Pura-pura Cupu

Pura-pura Cupu
Part~32


__ADS_3

Part~32


***


“Menjauh dariku! Jangan mendekat!” teriak Bella.


David tak mendengarkan peringatan itu dan terus saja mendekatinya sambil tersenyum kecil.


Bella saat ini benar-benar terjebak oleh David. Yang bisa ia lakukan saat ini hanyalah berdoa adanya keajaiban di mana Iqbal akan datang menyelamatkan dirinya.


“David, aku memperingatkan kamu! Menjauh dariku, jika tidak aku akan melukaimu!” seru Bella.


“Apa? Kamu ingin melukai aku? Memang apa yang akan kamu lakukan?” tanya David.


“Kamu pasti tahu apa yang bisa aku lakukan kepadamu. Bayangkan saja saat aku menghajar Iqbal. Aku akan lakukan hal yang jauh lebih buruk padamu,” ungkap Bella.


“Oh, benarkah? Lakukan saja, karena asal kamu tahu saja bahwa aku ini tidak selemah Iqbal. Iqbal mungkin dapat dengan mudah kamu taklukan, tetapi aku tidak! Aky bisa saja menghabisi kamu dalam satu kali pukulan,” ucap David.


Bella yang melihat David yang tampaknya tidak takut dengan ancamannya hanya bisa berjalan mundur menjauh dari David. Lalu, kemudian Bella mengambil sebuah kayu yang ada di sana dan menodongkan kayu itu kepada David.


“Jangan mendekat!” seru Bella seketika membuat David menghentikan langkahnya dan mengangkat kedua tangannya.


“Hey, tenanglah. Jatuhkan kayu itu, itu berbahaya,” ujar David.


“Aku tidak peduli!” teriak Bella.


“Jadi, kamu ingin memukul aku dengan kayu itu?”


“Kenapa tidak? Aku akan memukulmu!”


Seketika David pun tertawa terbahak-bahak.


“Kenapa kamu tertawa?”


“Tidak apa-apa. Hanya saja tiba-tiba aku teringat akan Billa yang melakukan hal yang sama dengan apa yang kamu lakukan, lalu akhirnya dia pun lemah,” ungkap David sambil terus tertawa terbahak-bahak.


Melihat tawa di wajaha David membuat Bella semakin tak bisa menahan diri hingga akhirnya tanpa berpikir panjang lagi ia pun memukul David dengan kayu tersebut hingga David jatuh tersungkur ke tanah.


“Berani sekali kamu mengatakan hal menjijikkan tentang saudaraku! Tidak akan ampuni kau!” seru Bella dengan terbakar api amarah pun mulai memukuli David.

__ADS_1


***


Di tempat lain Iqbal dan Nathan kini terjebak di kemacetan yang tak berujung.


“Bagaimana ini? Cepatlah!” seru Iqbal tak bisa duduk dengan tenang karena mengkhawatirkan Bella.


“Bersabarlah. Aku tidak maju ataupun mundur, lihatlah jalanan macet,” jelas Nathan.


“Kita tidak bisa terus diam saja disini. Disana David mungkin akan melakukan hal yang buruk pada Bella. Ayolah pikirkan cara lain,” gesak Iqbal.


Nathan mencoba berpikir dengan tenang. “Ya! Ada satu cara,” ungkap Nathan.


“Apa itu?”


“Gedung itu tidak jauh dari sini, jadi jika kamu ingin lebih cepat sampai berlari saja.”


“Apa? Lari?”


“Hanya itu jalan satu-satunya.”


“Baiklah. Jika hanya itu jalan satu-satunya.” Iqbal keluar dari mobil, kemudian langsung berlari menuju gedung dimana kemungkinan besar David menyekap Bella.


Nathan saat itu hanya melihat Iqbal dari jauh, tapi tiba-tiba ia pun ikut keluar dari mobil.


Iqbal dan Nathan berlari dengan sekuat tenaga, sedangkan di tempat lain Bella pun juga melakukan hal sama. Bella memukuli David dengan sekuat tenaga, tapi tiba-tiba Bella berhenti memukul saat David mengatakan.


“Billa itu gadis yang nakal,” ungkapnya.


“Apa maksudmu?” tanya Bella dengan tatapan mata penuh emosi.


David pun bamgkit dengan berusaha menahan rasa sakit di tubuhnya, kemudian mendekati Bella sambil berkata, “Billa itu tidak sepolos kelihatannya,” ungkap David.


“Jangan bertele-tele! Katakan saja apa maksud perkataanmu!” seru Bella sambil mendorong David menjauh darinya.


“Ya, begitulah maksudku. Kamu pikir hanya aku yang pernah bersenang-senang dengan Billa? Tentu saja tidak! Setelah dengan aku dia bahkan makin berani bersenang-senang dengan orang lain. Dia benar-benar gadis yang murahan,” ungkap David.


Mendengar penghinaan David tentang Billa membuat Bella mekin murka. Dengan kayu di tangannya Bella bersiap kembali untuk memberikan pukulan keras kepada David, tapi dengan cepat David menahan serangan itu.


“Kamu pikir serangan yang sama akan berhasil? Tentu saja tidak. Tidak akan biarkan kamu merusak wajahku!” seru David sambil mendorong tubuh Bella hingga Bella jatuh terbaring di lantai.

__ADS_1


Melihat sasaran empuk di depan mata David pun tersenyum kecil, kemudian mulai mendekat kepada Bella.


Bella yang tidak bisa menggerakkan tubuhnya karena merasa sangat sakit pun hanya bisa terus memberikan David peringatan agar tidak mendekati dirinya.


“Hey, menjauh dariku! David, aku memperingatkan kamu!” seru Bella.


“Aku tidak akan berhenti sebelum memberikan kamu apa yang aku berikan kepada Billa,” ungkapnya.


Bella kini benar-benar terjebak dan yang ia bisa lakukan hanyalah berdoa.


“Ya Tuhan, tolong aku.”


Melihat Bella yang berdoa David kembali tertawa terbahak-bahak. “Kalian berdua memang saudara. Saat aku melecehkan Billa, dia juga melakukan hal yang sama seperti yang kamu lakukan. Dia memohon agar aku berhenti, tapi aku memukulnya kepalanya dengan pas bunga karena aku ingin dia diam, tapi gadis itu tetap saja berisik dan terus berteriak-teriak. Rasanya malam itu sungguh menyenangkan sekaligus menyebalkan. Tapi akhirnya kami sama-sama menikmati hal itu. Bahkan sesudah malam itu dia malah makin lengket denganku, dia benar-benar murahan!” seru David.


Mendengar perkataan David membuat Bella merasa semakin marah. Bella mengepalkan kedua tangannya untuk menahan emosi.


“Kenapa? Kamu marah mendengar hal ini? Oh, maafkan aku. Tapi aku akan berikan kamu satu rahasia lagi. Kamu tahu saat Billa datang ke rumahku untuk meminta pertanggung jawaban atas kehamilannya, aku saat itu sedang bersenang-senang dengan wanita lain. Disana dia marah-marah mengatakan jika aku berbohong mengatakan jika hanya dia satu-satunya wanita yang aku cintai. Billa itu bukan hanya murahan, lagi juga bodoh!” seru David sambil tertawa terbahak-bahak.


Melihat bagaimana senangnya David menghina Billa membuat Bella tidak tahan lagi menahan emosi.


“Tuhan, maafkan aku.” Bella mengambil batu bata yang dari tadi ada di sampingnya kemudian dengan keras memukulnya ke kepala David hingga membuat kepala David mengeluarkan banyak darah dan darah itu pun membasahi tubuh dan wajah Bella.


“Aaaaaaaaaaaa …!” teriak Bella yang ketakutan dengan tindakan yang sudah ia lakukan.


Walaupun kini hatinya sudah puas dengan membuat David terbujur kaku entah masih bernyawa atau tidak, tetap saja Bella takut akan dirinya sendiri.


Tubuh serta wajahnya penuh dengan darah David, dan hal itu membuat Bella sangat ketakutan.


“Aaaaaaaaa …!” teriak Bella sambil mengacak-acak rambutnya. “Aku moster! Aku melenyapkan dia. Aku melenyapkan David. Aaaaaaaaaa …!” teriak Bella.


Tidak lama setelah teriakan itu Iqbal dan Nathan pun tiba dan terkejut melihat David yang terbujur kaku di lantai, sedangkan Bella ada di dekatnya dengan pakaian serta wajah penuh darah dan tampaknya saat ini sedang tidak konsen.


Melihat itu Iqbal berjalan mendekati Bella dan bertanya apa yang terjadi.


“Bella, apa yang terjadi?” tanya Iqbal dengan hati-hati.


“Aku ini moster! Aku melenyapkan dia! Aku melenyapkan si pembully itu! Aku melenyapkan David!” teriak Bella sambil menangis ketakutan.


Melihat kondisi Bella, Iqbal pun langsung memberikan pelukan kepada Bella untuk memberikan ketenangan padanya.

__ADS_1


***


Bersambung.


__ADS_2