
Happy Reading
Ivanka masuk ke dalam mobil nya, ia menutup pintu mobil dengan keras. Ia membanting tas nya ke kursi di sebelah nya dan juga ia memukul mukul stir mobil nya melampiaskan kemarahan nya. Ia tidak terima dengan apa yang terjadi pada nya di dalam restoran tadi.
" Kurang ajar. Berani berani nya gadis cupu seperti nya merebut Cello dari ku " Ia sangat marah pada Illona yang sudah merebut Marcello dari nya
" Lihat saja apa yang akan aku lakukan padu mu gadis cupu. Kau akan menyesal telah berani merebut Cello dari ku " Ivanka tersenyum jahat
" Dia milik ku, hanya aku yang pantas bersanding dengan nya. Aku akan merebut nya kembali " Seru nya dengan senyum licik terlukis di bibir nya
Ivanka menyenderkan punggung nya menyusun rencana untuk merebut Marcello. Selagi memikirkan sesuatu ia melihat Marcello dan Illona yang ke luar dari dalam restoran itu. Tatapan mata nya tajam seolah mampu menusuk tubuh Illona yang sedang ia tatap. Sebuah seringai terbit di wajah nya.
-------
Di dalam mobil Illona dan Marcello hanya diam saja. Tidak ada obrolan untuk menemani perjalanan pulang mereka.
Marcello sesekali melirik pada Illona yang pandangan nya lurus ke depan. Ia berpikir Illona pasti sedang marah pada nya saat ini karena sudah melibatkan diri nya tadi. Marcello pun berdehem untuk mengalihkan perhatian Illona ke pada nya dan memulai percakapan.
" Lona sekali lagi maaf atas kejadian tadi " Ucap Marcello pelan tapi masih bisa di dengar jelas oleh Illona " Apa kau marah? " Tanya nya dan melihat sekilas pada Illona yang sekarang juga melihat nya, kemudian ia kembali melihat ke depan karena ia harus fokus melihat jalan.
" Tidak masalah, aku tidak marah. Santai saja " Illona tertawa kecil " Aku sudah terbiasa menghadapi kasus seperti ini " Tambah Illona sambil menatap lurus ke depan
" Sudah terbiasa? " Tanya Marcello dengan wajah heran
" Ya, dulu aku sering melakukan nya untuk membantu Evan. Menjauhkan para wanita yang ingin mendekati nya " Illona tersenyum mengingat masa masa ia berpura-pura menjadi kekasih Evan hanya untuk menyingkirkan para wanita dari Evan. Namun lama ke lamaan senyum cerah nya berubah menjadi senyum getir.
__ADS_1
Bagaimana tidak, ia sangat berharap suatu saat ia dan Evan akan benar-benar bersatu, tapi nyata nya?
Bukan nya Illona menuntut timbal-balik dan bukan juga tidak ikhlas membantu Evan. Tapi tidak salah juga kan ia yang berharap mendapat cinta nya Evan.
" Kau mencintai nya? " Tanya Marcello sedikit melirik Illona
" Ya " Jawab Illona mantap, pandangan nya masih lurus ke depan.
Mendengar jawaban Illona, seketika Marcello menjadi lesu. Namun saat Illona melanjutkan kata katanya, senyum pun tersungging dari bibir nya.
" Tapi itu dulu, sekarang aku sedang berusaha melupakan nya. Semoga saja aku bisa melupakan nya dengan cepat " Illona tersenyum paksa
" Semoga kau bisa melupakan nya dengan cepat agar aku bisa masuk ke dalam hidupmu " Gumam Marcello dalam hati
" Lalu bagaimana dengan mu? " Kini Illona menatap Marcello dan bertanya mengenai diri nya " Oh aku tebak, pasti wanita tadi itu kekasih mu " Tebak Illona masih melihat wajah Marcello dari samping
" Ah ya mantan kekasih mu. Dia sangat mencintai mu, begitu kuat usaha nya untuk bisa kembali pada mu. Kenapa kamu tidak mau kembali? Dia cantik juga loh " Goda Illona di akhir kalimat nya
Marcello tertawa mendengar penuturan Illona kemudian ia menggeleng.
" Apa seperti itu yang kamu lihat? " Tanya Marcello melihat wajah Illona sekilas
" Tidak, dia tidak benar-benar mencintai ku. Yang ia cintai hanya uang ku saja " Terlihat ada kerutan di dahi Illona
" Bukan kan kau sendiri yang mengatakan jika dia cantik hanya karena dempulan saja? " Marcello teringat akan kata kata Illona yang mengatakan Ivanka cantik karena dempulan, ia tertawa mengingat itu.
__ADS_1
" Iya juga sih. Tapi yang aku katakan itu benar, wajah nya cantik karena terbantu oleh polesan make up saja. Coba kalau tidak " Illona langsung menutup mulut nya dan melirik Marcello takut Marcello tersinggung
Illona berdehem untuk mengalihkan rasa tak nyaman nya. Kemudian ia kembali bertanya mengenai hubungan Marcello dengan wanita itu. Entah kenapa ia merasa penasaran dan tertarik ingin mengetahui jalan percintaan Marcello. Padahal selama ini ia tidak pernah ingin ikut campur urusan orang lain.
" Lalu kenapa dulu kau bisa mencintai nya? " Tanya Illona kepo
Awal nya Marcello diam saja, ia menimbang apakah ia harus bercerita atau tidak. Namun setelah di pikir pikir akhirnya Marcello pun bercerita.
" Dulu dia gadis polos, baik dan perhatian. Awal awal kami pacaran tidak ada masalah. Dia sangat pengertian tidak banyak menuntut dengan aku yang sibuk dengan pekerjaan ku. Satu tahun kami pacaran dia mulai banyak permintaan, aku yang mencintai nya selalu menuruti semua keinginan nya. Itu semua sebagai wujud cinta ku pada nya, namun semakin aku menuruti dan memenuhi keinginan nya dia semakin banyak mau nya. Tapi aku tetap menuruti nya, membelikan nya apartemen, mobil, barang barang branded dan apa saja yang ia mau. Hingga ke dua sahabat ku datang dan memberi pencerahan. Tapi aku yang mencintai dia tidak percaya dan tidak perduli dengan apa yang di katakan oleh sahabat ku, sampai pada akhirnya aku mendengar dan melihat sendiri dengan mata kepala ku bahwa apa yang di katakan oleh ke dua sahabat ku itu benar. Jika wanita itu hanya memanfaatkan ku saja. Dia hanya menginginkan uang ku saja, selain berpacaran dengan ku ternyata dia juga memiliki kekasih di belakang ku. Kesibukan ku bekerja menjadi kesempatan untuk nya berkhianat " Papar Marcello dengan tersenyum menertawai kebodohan nya sendiri
" Lalu sekarang dia kembali, mungkin dia sudah menyesali perbuatan nya " Seru Illona
Marcello menggeleng dan tertawa renyah. Dan Illona mengernyit.
" Tidak, dia kembali masih dengan niat yang sama "
" Maksud mu? " Illona masih tidak mengerti
" Aku sudah menyelidiki nya. Dia kembali karena perusahaan kekasih nya dalam ambang kebangkrutan. Dia tidak mau hidup susah maka dari itu dia ingin kembali pada ku. Yang ia pikir aku masih mencintai nya dan akan senang hati menerima nya kembali " Penjelasan Marcello membuat Illona tercengang
Illona tidak heran dengan orang yang hanya mengincar harta atau uang saja. Karena di sekeliling nya saja banyak yang seperti itu. Berteman dengan nya hanya karena ia anak orang kaya, berpacaran dengan nya hanya ingin menaikan reputasi perusahaan keluarga dan sebagainya. Namun ia tidak habis pikir ada orang yang tidak tahu malu seperti Ivanka. Setelah menguras uang dan pergi dengan pria lain kini ia kembali lagi sesuka hati nya.
Perjalanan pulang di isi dengan cerita masa lalu Marcello. Dan tak terasa perjalanan yang memakan waktu dua jam itu pun terasa hanya sebentar bagi mereka yang asik bercerita. Kini mobil Marcello berhenti di depan rumah kontrakan Illona. Illona turun yang sebelumnya ia sudah berterimakasih terlebih dahulu.
bersambung...
__ADS_1
❄❄❄
minta like nya ya