
Happy Reading
Melihat orang orang yang melihat ke arah nya dengan berbagai macam pandangan. Ivanka pun segera meninggalkan gedung itu. Dengan kesal Ivanka masuk ke dalam mobil nya dan membanting pintu mobil dengan keras.
Di dalam mobil Ivanka berteriak frustasi dan melempar tas mahal nya ke kursi sebelah nya. Ivanka sangat kesal dengan sikap Marcello yang dingin dengan nya. Ia sangat membenci Illona, menurut nya Marcello berubah karena di pengaruhi oleh Illona.
" Awas saja kau cupu. Aku akan menyingkirkan mu dari Cello. Dia hanya milik ku, tidak akan aku biarkan siapa pun merebutnya dari ku " Ivanka mengepalkan tangan nya berucap dengan menggebu-gebu
" Aku harus secepat nya bertindak " Gumam nya " Tapi apa yang harus aku lakukan pada gadis cupu itu ya " Nampak Ivanka berpikir cara terbaik untuk menyingkirkan Illona
" Apa aku harus menculik dan menyekap nya? Tapi bagaimana kalau dia berhasil kabur dan akan melaporkan tindakan ku pada polisi? Secara yang akan aku culik kan bukan anak kecil polos tapi orang dewasa yang pasti memiliki akal untuk berpikir " Ivanka masih menimbang rencana nya dan masih terus berpikir bagaimana cara menyingkirkan Illona tanpa harus memiliki resiko ia akan terlibat dengan polisi. Sepanjang jalan pulang ia masih terus berpikir bahkan hingga sampai rumah pun ia masih memikirkan cara untuk menyingkirkan Illona.
" Apa aku jual saja gadis cupu itu pada om om hidung belang. Seperti nya si cupu itu laku jika di jual, secara waktu itu saja dia bersama pria bule masuk hotel " Ivanka nampak senang dengan ide brilian nya itu
" Ya benar aku jual saja dia. Ck mana si bule tampan juga " Ivanka mengingat wajah pria bule yang bersama Illona waktu itu dan ia menggeleng kepala
__ADS_1
" Ck dasar si bule mau aja sama gadis cupu. Apa kelebihan nya coba, ah mungkin service si cupu itu membuat nya puas " Ivanka tertawa dengan pikiran nya sendiri, ia sudah berada di rumah nya sekarang dan ia langsung menuju kamar nya dan langsung membaringkan tubuh nya di atas kasur.
Ivanka beranjak dari kasur nya dan menuju kamar mandi, ia ingin membersihkan tubuh nya yang terasa lengket. Ivanka bersenandung senang sambil mengisi air hangat di bathtub dan ia juga memasuk kan aroma terapi ke dalam air itu. Ivanka merendahkan tubuh nya di dalam bathtub yang sudah siap. Ia memejamkan mata nya dengan bibir tersungging. Ia merasa ide nya sudah sangat bagus untuk menjual Illona pada om om hidung belang.
Namun saat sedang mencari om om hidung belang dalam ingatan nya, ia kembali berpikir. Bagaimana jika orang yang ia hubungi tidak mau, secara pria pria hidung belang yang Ivanka kenal sangat pemilih dan cerewet. Jangan heran di mana Ivanka akan mendapatkan pria hidung belang. Ivanka memiliki banyak kenalan pria hidung belang dari pekerjaan nya lah. Ia sering di dekati oleh pria pria hidung belang dan bahkan ia menjadi salah satu simpanan pria itu.
" Hah, dasar pria tua. Tidak sadar apa dia, sudah pendek perut buncit, kulit longgar. Masih saja pilih pilih, ingin wanita yang cantik dan s*ksi " Dumel Ivanka saat mengingat salah satu pria hidung belang yang pemilih, tapi pria itu memiliki banyak uang.
" Sangat berbeda sekali dengan pria bule, untung aja dia banyak uang dan royal " Guam Ivanka " Ah, pria bule kan memang suka yang unik unik, jadi tidak salah jika dia mengencani si cupu itu "
Ivanka kembali berpikir bagaimana cara nya ia menjual Illona. Ia harus mendekati Illona, menjebak nya atau dengan cara menculik dan mengancam nya. Tindakan apa yang akan ia pakai.
--------------------
Pagi pagi Illona sudah memberesi pakaian dan barang barang lain nya, ia memasukkan semua nya ke dalam kardus. Hari ini ia akan memindahkan barang barang nya ke apartemen yang di diami oleh Evan dulu. Apartemen itu sudah mereka beli dan sudah cukup lama di biarkan kosong semenjak kepulangan Evan ke negara nya.
__ADS_1
Hari ini kebetulan masa kontrak Illona di rumah itu sudah habis. Memang dulu Illona tidak mengambil masa yang panjang, ia hanya mengambil beberapa bulan saja. Karena ia tidak tahu sampai kapan ia akan tinggal di sini.
Sebelum siang Illona sudah mengosongkan rumah itu, tidak banyak barang yang ia bereskan karena memang ia tidak memiliki barang yang lain nya selain baju, tas dan sepatu. Sedangkan perlengkapan rumah itu semua milik pemilik rumah kontrakan.
Illona meminta bantuan supir nya untuk mengantarkan barang barang nya ke apartemen karena tidak mungkin ia membawa nya sendiri dengan motor ke apartemen. Walaupun hanya baju, tas dan sepatu tapi jika di kumpulan menjadi satu membutuhkan beberapa kardus berukuran besar.
Setelah berterima kasih dan berpamitan pada sang pemilik rumah, Illona segera menuju apartemen karena supir nya sudah terlebih dahulu pergi ke apartemen membawa barang nya setelah ia memberikan alamat apartemen nya kepada supir.
Illona juga sudah memberi tahu Viona jika ia akan pindah ke apartemen. Ia meminta maaf karena tidak bisa menjadi tetangga Viona lagi.
Kontrak kerja nya dengan perusahaan One Entertainment sudah berakhir. Ia juga tidak ada kontrak kerja lain lagi di sini. Illona berpikir akan pulang untuk menemui keluarga nya. Ia sudah berjanji pada mereka akan pulang jika kontrak kerja nya selesai. Dan juga ia sudah sangat merindukan ke dua orang tuanya di sana.
Illona berencana akan pulang satu minggu lagi namun ia harus menyelesaikan masalah nya dengan Marcello terlebih dahulu. Masalah butik ia akan mempercayai pada Sari untuk sementara waktu selama ia tidak ada. Illona juga masih akan kembali lagi ke sini hanya saja ia belum tahu kapan dan berapa lama ia berada di negara nya.
bersambung....
__ADS_1
❄❄❄
minta like nya ya