Pura-pura Cupu

Pura-pura Cupu
sovenir


__ADS_3

Happy Reading


Di peresmian butik ILO'S satu persatu para tamu undangan sudah mulai berdatangan. Marcello dan Tara tiba hampir berbarengan dengan Viona dan Riki yang juga turut hadir karena Viona memang mendapatkan undangan dari Illona. Viona mengajak kekasih nya Riki untuk datang menemani nya.


Viona dan Riki tiba terlebih dahulu dari Marcello. Setelah selesai mengisi identitas diri di buku tamu, Riki melihat Marcello yang berjalan santai menuju ke arah mereka di ikuti Tara di sampingnya.


" Cello " Sapa Riki pada Marcello seraya mereka melakukan salam persahabatan seperti biasa yang mereka lakukan jika bertemu kemudian melakukan hal yang sama pada Tara


" Kok kamu bisa ada di sini? " Tanya Marcello


" Ya, seperti yang kamu lihat. Aku menemani Viona " Seru nya sambil melihat ke arah Viona yang sedang berbincang dengan pramuniaga yang sedang bertugas menjaga meja buku tamu dan Marcello mengangguk mengerti


Setelah mengantri dengan tamu undangan yang lain kini giliran Tara yang mengisi buku tamu. Viona yang melihat Tara pun menyapa.


" Eh pak Tara. Bapak di sini juga? " Tanya nya basa basi


" Ya, kamu sendiri kenapa bisa ada dini? Kamu bolos kerja? " Jawab dan tanya Tara


" Enak aja bolos, saya sudah izin ya tadi. Dan saya di sini ya karena dapat undangan dari butik ini. Maka nya saya datang, untung saya datang kalau gak, saya bakal kelewatan dapat ini " Viona mengangkat paper bag sovenir yang ada di tangan nya


" Memang apa itu isi nya, sampai kamu gak mau rugi? " Karena Viona mengatakan untung maka Tara mengatakan tak mau rugi


" Haiss pak Tara, lihat aja sendiri punya bapak. Nanti juga bapak tahu?" Seru Viona kesal karena di bilang tak mau rugi


Tara membuka paper bag nya dan mengeluarkan isi di dalam nya.

__ADS_1


" Parfum " Seru nya melihat kotak yang ada di tangan nya " Ini parfum keluaran terbaru produk ILO'S kan yang baru di iklan kan satu minggu yang lalu? " Tanya Tara dan ia mengeluarkan botol parfum itu dan mencium aroma parfum itu


" Ya, benar pak. Ternyata pak Tara juga tahu ya mengenai parfum ini " Seru Viona tertawa kecil


" Ya tahu lah, kan saya juga melihat iklannya di TV " Seru Tara memasukkan kembali parfum nya ke dalam kotak dan paper bag


" Bau nya enak " Seru Tara kemudian ia melihat paper bag di tangan Viona ada dua


" Kok kamu punya dua? "


" Ya kan saya datang nya berdua. Jadi dapat nya juga dua " Timpal Viona


" Wah kalau begitu saya mau minta lagi, kan saya juga datang nya berdua dengan bos "


" Ternyata seorang asisten CEO juga tak mau rugi. Gak malu pak dengan jabatan? " Sindir Viona


" Lumayan ini dapat parfum, aku minta untuk aku sendiri kan ini buat bos. Nanti kalau bos gak mau bisa buat aku " Gumam Tara dalam hati dan ia tersenyum


" Dasar asisten sengklek " Seru Viona melihat punggung asisten Tara yang berjalan mendekati pramuniaga cantik


Viona dan asisten Tara memiliki karakter yang hampir sama. Mereka sama-sama ramah dan baik pada siapa saja, pantas saja jika di kantor semua orang mengenali mereka dan menyukai mereka. Mereka sangat membaur dan bersahabat dengan karyawan lain tanpa membedakan jabatan.


" Bee, ada apa? " Tanya Riki mendekati Viona yang sedang berdiri sendiri sambil melihat asisten Tara


Viona menoleh ke arah Riki, dan ternyata ada Marcello sang bos di samping kekasih nya, Riki.

__ADS_1


" Ah itu asisten sinting gak mau rugi " Seru Viona menunjuk asisten Tara dengan dagu nya


Marcello dan Riki menaikan sebelah alis nya tanda tidak mengerti. Melihat itu Viona pun menceritakan percakapan nya tadi dengan asisten Tara pada Riki dan Marcello. Membuat Riki tertawa dan Marcello menggelengkan kepala.


" Hahaha,, seperti nya kau harus menaikan gaji asisten mu biar bisa membeli parfum " Seru Riki sambil tertawa


" Hah, biarkan saja dia memang seperti itu " Seru Marcello acuh


" Bee,, tapi apa yang di lakukan pak Tara itu manusiawi kok. Siapa sih yang gak mau barang gratisan? Semua orang juga sama seperti Pak Tara. Aku juga kalau di kasih lagi mau. Lumayan menghemat pengeluaran " Seru Viona


" Ckckck seperti nya kau harus lebih memperhatikan kekasih mu. Dan kamu Viona harus bisa memanfaatkan dia, kuras habis uang nya, jadikan dia mesin ATM mu " Seru Marcello kemudian ia berjalan masuk ke dalam butik di mana sudah banyak tamu yang duduk di kursi yang sudah di siap kan.


" Hei kau, jangan mengajari nya yang tidak tidak " Teriak Riki pada Marcello yang sudah masuk


" Apa yang di katakan pak Cello ada benar nya juga. Kenapa aku gak kepikiran ke situ? " Goda Viona pada Riki


" Haiss, ayo masuk jangan dengar kan dia " Riki mendorong tubuh Viona pelan agar masuk ke dalam


Viona terkekeh, ia tidak mungkin melakukan hal itu. Karena dia bukan cewek matre yang suka memanfaatkan pria berduit. Dan buat Riki sendiri ia tak masalah jika menghabiskan uang nya untuk Viona. Namun ia tidak mau jika Viona menjadi matre, dan ia takut Viona akan berubah sama seperti wanita lain nya yang tidak bisa setia pada pasangan nya. Wanita itu akan mencari pria lain yang lebih kaya. Riki tidak mau Viona meninggalkan nya seperti itu, ia sudah benar-benar menempatkan hati nya pada Viona. Sehingga Riki bertaubat dari kelakuan buruk nya, dan meninggalkan status Casanova.


Riki, Viona, asisten Tara dan Marcello duduk berdekatan pada kursi yang sudah di siap kan. Acara sudah di mulai dan di bawakan oleh seorang MC. Setelah kata sambutan selesai di sampaikan, satu persatu para model berjalan di atas catwalk menampilkan busana terbaik mereka.


Busana busana itu sangat bagus dan cantik. Semua busana itu hasil rancangan dari desainer yang bekerja pada butik ILO'S. Illona mempekerjakan beberapa desainer di butik milik nya, jadi busana yang ada di butik ILO'S bukan hanya rancangan nya saja.


Illona sengaja menarik beberapa desainer untuk bekerja pada nya. Semua desainer nya tidak sengaja ia temukan saat ada kompetensi peragaan busana. Banyak sekali desainer yang berpotensi, tapi karena ketat nya persaingan dan kecil nya modal mereka tidak memiliki kesempatan untuk mengembangkan bakat mereka jauh lebih luas lagi.

__ADS_1


✨✨✨✨


minta like nya ya


__ADS_2