
Part~9
Mendengar ancaman lqbal, Bella langsung
kembali berlari menuju tempat rahasia lqbal
dan teman-temannya.
"Ini." Bella menyerahkan jus kepada lqbal
dengan napas yang terengah-engah.
Kamu benar-benar berlari?" tanya lqbal.
"Tentu saja. Ini ambilah."
"Terimakasih atas jusnya. Oya, kenapa tadi
kamu terlambat? Andai saja kamu terlambat
satu menit saja aku tadi sudah bersiap
menelpon Kathryn untuk mengatakan apa
yang aku lihat," ungkap lqbal.
"Kumohon jangan lakukan itu. Aku berjanji
aku tidak akan terlambat lagi." pinta Bella.
"Bagus. Tapi, kenapa terlambat? Apa yang
kamu lakukan?"
"Tadi aku melihat salah satu siswa sekolah
ini di ganggu oleh beberapa siswa lainnya.
Aku yang melihat itu langsung berusaha
menghentikan mereka, tapi mereka malah
mendorong aku hingga aku terjatuh, jelas
Bella.
"Apa? Mereka mendorong kamu? Berani
sekali mereka menyentuh babu aku."
Wah dia benar-benar luar biasa! Ku pikir dia
mengkhawatirkan aku, tapi dia hanya
mengkhawatirkan babunya saja. Bella,
sadarlah!' Batin Bella berbicara.
"Tidak papa! Aku baik-baik saja," ucap Bella.
"Kurasa tidak. Duduklah!" titah lqbal.
"Kenapa?
"Duduk saja!" lqbal memaksa Bella untuk
duduk di sofa, sedangkan lqbal pergi
mengambil kotak P3K yang ada di dalam
lemari.
Iqbal datang menghampiri Bella kembali dan
langsung mengobati luka yang ada di lutut
Bella akibat dorongan keras yang ia terima
tadi.
"Hey.. apa yang kamu lakukan?" tanya Bella
merasa tak nyaman dengan tindakan lgbal.
"Kamu tidak bisa melihat apa yang aku
sedang lakukan? Aku sedang mengobati luka
kamu! Kakimu berdarah," ujar lqbal.
"Emm..kamu tidak perlu melakukan itu. Aku
bisa sendiri," sahut Bella berusaha
menghentikan tindakan lqbal.
"Diam"
Bella pun terdiam.
Iqbal mengobati luka yang ada di lutut Bella
dengan hati-hati. Sesekali Bella menatap
lqbal dengan seksama, sambil berpikir
Tentang apakah benar lqbal adalah salah
satu dari pelaku bully di sekolah.
Apa pemuda seperti lqbal ini benar-benar
seorang pelaku bully? Rasanya sangat tidak
mungkin. Tapi, aku tidak boleh terpengaruh
dengan kaadaan. Aku harus bisa mengontrol
semuanya, dan aku juga harus fokus dalam
__ADS_1
memenuhi tujuan aku, ucap batin Bella.
"Selesai. Bagaimana sekarang? Apa kakimu
baik-baik saja?" tanya lqbal.
Bella menggangguk kecil.
"Baguslah." Iqbal merasa puas. "Wah, sudah
jam segini saja? Hey aku harus pergi ke
Suatu tempat dulu, jika kamu ingin pergi ke
kelas kamu pergi saja. Kelasmu akan dimulai
lima menit lagi. Aku pergi." Dengan
terburu buru lqbal meninggalkan tempat itu.
Ketika lqbal tlah pergi Bella mengambil
kesempatan itu untuk mencari segala
informasi tentang geng Kathryn, dan tentu
saja tentang David juga.
Bella mencari kesana kemari hingha
akhirnya ia mendapatkan arsip yang
berisikan semua informasi tentang semua
murid yang ada disekolah.
Dengan cepat-cepat tetapi teliti Bella
mencari informasi tentang Kathryn terlebih
dahulu, kemudian menyatatnya di sebuah
kertas kemudian meletakkan kembali arsip
itu kepada tempatnya.
"Aku segera pergí sekarang, jika tidak bisa-
bisa aku dikeluarkan di hari pertama ini."
Bella berlari meninggalkan tempat itu
menuju kelasnya.
Dengan susah payah akhirnya Bella sampai
dikelasnya dengan tepat waktu, dan ia pun
bisa belajar di hari pertama.
berbunyi dan saat itu juga semua murid
berhamburan keluar sekolah dengan buru\-
buru, dan salah satunya tidak lain adalah
Kathryn dan kedua temannya.
"Cupu! Tunggu!" Kathryn menghentikan Bella
dengan menahan tasnya.
Dengan memasang wajah pura\-pura takut
Bella bertanya. "Ada apa?
"Bagaimana hari pertama loe disini? Bagus?
Tentu saja bagus, di hari pertana loe udah
main\-main sama lqbal. Biar gue tanya
sesuatu, loe apain lqbal sampai\-sampai lqbal
ambil loe buat jadi babu dia?" tanya Kathryn.
"Aku tidak melakukan apa\-apa,"jawab Bella.
Mendengar jawaban Bella tiba\-tiba saja
dengan segaja Kathryn mendorong Bella
hingga ia kembali jatuh tersungkur ke tanah.
"Awww" rintih Bella kesakitan.
"Dengarin ini baik\-baik ya! Dengan loe jadi
babu lqbal bukan berarti loe bisa jadi
__ADS_1
pacarnya dia! Paham loe?" tanya Kathryn
sambil mencengkram keras dagu Bella.
"Kathryn.. aku tidak pernah bisa berpikir
seperti itu," jelas Bella.
"Loe pikir gue nggak tahu apa aja yang
terjadi di ruangan itu, hah? Ini apa? Plaster
ini!" Dengan amarah Kathryn melepaskan
plaster yang tadi di pasangankan oleh lqbal
untuk menutup luka Bella.
"Awwww, sakit ..." rintih Bella kesakitan.
Di tengah keributan itu seorang Guru
berwajah tampan pun datang kepada
mereka dan meminta agar Kathryn
menghentikan tindakan tidak baiknya. Guru
itu bernama Pak Bima. Pak Bima merupakan
Guru paling muda di sekolah itu.
"Hey ... kalian, hentikan!" titahnya.
"Kenapa aku harus hentikan, Pak? Gadis ini
harus di pelajaran," sahut Kathryn.
"Yang bertugas memberikan pelajaran disini
para Guru bukan murid sesama murid!
Kathryn, lepaskan Bella atau kamu akan
Bapak beri surat teguran," ancam Pak Bima.
Dengan cepat Kathryn melepaskan Bella dan
kini beralih kepada Pak Bima.
"Bapak bilang apa? Mau memberikan aku
surat peringatan? Apa Bapak cari mati?
Jangan pikir aku takut dengan hal semacam
itu, aku bisa saja membuat Bapak di tendang
keluar dari sini saat ini juga," ungkap
Kathryn.
"Kalau begitu lakukan saja," sahut Pak Bima.
"Apa?"
"Lakukan! Tendang saja Bapak keluar dari
sini, lalu setelah itu Bapak akan
memberitahu kedua orangtua kamu tentang
tindakan bully yang selalu saja kamu lakukan
disini, dan bagaimana jika sampai hal ini
Bapak bawa ke jalur hukum? Bukankah itu
akan membuatmu di tahan? Kathryn, Bapak
akan berikan kamu kesempatan. Pergilah
sekarang!" titah Pak Bima.
Kathryn terdiam tak bisa berkutik lagi,
kemudian ia pun memilih untuk pergi dikuti
oleh Stela dan Lisa di belakang.
bersambung
__ADS_1
jangn lupa vote x yah😢😭like and coment x juga
.