
Happy Reading
Langit yang gelap, pencahayaan yang tamara dan dengan latar menara Eiffel membuat suasana menjadi romantis untuk ke dua insan yang sedang merasakan jatuh cinta itu. Banyak nya orang yang berlalu lalang di sekitar mereka tidak membuat mereka melepaskan tautan bibir mereka yang saling menyesap.
Mereka dua insan yang sedang kasmaran dan sedang dalam dunia mereka sendiri. Mereka tidak memperdulikan orang orang sekitar. Dunia ini serasa milik mereka dan orang orang itu hanya menumpang pada mereka.
Marcello melepaskan tautan nya karena merasa Illona sudah kehabisan napas. Illona masih payah dalam hal ini. Marcello menangkup wajah Illona dengan ke dua tangan besar nya. Kening mereka saling menempel, Illona memegang ke dua tangan Marcello yang ada di depan wajah nya. Napas Illona masih memburu.
Kemudian Marcello menjauhkan wajah nya untuk melihat wajah cantik Illona. Mata nya menyelusuri setiap inci wajah Illona. Mulai dari mata indah yang di hiasi bulu lentik turun ke hidung mancung Illona dan akhirnya berhenti di bibir ranum miliki Illona yang baru saja ia cicipi.
Bibir itu sangat menggoda, ia ingin terus merasakan manis nya bibir itu. Ini akan menjadi candu nya mulai saat ini. Marcello mengelus bibir ranum Illona dengan ibu jari nya dengan lembut.
" Astaga " Seru Marcello menyugar rambut nya ke belakang
" Ada apa? " Tanya Illona heran
" Kau membuat ku gila "
" Hah? Maksudnya? " Illona bingung dengan Marcello
" Ini.. Ini " Marcello menyentuh bibir ranum Illona " Bibir ini sudah membuat ku candu. Aku tak tahan melihat bibir mu ini, membuat ku ingin terus merasakan nya "
" Ke..Kenapa kau bisa jadi mesum seperti ini? " Wajah Illona memerah karena malu, ia membuang muka ke samping
" Aku tidak mesum, tapi aku mengatakan yang sebenarnya. Bibir mu sangat manis, oh astaga aku bisa gila " Marcello menarik dagu Illona untuk menghadap nya dan ia kembali melihat bibir Illona yang sangat menggoda untuk di sentuh lagi
Tanpa aba aba Marcello kembali menyatukan bibir mereka dan merasakan kembali manis nya bibir ranum Illona. Illona yang tidak siap terhuyung ke belakang. Dengan sigap Marcello melingkar kan satu tangan nya ke pinggang Illona untuk menahan tubuh Illona agar tidak jatuh ke belakang. Dan satu tangan lagi memegang tengkuk Illona untuk memperdalam ciuman mereka.
Kali ini Illona mulai bisa mengimbangi permainan lidah Marcello. Mereka saling bertukar saliva cukup lama.
__ADS_1
" Kamu sudah pandai ya " Goda Marcello setelah ia menyudahi ciuman mereka, Marcello mengelap bibir basah Illona
" Siapa dulu guru nya? " Seru Illona kemudian mereka pun tertawa bersama
" Tunggu aku.. Tunggu aku membawa papa dan mama ke sini untuk melamar mu segera " Marcello menatap lembut mata Illona penuh kasih sayang
" Ya " Illona mengangguk dan tersenyum senang
Mereka saling berpelukan meluapkan rasa cinta dan sayang yang tumbuh di hati mereka.
-----------
Marcello sudah pulang ke tanah air, sesuai dengan janji nya pada Illona sepulang nya dari Paris Marcello langsung mengutarakan keinginannya pada ke dua orang tua nya untuk melamar Illona.
" Aa.. Apa? Kau jangan bercanda Cello " Seru Emily, mama Marcello dengan wajah terkejut setelah mendengar perkataan Marcello
" Aku tidak bercanda ma, aku serius "
" Sudah lah sayang, kau ini kenapa sih. Bukan nya senang Cello sudah mendapatkan calon istri tapi kau malah mengintrogasi nya "
" Bukan begitu sayang, bukan nya kemarin ia meminta restu untuk berpacaran dengan Lona? Kenapa sekarang ia meminta kita untuk melamar gadis lian? Aku hanya tidak mau Cello mempermainkan perasaan seorang wanita " Seru Emily yang belum tahu jika Illona Smith dan Illona cupu adalah orang yang sama, ia hanya tidak mau Marcello sampai melukai hati gadis cupu itu.
Bukan nya ia tidak suka Marcello mendapatkan seorang model terkenal dan ia juga sangat mengidolakan model cantik itu. Siapa yang tidak mau mendapatkan menantu seperti Illona Smith. Tapi ia juga seorang wanita pasti ia bisa merasakan bagaimana sakit di khianati. Ia memposisikan diri nya yang ada di posisi Illona, bagaimana kecewa nya Illona hati nya di permainan kan.
Marcello tertawa mendengarkan perkataan mama nya. Ya, Marcello baru ingat jika mereka semua belum ada yang tahu jika Illona cupu adalah Illona Smith.
Nyonya Emily, tuan Robert dan kakek Janshen saling pandang melihat Marcello malah tertawa terbahak. Mereka saling tanya dengan kode mata seolah bertanya 'ada apa? Kenapa Marcello malah tertawa? ' kemudian mereka pun sama sama mengangkat ke dua bahu tanda tidak tahu.
Melihat orang tua dan kakek nya heran Marcello pun menghentikan tawa nya dan kemudian ia menceritakan siapa Illona sebenar nya. Semua tentang Illona ia cerita kan tanpa ada yang ia kurangi.
__ADS_1
" Mereka orang yang sama, bla bla bla........ " Marcello mulai menjelaskan
" Jadi selama ini dia sedang berpura-pura? Untuk apa? " Tanya nyonya Emily
" Ya, seperti yang aku cerita kan. Ia hanya ingin menutupi identitas nya, ia ingin mencari teman yang tulus tidak seperti sebelum sebelum nya, berteman dengan nya hanya untuk numpang tenar dan memanfaatkan nya saja " Jelas Marcello
Ke-tiga orang itu pun mengangguk paham. Memang benar, sekarang ini banyak sekali penjilat dan orang yang bermuka dua jadi sangat sulit untuk mendapatkan teman yang tulus. Mereka juga sering berhadapan dengan tipe orang seperti itu, apa lagi Illona Smith yang merupakan seorang top Model dan anak dari seorang konglomerat di negara nya.
" Jadi kapan kau ingin kami ke sana untuk melamar Lona? " Tanya kakek Janshen
" Secepatnya kalau bisa besok "
" Apa? Besok? " Ke-tiga orang itu terkejut dengan permintaan Marcello
" Apa kau tidak salah? Kenapa terburu-buru? " Tanya tuan Robert
" Ya, aku tidak mau jika ia sampai di miliki oleh orang lain " Seru Marcello
" Tapi setidaknya kita harus memiliki persiapan terlebih dahulu untuk meminta anak gadis orang, apa lagi dia anak orang berpengaruh. Tidak bisa asal asalan seperti ini tanpa persiapan yang matang " Jelas tuan Robert
" Apa yang di katakan papa mu itu benar, Cello " Seru kakek Janshen
" Terserah kalian saja, mau seperti apa persiapan nya. Tapi aku mau secepatnya. Jadi ayo siapa kan sekarang " Seru Marcello
Kakek Janshen menggelengkan kepala melihat Marcello yang terkesan sangat tidak sabar dan terburu-buru. Tapi ia senang Marcello dan Illona akhirnya sebentar lagi akan menikah.
bersambung...
❄❄❄
__ADS_1
minta like nya ya