
Happy Reading
Kecewa dan marah itu lah yang Marcello rasakan saat ini. Ia tak menyangka jika saat ini ia mengalami kekecewaan lagi. Baru saja ingin memulai, namun ia di hadapi oleh kenyataan yang menyakitkan. Itu lah yang ada dalam pikiran Marcello.
Tak ingin emosi nya meluap di depan umum Marcello memilih meninggalkan tempat itu, meninggalkan Illona sendiri. Hati nya sangat sakit menerima kenyataan jika Illona juga menghianati nya.
Bergegas Marcello masuk ke dalam mobil nya dan melakukan mobil nya dengan segera tanpa menghiraukan Illona yang berlari mengejarnya. Marcello melihat Illona yang terjatuh namun ia tak perduli. Rasa kecewa nya menguasai hati dan pikiran nya.
" Kenapa kau lakukan ini pada ku, Lona, kenapa? " Marcello memukul stir mobil nya
" Aku pikir kau berbeda, tapi ternyata aku salah. Kau sama saja dengan mereka " Desis Marcello
Mobil yang di kendarai Marcello perlahan berhenti di area parkir khusus. Ia keluar dari mobil dan menghempaskan pintu mobil dengan kasar. Beruntung pintu mobil malang itu terbuat dari besi jika terbuat dari kayu pasti pintu itu sudah terlepas dari engsel nya.
Marcello masuk ke dalam perusahaan dengan wajah dingin membuat karyawan yang berpapasan dan melihat nya menjadi ngeri. Selama ini walaupun Marcello dingin, arogan dan sombong tapi ia tidak pernah menampakkan wajah seperti sekarang ini.
-------------------
Illona yang tak sengaja tersandung oleh batu, terjatuh saat mengejar Marcello. Ke dua telapak tangan nya terluka akibat tangan nya menopang tubuh nya agar tidak ikut terjatuh ke aspal.
" Ih.. Ih.. Ih, kasihan sekali " Ejek seorang wanita pad Illona
Illona yang masih berjongkok hendak berdiri menengadahkan kepala nya untuk melihat siapa yang sudah mengejek nya. Illona mendengus melihat wanita yang berdiri di samping nya dengan menetap nya penuh ejekan.
" Bagaimana rasanya di campakkan? " Ejek wanita itu
" Untuk apa kau bertanya itu, bukankah kau sendiri sudah pernah merasakan nya, nona Ivanka " Illona berdiri menghadap wanita itu
Ivanka terdiam sesaat, namun itu tak lama. Ia kembali mencela Illona, ia tidak ingin mengakui jika ia kalah apa lagi kalah dengan gadis cupu.
__ADS_1
" Hahaha, seorang Ivanka tidak pernah di campakkan. Hah akhirnya Marcello sadar juga, meninggalkan gadis cupu seperti mu ini merupakan keputusan yang sangat tepat " Ivanka tertawa meremehkan Illona
" Apa kau punya cermin di rumah? Sebaiknya kau pulang ke rumah dan bercerminlah. Lihat diri mu " Ivanka memegang rambut yang terkepang milik Illona dan mencubit kecil kemeja Illona dengan jijik
" Dandan seperti ini ingin mendapatkan pria keren seperti Marcello. Mimpi saja kau " Ivanka menilai penampilan Illona
" Bukan urusan mu " Ketus Illona
" Lona... Lona, Marcello sudah tidak menginginkan mu lagi. Sebaiknya kau jangan buang buang tenaga mu untuk mengejar Marcello lagi "
" Jangan sok tahu " Kesal Illona berbalik ingin segera meninggalkan Ivanka
" Tentu saja aku tahu, bukti nya sekarang Marcello pergi begitu saja meninggalkan mu tanpa perduli dengan teriakan mu itu. Itu sudah cukup untuk mengatakan jika Marcello tidak ingin melihat mu lagi " Ivanka mencoba untuk memprovokasi Illona
Illona tidak memperdulikan perkataan Ivanka, ia terus berjalan menuju motor nya dan segera meninggalkan tempat itu.
-----------------------
Entah sudah berapa puluh kali Illona mencoba menghubungi Marcello, namun tak sekali pun Marcello merespon. Pesan yang di kirim kan Illona pun tidak di baca.
Sudah dua hari Illona tidak menghubungi Marcello, ia memberi kesempatan Marcello untuk tenang. Mungkin itu yang di butuh kan Marcello saat ini, pikir Illona. Ia akan mencoba menghubungi Marcello lagi jika emosi Marcello sudah stabil.
Illona berencana akan menghampiri Marcello ke kantor nya nanti. Ia harus menyelesaikan kesalahpahaman ini dan ia juga akan memberitahu jati diri nya nanti.
Hari ini Illona memiliki jadwal di One Entertainment. Ini adalah kegiatan terakhir nya karena acara ajang pencarian bakat yang ia juri-i sudah memasuki babak final.
Illona akan berbicara pada Marcello nanti pada saat acara selesai. Illona yakin Marcello pasti akan hadir di acara itu, karena sebagian penanggung jawab acara itu Marcello harus hadir di sana apa lagi ini sudah babak final yang artinya acara juga akan di tutup hari ini juga. Sebagaimana Marcello yang membuka acara maka dari itu Marcello juga yang akan menutup acara nya.
Sore hari Illona sudah berada di gedung One Entertainment, ia sedang menganti gaun nya setelah selesai make up. Hari ini Illona berdandan sangat cantik, karena hari ini hari yang sangat spesial. Ia akan menemui Marcello dengan penampilan sebagai Illona Smith yang sangat cantik dan mempesona.
__ADS_1
" Waw bu Lona sangat cantik " Puji Sari apa ada nya
" Mata mu memang bagus, Sari " Illona merapikan gaun nya di depan cermin
" Tentu saja mata ku masih bagus " Sari mengerucut kan bibir nya, menyesal sudah ia sudah memuji bos nya itu. Bos nya ini sangat sombong dan percaya diri sekali jika sudah menjadi Illona Smith seperti ini. Sari sangat bingung dengan karakter bos nya itu, ia seperti memiliki dua kepribadian ganda. Lona cupu sangat baik, ramah dan perhatian. Sedangkan Illona Smith sangat sombong, acuh berbanding terbalik dengan Lona cupu. Untung nya seiring waktu ia bersama Illona, ia sudah terbiasa dengan sifat Illona.
" Bu pasti ada kan produser yang menawarkan ibu untuk menjadi artis mereka? " Tanya Sari
" Tentu "
" Tapi aku tidak pernah melihat wajah ibu di serial televisi " Sari mengingat ingat
" Karena aku bukan artis dan tidak pernah membintangi sebuah film "
" Ibu menolak tawaran produser? " Tanya Sari terkejut dan di angguki Illona
Kalau itu Sari sudah pasti ia akan menerima tawaran produser.
" Kenapa? " Tanya Sari penasaran
" Pekerjaan ku sudah banyak " Jawab Illona singkat dan Sari mengangguk membenarkan
Illona bukan orang sembarangan, ia memiliki usaha yang maju. Ia juga seorang top Model, dan itu sebagian yang Sari tahu. Itu saja sudah menguras waktu dan tenaga, jika Illona juga menjadi artis pasti ia tidak memiliki waktu untuk istirahat. Sudah bisa Sari bayangkan bagaimana sibuk nya Illona.
bersambung....
❄❄❄
minta like nya ya
__ADS_1