Pura-pura Cupu

Pura-pura Cupu
mengejar Ivanka yang kabur


__ADS_3

Happy Reading


" Si*l, si*l, si*l. Harus nya si cupu itu yang tertabrak. Kenapa malah orang lain " Kesal Ivanka memukul setir kemudi mobil nya


Mobil Ivanka berhasil ke luar dari tempat kejadian. Ia yang takut di hakimi oleh warga memanfaatkan keadaan untuk kabur saat orang-orang lengah.


Tiba-tiba Ivanka menaikan kecepatan laju mobil nya. Ia merasa mobil di belakang nya sedang mengikuti nya.


" Si*l, mereka mengejar ku " Ivanka melirik kaca spion yang ada di depan nya


Mobil Ivanka melaju cepat di ikuti mobil di belakang nya. Terjadi aksi kejar kejaran di tengah jalan raya yang cukup banyak orang berlalu lalang di sana.


Ivanka mengarahkan mobil nya ke sembarang tempat yang ia sendiri tidak tahu di mana itu. Ia memasuki jalan jalan kecil yang hanya mampu untuk di isi satu mobil saja. Sampai ia ke luar dari jalan itu kembali pada jalan raya.


Begitu pun mobil di belakang nya, tanpa henti mereka terus mengejar mobil Ivanka. Mereka adalah bodyguard Illona yang mengetahui jika Ivanka kabur dan mereka mengejar mobil itu. Apa pun yang terjadi mereka harus menangkap pelaku penabrakan itu. Orang itu harus menerima hukuman nya.


Tiba di jalan yang cukup sepi, bodyguard Illona menambah kecepatan nya untuk menyalip mobil Ivanka.


Cittttttt


Mobil Ivanka tiba-tiba berhenti mendadak karena mobil di belakang nya sudah berada tepat di depan nya. Kepala Ivanka sampai maju ke depan dan membentur setir kemudi.


Ivanka mendongak dan memegang dahi nya yang sakit " Si*l " Umpat nya


Tok


Tok

__ADS_1


Tok


Kaca mobil Ivanka di ketuk dengan tak sabaran. Ingin sekali Ivanka memaki orang itu. Namun nyali nya seketika menciut kala melihat pria berbadan tinggi tegap yang mengetuk kaca mobil nya. Ivanka hanya bisa mengumpat di dalam hati tanpa berani membuka atau menurunkan kaca mobil.


" Keluar " Suara tegas dari pria itu terdengar sangat mengerikan


Melihat Ivanka yang tidak berniat sama sekali untuk membuka pintu, membuat pria itu mengambil keputusan sendiri. Dengan tangan berotot nya ia menghantam kaca mobil berulang-ulang hingga kaca itu pecah.


Di dalam mobil Ivanka terus saja menjerit ketakutan. Ia menunduk dengan menutup ke dua telinga nya, mata nya pun ikut terpejam.


Setelah berhasil memecahkan kaca mobil. Pria itu membuka paksa pintu itu dan menarik Ivanka ke luar dari dalam mobil. Pria itu tidak perduli jika itu wanita sekali pun. Karena orang itu sudah berani ingin melukai majikan nya dan sudah membuat salah satu teman mereka terluka bahkan saat ini sedang dalam masa kritis.


Dengan kasar ia menarik Ivanka. Ivanka terus saja memberontak minta di lepaskan. Sekuat apa pun tenaga nya untuk melawan tetap saja ia tidak bisa melepaskan diri dari cengkraman si pria bertubuh kekar karena tenaga nya kalah besar dari pria itu.


Ivanka di tarik paksa oleh dua orang pria yang masing-masing memegang tangan Ivanka di sisi kiri dan kanan. Karena tenaga nya sudah melemah, Ivanka pun pasrah dengan kaki tak menapaki tanah. Karena ke dua pria kekar itu membawa Ivanka dengan cara mengangkat nya dengan masing-masing memegang lengan atas Ivanka.


Mereka melempar Ivanka masuk ke dalam mobil. Dan dengan segera mereka meninggalkan tempat itu. Mereka akan membawa Ivanka ke tempat penyekapan. Menunggu perintah dari bos besar untuk tindakan selanjutnya.


Sari dan Ana kembali ke dalam butik setelah mereka bertanya pada pak Damar ke rumah sakit mana Illona di bawa. Namun sayang pak Damar tidak tahu ya karena semua orang dalam keadaan panik jadi tidak ada yang berpikir jernih. Semua terburu-buru dalam mengatasi keadaan yang kacau itu.


Sari dan Ana berdoa semoga Illona baik baik saja. Sari dan Ana berniat akan mencari Illona ke rumah sakit terdekat. Namun sebelum itu mereka harus mengurus butik yang tiba-tiba gaduh karena para karyawan sedang membicarakan Illona dan tidak fokus dalam bekerja.


Setelah memberi siraman rohani pada para karyawan itu, Sari meninggalkan lantai satu ia hendak naik ke lantai dua di mana ruangan nya berada. Ia sampai kelewatan makan siang nya, rasa lapar nya sudah hilang entah kemana.


Sari melewati ruangan Illona, namun langkah kaki nya terhenti saat mendengar nada dering ponsel yang berasal dari dalam ruangan Illona. Ia pun memutuskan untuk masuk ke dalam, ia yakin jika itu ponsel Illona. Pasti bos nya itu tak sengaja meninggalkan ponsel nya di sana.


Karena ponsel itu terus saja berdering, sari pun mengangkat nya. Yang di layar ponsel tertera nama Marcello di sana.

__ADS_1


" Halo, Lona " Seru Marcello ketika panggilan itu tersambung


" Maaf tuan, saya Sari "


" Sari? Kenapa ponsel Lona ada pada mu? Di mana Lona? " Tanya Marcello yang tidak tahu siapa Sari dan kemudian ia berpikir jika Sari adalah teman kerja Illona dan ia pun heran kenapa ponsel Illona bisa ada di Sari, ke mana Illona?


" I.. Itu bu Lona " Sari menjawab dengan terbata, karena jantung nya sedang tidak baik baik saja saat ini, ia masih panik.


" Katakan, apa yang terjadi pada Lona? " Desak Marcello tak sabaran. Ia mengira Illona terluka parah karena ulah Ivanka di butik itu.


Ya, Illona memang senang terluka saat Illona. Itu juga karena ulah Ivanka. Namun Marcello belum tahu dengan kejadian yang baru saja terjadi. Sampai saat Sari memberi kabar yang mengejutkan Marcello.


" Bu Lona kecelakaan " Ucap Sari dengan bibir bergetar


" Apa? " Marcello terkejut dan langsung mematikan sambungan telepon membuat Sari menatap ponsel Illona bingung, kemudian ia meletakkan kembali ponsel Illona di tempat semula.


Setelah mematikan ponsel nya, Marcello segera beranjak dari duduk nya. Setelah membayar makanan nya ia langsung masuk ke dalam mobil hendak menemui Illona


Namun sesaat kemudian ia tersadar ke mana ia akan menemui Illona. Ia lupa untuk menanyakan, ke rumah sakit mana Illona di bawa. Sebelum menjalankan mobil nya Marcello kembali menghubungi ponsel Illona. Satu kali panggilan langsung di jawab.


" Rumah sakit mana? " Tanya Marcello tanpa basa basi


" Maaf tuan, saya tidak tahu karena belum mendapat kabar la.." Seru nya


Belum selesai Sari berbicara, Marcello langsung memutuskan sambungan. Menurut Marcello sangat sia sia berbicara lama pada Sari jika ia juga tidak tahu di mana Illona berada saat ini. Marcello mengacak-acak rambut nya frustasi, bagaimana tidak rumah sakit di kota itu sangat banyak, bagaimana ia bisa menemukan Illona?. Akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke kantor saja, ia akan meminta Tara untuk mencari Illona ke setiap rumah sakit yang ada di kota itu.


bersambung....

__ADS_1


❄❄❄


minta like nya ya


__ADS_2