
Happy Reading
Ternyata apa yang di katakan Dilan itu benar, ia tidak berbohong mengatakan rindu itu berat. Nyatanya itu lah yang sedang di rasa kan oleh Marcello.
Kedatangan Illona yang hanya sebentar itu di manfaatkan oleh Marcello dengan sebaik mungkin. Seharian ia terus bersama Illona, setelah dari acara pernikahan Tama, Marcello mengantar Illona pulang ke apartemen dan ia ikut ke apartemen Illona. Bahkan ia juga akan menginap di sana.
Setelah makan malam, Illona dan Marcello duduk di sofa sambil menonton film. Tadi nya mereka menonton film romantis tapi karena banyak adegan dewasa yang membuat mereka canggung akhirnya mereka memilih menonton acara komedi.
Illona dan Marcello tak henti henti nya tertawa karena film komedi itu. Film itu sangat lucu menurut Illona sehingga perut nya sakit karena terlalu banyak tertawa.
" Aduh du duh " Illona memegang perutnya yang terasa kram
" Sayang kamu kenapa? " Tanya Marcello panik, iya yang tadi nya tertawa segera menghentikan tawa nya dan duduk menghadap Illona dengan tangan memegang pundak Illona
" Perut ku sakit " Seru Illona dan berusaha menghentikan tawa nya
" Sakit? Ayo kita ke rumah sakit " Seru Marcello cemas, ia mengira sakit Illona sangat parah karena ia melihat ada air mata yang keluar dari mata bening Illona
" Sayang tidak perlu ke rumah sakit " Illona menarik tangan Marcello yang sudah berdiri dan siap memapah Illona
" Kenapa? Bukan nya kamu sakit? " Tanya Marcello heran
" Aku tidak apa apa, ayo duduk " Illona menjatuhkan Marcello kembali di samping nya
" Kau yakin? " Marcello masih ragu
" Iya, perut ku sakit karena terlalu banyak tertawa jadi kram " Jelas Illona meyakinkan
" Ooo, syukur lah kalau begitu " Marcello memeluk Illona, ia lega ternyata Illona hanya terlalu banyak tertawa.
__ADS_1
Mereka kembali melanjutkan nonton nya dengan Illona menyandarkan kepala nya di dadaa bidang Marcello. Marcello mengelus lengan Illona dengan lembut.
Pagi hari Illona terbangun, ia melihat ruangan itu ternyata ia ada di dalam kamar nya. Illona tersenyum, ia ingat kalau ia tertidur di sofa saat sedang menonton. Pasti Marcello yang sudah memindahkan nya ke kamar, kemudian ia beranjak dari tempat tidur dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
Tidak butuh waktu lama untuk Illona membersihkan diri. Lima belas menit kemudian ia sudah ke luar dari kamar nya dengan penampilan yang sudah cantik dan wangi.
Illona menggelengkan kepala melihat Marcello yang tidur di sofa depan TV. Padahal apartemen itu memiliki dua kamar tapi Marcello memilih tidur di luar dari pada di kamar. Alasan nya karena ia tidak mau tidur di kamar yang dulu nya di tempati oleh Evan. Ia cemburu pada Evan, sungguh Illona tak habis pikir dengan Marcello. Jangan kan tidur di kamar Evan dulu nya melihat pintu kamar itu saja ia tidak mau. Sangat aneh memang cemburu nya Marcello ini.
Semalam Illona memberikan baju Evan yang masih ada di dalam lemari untuk di pinjamkan pada Marcello, tapi Marcello menolak ia lebih memilih membeli baju secara online.
Illona berjalan ke arah dapur, ia akan membuat sarapan untuk mereka.
Aroma wangi masakan Illona masuk ke dalam indra penciuman Marcello, Marcello mengendus-endus dengan mata yang masih terpejam. Tak lama kemudian mata nya terbuka, aroma wangi itu ternyata nyata bukan ada di alam mimpi nya.
Marcello melihat Illona yang sedang berdiri di depan kompor, ia pun menghampiri Illona yang sedang serius dengan masakan nya. Marcello melingkarkan tangan nya di perut Illona dari belakang dan meletakkan dagu nya di pundak Illona. Bau wangi tubuh Illona langsung dapat ia cium.
" Cello " Kaget Illona, karena tiba-tiba mendapati Marcello yang memeluk nya dari belakang. Tindakan Marcello membuat ia terkejut, tapi ia tahu itu adalah Marcello karena tidak ada orang lain di apartemen itu selain mereka berdua.
" Omelet " Illona mematikan kompor karena masakan nya sudah jadi
Illona berjalan sedikit kesusahan karena Marcello masih nemplok di belakang Illona. Marcello mengikuti kemana pun Illona berjalan.
Illona memindahkan omelet itu ke atas piring, ia membuat makanan sederhana dan mudah. Di atas meja makan sudah ada dua piring sandwich daging dan susu hangat.
" Ayo bersihkan dulu wajah mu setelah itu kita sarapan " Ajak Illona
Marcello menurut, ia menuju wastafel dan membasuh wajah bantal nya dengan air tidak lupa ia juga berkumur untuk membersihkan rongga mulut nya.
" Enak " Seru Marcello dengan mulut berisi sandwich buatan Illona
__ADS_1
Illona tersenyum, ia senang Marcello menyukai masakan nya.
Selesai sarapan dan Marcello membersihkan diri mereka pergi ke kantor Marcello. Tadi nya Marcello tidak mau ke kantor ia akan bekerja dari apartemen Illona saja, ia ingin bersama Illona hari ini karena besok Illona sudah harus pulang. Tapi karena ada meeting penting yang mengharuskan ia hadir, jadi mau tak mau ia harus datang ke kantor. Dan Illona lah yang ikut Marcello ke kantor atas permintaan Marcello tentu nya.
Illona yang bosan menunggu Marcello meeting memutuskan untuk berjalan jalan. Ia menuju ke ruang pemotretan untuk melihat lihat.
Illona duduk di kursi yang ada di ruang itu. Ia memperhatikan para model yang sedang berpose. Mereka sedang mengambil gambar untuk sebuah iklan parfum. Terlihat dari model yang sedang berpose dengan memegang botol kecil di depan wajah nya.
Tiba-tiba terdengar suara nyaring seorang wanita sedang memaki seseorang dari balik ruang ganti. Entah apa yang terjadi sehingga wanita itu sangat marah.
" Dasar bodoh, tidak becus bekerja. Kau tahu berapa harga baju ini? Setahun gaji mu saja tidak akan mampu menganti nya " Maki wanita itu sangat arogan dan sombong
" Ma..Maaf kak aku tidak sengaja " Terdengar suara seorang wanita yang di marahi sedikit bergetar
" Maaf kata mu, enak saja. Aku akan menuntut mu " Ucap nya tidak terima
Illona melihat sekitar nya, orang orang di sana tidak ada yang perduli. Mereka masih asik melanjutkan pekerjaan mereka. Illona heran kenapa tidak ada yang perduli. Ia pun mencoba bertanya pada orang yang tak jauh di dekat nya.
" Maaf mbak itu.. " Illona menunjuk ruang ganti bermaksud bertanya mengenai suara ribut di dalam
Seolah tahu wanita yang seperti nya salah satu kru itu menjawab santai pertanyaan Illona.
" Ooo itu sudah biasa mbak, gak heran lagi. Salah satu model sini yang sedang marah "
" Kok kalian diam aja " Illona heran semua orang biasa biasa saja tidak ada yang membatu melerai. Se sombong sombong nya ia, tapi ia tidak pernah sampai merendah kan orang lain seperti itu
bersambung...
πΌπΌπΌ
__ADS_1
minta like nya ya