
Sudah beberapa hari dari kepergian Illona, tapi Marcello belum mendapatkan kabar mengenai gadis itu. Ia sudah mencari Illona dengan mendatangi alamat yang ia tahu bahwa itu alamat rumah Illona.
Namun sayang ternyata itu bukan alamat yang sesungguhnya. Sudah jauh jauh datang ke tempat itu namum bukan Illona yang ia dapat kan.
Alamat yang Marcello dapat itu ternyata alamat rumah nenek Ipoh. Dari hasil pencarian mereka tidak ada gadis bernama Lona yang tinggal di sana. Marcello juga sudah bertanya pada kepala desa di sana apakah di desa itu ada gadis bernama Lona?
Kepala kades mengatakan jika ada wanita bernama Lona yang menjadi salah satu warga nya namun Lona yang ia maksud bukan seorang gadis. Melainkan seorang janda yang sudah berumur. Tentu saja bukan Lona itu yang Marcello cari.
Di cafe milik Riki
Malam minggu membuat cafe Riki penuh dengan pengunjung. Cafe Riki memang sangat asik untuk di jadikan tempat nongkrong bagi para muda mudi. Suasana nya sangat nyaman, para pengunjung di suguhan kan dengan live musik dan makanan yang mereka hidangkan sangat enak cocok di lidah para pengunjung.
Karena semua kursi di cafe itu sudah penuh mau tak mau Marcello memilih duduk di ruang khusus yang sering mereka gunakan pada saat susana cafe ramai seperti ini.
Suara decitan pintu mengalihkan perhatian Marcello dan Riki pada daun pintu itu. Nampak Viona masuk ke dalam dengan membawa makan di atas baki yang ia pegang di tangan kiri nya. Viona duduk di samping Riki dan meletakkan makan itu di atas meja. Dan Riki kembali melanjutkan pembicaraan nya dengan Marcello yang sempat terhenti karena kedatangan Viona.
" Jadi bagaimana hasil pencarian mu? " Tanya Riki merujuk pada pencarian Marcello pada Illona
" Ya, bagaimana lagi? Aku tidak menemukan petunjuk " Marcello mengangkat bahu nya
" Bagaimana dengan mu, apa dia ada menghubungi mu? " Marcello beralih menatap Viona yang sedang menikmati cemilan yang ia bawa tadi
" Lona? " Tanya Viona " Tidak ada, mungkin dia sedang sibuk " Ya Viona yang tahu siapa Illona sebenarnya, berpikir jika sekarang gadis itu pasti sedang sibuk karena pekerjaan nya yang pasti sangat banyak.
" Apa kau mencari nya? " Tanya Viona tanpa menunggu Marcello menjawab Viona sudah tahu pasti jawaban nya ' ya '
" Tapi sayang tidak membutuhkan hasil. Tidak ada yang bernama Lona di sana. Apa alamat itu salah? " Seru Riki
" Alamat? Memang kemana kalian mencari nya? " Tanya Viona menautkan ke dua alis nya
__ADS_1
Marcello menyodorkan kertas di atas meja mengarah ke arah Viona. Viona mengambil kertas itu yang tertera alamat rumah seseorang di sebelah desa yang jauh dari kota mereka tinggal saat ini. Viona tersenyum miring membaca alamat itu di kertas itu.
" Tentu saja kalian tidak akan menemukan dia di sana " Viona mengembalikan kertas itu ke atas meja dan kembali memakan cemilan nya
" Maksudnya? " Tanya Marcello dengan wajah serius
" Ya karena itu bukan tempat tinggal Lona "
" Kau tahu di mana dia tinggal? " Tanya Marcello menatap Viona, jika gadis di depan nya ini tahu kenapa ia tidak bertanya pada nya dari kemarin kemarin. Marcello menyesal karena tidak berpikir ke arah sana. Secara Viona sangat dekat dengan Illona, pasti Viona tahu tentang Illona bukan.
Viona diam, ia tidak menjawab. Antara tahu dan tidak, ia tahu negara mana Illona berasal namu ia tidak tahu alamat rumah Illona.
" Honey apa kau tahu di mana Lona tinggal? " Tanya Riki saat Viona hanya diam saja, ia berpikir Viona tidak mau memberi tahu di mana keberadaan Illona pada Marcello " Honey, jika kau tahu di mana ayo katakan " Pinta Riki
" Aku tidak tahu alamat rumah nya, yang aku tahu dia tinggal di luar negeri " Penuturan Viona membuat Riki dan Marcello tak percaya begitu saja
" Apa kau yakin? Apa dia benar-benar tinggal di sana? " Tanya Marcello
" Di mana? " Tanya Riki
" Di Paris " Seru Viona ringan
Melihat Riki dan Marcello hanya diam dan saling pandang seolah olah mengatakan jika mereka tidak percaya Viona pun menghela napas panjang. Viona sendiri baru bisa bernapas lega saat tidak ada tuntutan dari kakak Illona, berarti di sana baik baik saja. Awal nya Viona sangat cemas akan dapat amukan dari kakak kakak Illona saat terjadi kecelakaan pada Illona. Pasal nya Viona sudah mendapatkan amanat dari kakak Illona untuk menjaga Illona selama di sini. Tapi ia malah tidak bisa menjalankan tugasnya nya dengan baik. Walaupun sebenarnya bukan kesalahan nya, siapa yang akan tahu nasib buruk seseorang akan terjadi. Tapi ia tetap merasa bersalah.
" Apa kalian tidak percaya ? " Marcello dan Riki ragu ragu mengangguk
" Pada kenyataannya memang begitu. Apa kalian tidak lihat, wajah Lona itu bukan wajah milik wanita Indonesia? Ah, benar kalian tidak lihat, secara kan Lona menutupi nya " Seru Viona lagi
Marcello dan Riki sama sama berpikir, mengingat wajah Illona. Setelah di ingat benar juga, Illona memiliki hidung yang mancung kulit putih. Gaya bicara juga berbeda, walaupun Illona pasih berbicara dengan bahasa Indonesia namun ada sedikit berbeda.
__ADS_1
Saat Marcello ingin bertanya lagi, tiba-tiba ponselnya berbunyi. Marcello melihat layar ponsel nya, tidak ada nama hanya sebuah nomor yang tidak ia kenal. Marcello sangat malas menanggapi jika ia tidak mengenal siapa itu, ia beranggapan itu nomor salah sambung atau orang iseng saja. Tapi tunggu dulu, sebelum ia mengabaikan panggilan itu Marcello kembali melihat nomor itu baik baik. Itu sebuah panggilan dari luar negeri, Marcello menatap Riki dan Viona setelah melihat layar ponsel nya.
" Angkat saja siapa tahu itu penting " Seru Riki menyadari arti tatapan Marcello
" Ya benar, siapa tahu itu kabar baik yang ingin kita ketahui " Tambah Viona
Marcello pun menurut dan menerima panggilan itu yang merupakan panggilan ke dua, setelah panggilan yang pertama tidak di angkat.
" Halo " Terdengar suara seorang gadis dari seberang sana
Marcello terdiam mendengar suara yang ia rindukan. Ia melihat Riki dan Viona bergantian.
" Halo " Kembali suara gadis itu menyadarkan Marcello
" Halo Cello. Ini aku, Lona "
" Ya, Lona " Marcello melihat dua orang di depan nya " Bagaimana keadaan mu? " Tanya Marcello
" Aku baik. Kau sendiri? " Illona balik bertanya
" Ya, aku juga baik "
" Cello, ada yang ingin aku tanya kan pada mu "
Marcello menautkan ke dua alisnya berpikir apa yang akan Illona tanya kan " Katakan saja apa yang ingin kau tanya kan " Seru Marcello
" Itu, tenang penyataan perasaan mu "
bersambung...
__ADS_1
❄❄❄
minta like nya ya