
Happy Reading
" Aaaaaaa " Suara teriakan Illona memenuhi seisi hutan
Tuhan Illona berguling di tahan yang menurun. Karena terpana akan keindahan hutan itu, ia berjalan sambil memutar tubuh nya yang pandangan nya masih terarah ke atas, ia berjalan tanpa melihat arah jalan. Sehingga kaki nya menginjak bongkahan batu bulat dan berlumut.
Illona yang tidak bisa mengimbangi pergerakan tubuh nya pun seketika terjatuh dan berguling ke jurang. Beberapa kali kaki nya berbenturan dengan pohon.
Suara teriakan Illona yang kuat terdengar oleh rombongan Marcello. Mereka pun saling pandang dan yakin jika itu adalah suara orang yang sedang mereka cari.
" Lona " Seru mereka serentak
Tanpa membuang waktu mereka segera berlari mencari sumber suara.
" Lona "
" Lon... Lona "
" Lona di mana kau "
Mereka terus berlari dengan memangil nama Illona. Berharap Illona mendengar mereka.
Tubuh Illona berhenti berguling tepat di depan pohon besar. Benturan itu cukup kuat sehingga membuat nya tak sadarkan diri.
Marcello dan yang lain memerankan langkah nya. Mereka masih terus meneriaki nama Illona, namun tidak ada jawaban. Viona tak sengaja melihat ponsel Illona tergeletak di depan nya saat ia sedang mengatur napas nya yang ngosgosan karena berlari.
Ya, tadi Illona memang sedang mengabadikan pemandangan indah di depan matanya. Ia tidak mau membuang kesempatan yang ada, kapan lagi ia bisa melihat pemandangan indah seperti itu. Saat terjatuh, ponsel nya pun ikut terjatuh lepas dari genggaman nya.
" Ini... Ini kan ponsel Lona " Viona mengambil ponsel itu dan memperlihatkan nya pada yang lain.
Marcello mendekati Viona untuk melihat lebih jelas nya lagi dan di ikuti oleh yang lain. Pandangan Marcello turun ke bawah di mana ada jurang. Mata nya membulat sempurna melihat tubuh Illona terbaring di sana.
" Lona " Pekik nya
__ADS_1
Tanpa aba aba Marcello langsung menuruni jurang itu. Yang lain juga ikut terkejut melihat tubuh Illona ada di bawah.
" Cello hati hati " Ingat Riki
Tama pun ikut turun dengan hati hati, ia akan membatu Marcello membawa Illona naik ke atas. Tiba di bawah Marcello langsung membalik tubuh Illona yang posisi nya berbaring miring.
" Lon... Lona... Lona bangun Lon " Marcello menepuk pelan pipi Illona
Illona membuka mata nya. Ia dapat melihat wajah khawatir Marcello. Ia tersenyum sebelum mata nya kembali tertutup.
" Cello " Lirih Illona pelan
" Tidak tidak Lona bangun. Kamu harus kuat, aku akan membawa mu ke rumah sakit " Marcello mendekap tubuh Illona, hati nya sakit melihat Illona terluka.
" Cello, sebaiknya kita segera bawa Lona " Tama menepuk pundak Marcello
Tama dan Marcello pun membawa Illona naik ke atas dengan Marcello menggendong Illona di punggung nya. Tama berjalan di belakang untuk menahan tubuh Illona dari belakang.
------------
Pandangan Illona tertuju di arah sofa yang ada di kamar rawat nya. Di sana ada seorang pria tampan sedang duduk memainkan ponsel nya. Ia mengedarkan pandangan nya ke seluruh ruangan. Hanya ada satu orang di sana, tidak ada teman teman nya yang lain. Kemana mereka? Tanya Illona dalam hati
" Ehhhhh " Leguhan Illona
Mendengar suara leguhan Illona, Marcello mengalihkan pandangan nya ke kasur Illona. Dengan segera Marcello mendekati Illona yang hendak duduk.
" Jangan banyak gerak dulu " Tahan Marcello " Tubuh mu masih belum baik " Marcello menatap Illona
" Tapi aku mau duduk " Cicit Illona
Marcello menghela napas pelan, ia pun membantu Illona duduk dengan merubah posisi kasur Illona.
" Mana ya lain? " Tanya Illona melihat sekeliling
__ADS_1
" Mereka sudah pulang kemarin " Marcello tahu Illona menanyakan teman teman nya
Ya benar semua nya sudah pulang ke Jakarta kemarin sore. Karena mereka harus bekerja hari ini. Marcello sendiri yang meminta mereka untuk pulang, ia akan menjaga Illona sendiri. Awal nya Viona tidak mau pulang ia ingin menjaga Illona. Namun Marcello menyakinkan Viona, bahwa Illona akan baik baik saja bersama nya. Dan akhirnya Viona mengalah, ia pulang bersama Riki, Tama dan Olivia.
Illona mengangguk, ia juga tahu jika mereka semua harus bekerja. Tidak mungkin menunggui nya di rumah sakit ini. Marcello membawa Illona ke rumah sakit terdekat yang ada di sana. Tidak mungkin ia membawa Illona ke rumah sakit yang ada di Jakarta, jarak nya sangat jauh. Dan keadaan Illona kemarin sangat memprihatinkan, Marcello tidak mau terjadi apa apa pada Illona.
" Kau mau apa? Mau minum atau mau makan? " Tawar Marcello lembut
" Minum " Seru Illona melihat gelas yang ada di nakas
Marcello mengambil gelas yang berisi air dan menyerahkan nya pada Illona. Illona meminum nya sampai habis, seperti nya ia sangat kehausan. Illona memberikan gelas kosong pada Marcello.
" Terima kasih " Lirih Illona
" Kau tidak ikut pulang? " Illona menatap Marcello yang duduk di samping kasur nya
" Aku akan menjaga mu di sini " Marcello menggeleng
" Tapi pekerjaan mu? " Tanya Illona, ia sangat tahu Marcello memiliki pekerjaan yang sangat banyak, jika ia berada di sini bagaimana dengan pekerjaan nya?
" Aku sudah menyerah kan nya pada Tara dan aku juga bisa mengerjakan nya dari sini. Tidak harus ke kantor " Jelas Marcello tidak mau Illona khawatir akan pekerjaan nya
" Maaf sudah merepotkan mu " Illona menunduk tak enak hati
" Tidak, kau tidak merepotkan ku sama sekali. Aku senang bisa menjaga mu, yang terpenting kesehatan mu " Marcello tersenyum
Walaupun Illona saat ini tidak mengenakan kaca mata cupu nya, tetap saja Marcello, Riki dan Tama tidak mengetahui jika Lona adalah Illona Smith. Bagaimana tidak, wajah Illona terdapat banyak luka gores dan lebam. Jadi wajah cantik Illona Smith tertutup oleh luka luka itu. Entah kemana hilang nya kaca mata Illona, mungkin ikut terjatuh saat ia terjatuh kemarin. Walaupun ada pasti sudah rusak dan tidak bisa di gunakan lagi.
Kemarin saat sadar, Viona memberondong banyak pertanyaan pada nya. Bagaimana ia bisa nyasar, ke mana ia nyasar, apa yang terjadi, dan banyak lagi yang lain nya. Illona pun menceritakan semua nya dari awal hingga ia bertemu dengan kakek Dadang dan nenek Munaroh, dan berakhir terjatuh ke jurang.
Cerita Illona membuat mereka semua merinding. Illona mengatakan jika ia hanya sebentar berada di sana hanya kurang lebih sepuluh menit. Tapi kata Viona dan yang lain Illona menghilang sudah lebih dari dua jam. Riki mengatakan jika Illona beruntung bisa kembali lagi, mungkin karena bertemu kakek Dadang yang baik.
bersambung...
__ADS_1
❄❄❄
minta like nya ya