
Happy Reading
Tangisan Illona membuat semua salah paham dengan pikiran masing-masing. Riki mengira jika Illona menangis karena Viona telah menyinggung nya. Sedangkan Viona mengira jika itu karena Evan lebih memilih Illona Smith ketimbang Lona. Olivia hanya diam memperhatikan mereka. Marcello tak tahu harus bereaksi seperti apa, melihat Illona yang mabuk seperti itu ia merasa lucu nama ia juga prihatin dengan kisah cinta Illona yang bertepuk sebelah tangan. Akhirnya ia hanya bisa mendes*h pelan yang juga di iringi oleh des*han Tama. Marcello memilih diam dan menyimak curhatan gadis itu, seperti nya sangat menyenangkan melihat ke dua gadis itu mabuk.
" Sudah, jangan menangis " Viona mencoba menenangkan Illona dengan setengah kesadaran nya yang sudah mabuk " Illona Smith itu memang cantik, sebaiknya kamu mundur saja " Seru nya lagi
Illona menggeleng " Aku dan dia itu sama " Seru Illona dan langsung menjatuhkan kepala nya di pundak Viona dan perlahan memejamkan mata nya
" Aku punya banyak teman pria tampan, nanti aku akan mengenalkan mereka pada mu " Seru Viona
" Jangan pria seperti mereka " Timpal Olivia mengarahkan pandangan nya pada Riki dan Tama dengan tatapan sinis
" Apa maksud mu? " Tanya Tama tak terima sedang kan Olivia hanya diam tak perduli dengan tatapan tak suka dari Tama
Mereka selalu saja bertengkar saat bertemu, Olivia sangat tidak menyukai Tama dan Riki karena kelakuan buruk mereka yang suka gonta-ganti wanita. Olivia sempat menentang hubungan Viona dan Riki, namun apalah daya dia tidak memiliki hak untuk melarang mereka. Viona menyakinkan Olivia jika Riki sudah berubah dan tulus dengan nya. Olivia pun hanya memberi ancaman pada Riki, jika ia menyakiti Viona maka ia yang akan turun tangan langsung.
" Dia kekasih ku, kau jangan seperti itu pada nya " Seru Viona menatap Riki dan tersenyum penuh cinta dan di balas senyum manja oleh Riki
Riki merentangkan tangan nya meminta Viona memeluk nya. Viona sedikit bergeser ingin memeluk Riki membuat Illona yang sedang merebahkan kepala nya di pundak Viona langsung terhuyung ke belakang dan terjatuh ke sofa yang mereka duduki. Sedangkan Viona belum sempat memeluk tubuh Riki karena Tama yang berada di samping Riki langsung menyambut rentangan tangan Riki, Tama mengantikan Viona memeluk Riki.
__ADS_1
" Kau, kau mengambil kekasih ku " Seru Viona mencebikan bibir nya
" Aku tak akan membiarkan kalian bermesraan di depan kami " Tama menjulurkan lidah nya meledek Viona, ia malas melihat pasangan bucin itu bermesraan
" Aku tak menyangka jika kalian.... " Seru Illona setelah ia bangkit dari jatuhnya dan melihat Tama dan Riki yang berpelukan, ia menutup mulut nya dan menggeleng seolah Riki dan Tama pasangan
" Kak Vio, jangan bersedih ya. Masih banyak pria normal di luar sana " Hibur Illona menepuk pundak Viona seolah memberi semangat
Riki mendorong tubuh Tama dari nya dan bergendik ngeri. Tama melebar kan mata nya mendengar ucapan Illona, gadis mabuk ini sungguh keterlaluan pikir nya.
" Kalian sungguh keterlaluan, teganya menyakiti kak Viona. Kau.. " Tunjuk Illona pada Riki " Aku akan membawa kak Viona menjauh dari mu dan membuat mu menyesal " Illona menatap Riki kesal
" Kak Vio tentang saja, aku punya kenalan pria tampan dan kaya. Nanti akan aku kenalkan pada kak Vio. Atau kak Vio dengan kakak ku saja, aku punya satu kakak yang masih single. Ia sangat tampan dan mapan, dia mah lewat " Rujuk Illona pada Riki
Olivia, gadis dingin itu ingin tertawa mendengar perkataan Illona, ia merasa lucu. Baru saja tadi Viona yang mau mengenalkan Illona dengan pria tampan tapi sekarang malah Illona yang berbalik mau mengenalkan Viona dengan pria tampan dan kaya. Ke dua gadis mabuk itu sangat menggelikan.
Riki meringis mendengar perkataan Illona ia tidak mau sampai itu terjadi dan ia menyudahi acara ini, dan hendak membawa Viona pulang.
" Sudah, seperti nya mereka sudah sangat mabuk. Aku akan membawa mereka pulang, Elsa tolong kau bantu bawa Lona ke dalam mobil ku, aku yang akan mengantarkan mereka pulang " Riki meminta Olivia membawa Illona ke dalam mobil, Riki sendiri mengendong Viona yang mabuk
__ADS_1
Sepanjang jalan menuju keluar dari klub, Illona terus berceloteh menawarkan Viona pria tampan. Membuat Marcello dan Tama yang berjalan di belakang mereka menggelengkan kepala.
Sampai di mobil, Riki memasukkan Viona di kursi penumpang. Olivia memasukkan Illona di kursi belakang dan ia ikut duduk di samping Illona. Ia kan pulang ke rumah Viona untuk mengurus ke dua gadis itu. Kebetulan tadi juga ia datang tidak membawa kendaraan karena ia memang akan mengikuti Viona pulang dan menginap di rumah Viona.
" Kak Vio, kau tak percaya jika aku punya kakak tampan? Aku punya foto nya, akan ku tunjukkan pada mu " Masih terdengar celotehan Illona, dan terlihat Illona mencari tas nya dengan linglung untuk mengambil ponsel nya dan menunjukkan foto kakak tampan nya namun ia tidak menemukan tas nya di sana.
Tama mendekati mobil Riki, ia mengetuk jendela pintu mobil. Riki menurunkan jendela dan Tama menyerahkan paper bag milik Viona dan tas milik Illona pada Riki kemudian ia berpamitan untuk kembali masuk ke dalam klub karena ia masih memiliki pekerjaan di sana. Sedangkan Marcello sudah menjalankan mobil nya meninggalkan area klub.
Malam pun telah berganti pagi, Viona terbangun karena mendengar suara kokokan ayam tetangga yang menandakan hari sudah pagi. Ia duduk dan memegang kepala nya yang masih terasa pusing. Ia menoleh kesamping di mana di sebelah nya ada seorang gadis yang masih terlelap dalam tidur nya.
Viona menatap gadis itu terkejut kemudian ia mengusap ke dua matanya kemudian melihat gadis itu yang masih tertidur di kasur nya. Merasa seperti halusinasi ia pun menggeleng kepala dan memukul kecil kepala nya. Ia berpikir jika apa yang ia lihat adalah efek dari pusing nya. Namun setelah melakukan hal itu apa yang ia lihat masih sama tidak berubah.
Terdengar suara decitan pintu dan terlihat seorang gadis tomboy masuk ke dalam kamar dengan keringat masih melekat di tubuh nya. Gadis itu mengenakan baju kaos putih dan training panjang, ketara jika gadis itu baru selesai melakukan joging. Gadis tomboy itu sudah terbiasa melakukan itu setiap pagi, dia sangat pecinta olahraga.
Viona melihat gadis itu dan kemudian kembali beralih melihat gadis yang masih terbaring di kasur nya tertidur dengan nyaman.
bersambung dulu ya
✨✨✨
__ADS_1
minta like nya ya