucap Iqbal.


Bella hanya bisa menundukkan kepalanya karena malu.


“Ini udah malam, gue mau pulang dulu ya,” ujar Iqbal.


“Kamu udah mau pulang sekarang?”


“Iya. Kenapa? Loe nggak rela? Loe takut rindu sama gue? Apa loe mau gue nginap disini bareng loe?” tanya Iqbal.


“Idih! Siapa juga yang bilang begitu. Kalau mau pulang, ya pulang aja!” seru Bella bertingkah tak peduli.


“Yaudah.”


Iqbal berjalan menuju pintu, tetapi tiba-tiba langkahnya terhenti ketika mendengar Bella memanggil namanya.


“Iqbal ….”


Iqbal berbalik. “Ada apa? Berubah pikiran?”


Bella tertawa kecil. “Tidak. Cuman mau bilang, hati-hati di jalan dan terimakasih.”


“Buat apa?”


“Karena sudah mau bantu aku.”


“Sama-sama. Gue akan bantu loe buat pecahin kasus ini sampai akhir. Gue ada buat loe!”


Senyuman pun terukir indah dari wajah Iqbal dan Bella.

__ADS_1


bersambung..


please vote like and coment 😘😊❤😍


__ADS_2