Pura-pura Cupu

Pura-pura Cupu
menjadi tukang ojek


__ADS_3

Happy Reading


Motor yang di kendarai Marcello sampai di tempat tujuan. Marcello berhenti di depan lobi sebuah perusahaan. Namun seperti nya Illona belum menyadari jika mereka sudah sampai. Illona masih memeluk pinggang Marcello dengan keadaan mata tertutup.


Marcello melepaskan helm nya dan ia hendak turun namun tidak bisa karena ke dua tangan Illona yang masih nyaman memeluk pinggang nya. Marcello menoleh ke belakang melihat Illona yang masih memejamkan mata nya dengan wajah pucat, ia tersenyum tipis melihat itu.


" Ehmm " Marcello berdehem untuk menyadarkan Illona


Illona membuka mata nya dan melihat sekitar nya. Yang ternyata mereka sudah sampai.


" Apa kau masih ingin terus memeluk saya? " Tanya Marcello dan reflek Illona langsung melepaskan pelukan nya


" Maaf " Seru Illona malu dengan tingkah nya sendiri


" Maaf karena sudah lancang memeluk anda " Seru Illona lagi dan sekarang ia sudah turun dari motor


" Apa kamu takut? " Tanya Marcello dan di angguki Illona


" Ya, saya tidak pernah berkendara dengan kecepatan seperti tadi " Jelas Illona jujur


" Maaf jika saya sudah membawa kamu ngebut dan membuat kamu takut. Saya hanya sedang terburu-buru " Seru Marcello yang memang ia sedang terburu-buru


" Ya, tidak masalah. Lagi pula kita sudah sampai dengan selamat "


" Apa kau baik baik saja? " Tanya Marcello khawatir karena wajah Illona yang terlihat pucat


" Ya, saya tidak apa apa " Bohong Illona, sebenarnya jika mau jujur sekarang kaki nya sudah lemas karena ketakutan


Baru saja Marcello mau mengatakan sesuatu pada Illona, namun asisten Tara terlebih dahulu menghampiri nya dan meminta nya untuk segera masuk ke dalam karena meeting akan segera di mulai. Marcello dan asisten Tara pun akhirnya masuk ke dalam setelah Marcello berterima kasih pada Illona.


Illona mengambil botol air mineral yang ada di dalam jok motor nya dan meminum air itu hingga tandas. Setelah memiliki tenaga yang cukup akhirnya Illona meninggal tempat itu.


" Astaga hari ini aku menjadi tukang ojek dadakan " Gumam Illona

__ADS_1


Ya, hari ini ia sudah mengantar dua orang ke tempat tujuan mereka. Tadi pagi ia mengantar Viona ke One Entertainment, karena motor Viona sedang rusak. Setelah pulang mengantar Viona di tengah jalan ia melihat Marcello yang sedang berdiri menatap ban mobil nya yang bocor.


Viona tiba di butik dan langsung masuk ke dalam ruangan nya untuk beristirahat. Illona merebahkan tubuh nya di atas sofa dan menyala kan AC. Berada di luar dengan cuaca panas membuat tubuh nya ingin segera di dinginkan.


Pintu ruangan nya terbuka, Evan masuk dengan membawa segelas jus segar di tangan nya. Evan meletakkan gelas yang berisi jus itu di hadapan Illona.


" Ini minum lah " Seru Evan


Illona yang sedang setengah berbaring di sofa dengan mata terpejam langsung membuka mata nya dan duduk dengan sempurna mendengar suara Evan yang menyuruh nya minum.


" Terima kasih " Seru Illona seraya mengambil gelas jus itu dan langsung meminum nya


" Cinta ku memang yang terbaik " Seru Illona setelah ia selesai minum dan meletakkan kembali gelas yang tinggal setengah isinya


" Memangnya kamu habis dari mana? Kamu terlihat lelah sekali " Tanya Evan


Tadi Evan yang sedang berada di lantai bawah melihat Illona yang baru datang. Ia melihat Illona yang nampak lelah dan lusuh. Ia tahu jika Illona lelah seperti itu pasti membutuhkan yang segar segar.


" Bagaimana kaki mu, apa sudah enakan? " Tanya Evan melihat ke arah kaki Illona yang cedera


" Sudah " Illona menunjukkan kaki nya yang memang sudah sembuh, perban di kaki nya sudah di buka. Terlihat masih ada lebam di sana.


" Kau yakin itu sudah sembuh? Itu masih memar " Tanya Evan tak percaya


" Iya bawel. Ini sudah tidak sakit lagi " Seru Illona mencubit pipi Evan membuat sang empunya merenggut


Keesokan hari nya Illona mendapatkan pesan masuk dari nyonya Emily. Nyonya Emily mengundang Illona untuk makan malam di rumah nya. Dengan senang hati Illona menerima undangan dari nyonya Emily.


Dengan motor bebek nya Illona pergi ke kediaman keluarga Richards. Illona datang dengan membawakan cheesecake buatan nya. Illona sengaja membuat cheesecake untuk ia berikan pada nyonya Emily.


Illona tiba di rumah mewah itu pukul tujuh malam. Kedatangan nya di sambut oleh kepala pelayan dan kepala pelayan langsung membawa Illona ke ruang makan karena nyonya Emily sedang berada di sana dan sudah berpesan agar langsung membawa Illona ke sana.


Illona menyerahkan kota yang berisi cheesecake buatan nya pada nyonya Emily.

__ADS_1


" Apa ini? " Tanya nyonya Emily melihat kota yang sudah berpindah ke tangan nya


" Itu cheesecake, tadi sore aku membuat nya khusus untuk bibi " Seru Illona dengan tersenyum


" Astaga Lona, kamu tidak usah repot repot seperti ini " Seru nyonya Emily


" Tidak apa apa bibi, kebetulan aku suka membuat kue dan ingin bibi mencicipi kue buatan ku "


" Terima kasih kalau begitu, bibi akan sangat senang menerima nya " Seru nyonya Emily dan ia memberikan kota kue itu pada pelayan yang ada di dapur untuk memindahkan cheesecake itu ke piring


Setelah mereka selesai makan malam bersama, kini mereka duduk di ruang TV untuk mengobrol. Kakek Janshen sangat senang akan kedatangan Illona ke kediaman nya.


" Lona sering sering lah datang ke sini. Kakek sangat kesepian tidak ada teman mengobrol " Pinta kakek Janshen


" Bohong, bukan nya di rumah ini banyak penghuni nya? " Seru Marcello


" Ya memang banyak penghuni di rumah ini. Tapi tidak ada yang mau menemani kakek mengobrol " Ketus kakek Janshen


Semua orang di rumah ini sibuk dengan urusan masing-masing. Tuan Robert dan Marcello akhir akhir ini memang sangat sibuk karena sedang banyak pekerjaan yang harus mereka kerjakan. Sedangkan nyonya Emily juga sibuk dengan kegiatan sosial nya.


" Maaf pa, akhir akhir ini aku banyak kesibukan di luar sehingga tidak memperhatikan papa " Seru nyonya Emily merasa bersalah


" Tidak apa apa kamu juga sibuk di luar untuk kegiatan yang positif, aku bangga dengan apa yang kamu lakukan " Seru kakek Janshen


" Kakek tentang saja, nanti jika Lona memiliki waktu senggang. Lona akan menyempatkan mampir ke sini untuk menemani kakek " Seru Illona membuat kakek Janshen senang


Illona izin pulang karena hari yang sudah semakin larut. Ia berjanji akan datang lagi ke sana nanti saat ia ada waktu. Marcello menawari nya untuk mengantar kan nya pulang karena hari yang sudah larut malam. Namun Illona menolak dengan halus, dengan alasan ia membawa motor dan besok ia harus pergi bekerja.


bersambung....


✨✨✨✨


minta like nya ya

__ADS_1


__ADS_2