Pura-pura Cupu

Pura-pura Cupu
Ivanka yang keras kepala


__ADS_3

Happy Reading


Selesai mencuci buah, Frans dan Aida bergabung di kursi sofa bersama Ivanka yang sedang asik makan sendiri. Aida menelan ludah nya ngeri melihat Ivanka yang makan seperti orang kesetanan.


Aida menyenggol lengan suami nya, Frans yang ada di samping nya tetapi mata nya masih melihat Ivanka yang ada di depan mereka.


" Sudah berapa hari dia tidak makan? " Tanya Aida tanpa melihat Frans


" Entah lah " Frans menaikan ke dua bahu nya


" Dia sudah seperti orang yang kerasukan, kerasukan setan lapar " Celetuk Aida ngeri sendiri melihat Ivanka


Frans mengangguk menyetujui ucapan Aida. Sepasang suami istri itu terus berbisik membicarakan Ivanka yang makan seperti orang yang setahun tidak makan.


" Eekkkkk " ( anggap saja seperti itu ya suara sendawa)


Ivanka bersendawa setelah menghabiskan satu porsi pizza berukuran besar di tambah dengan tiga bungkus roti satu botol air mineral. Perut nya sudah kenyang, ia menghabiskan makanan itu sendiri dalam waktu yang sangat cepat.


Ivanka menyenderkan punggung nya di senderan sofa, ke dua tangan nya berada di atas perut. Frans dan Aida menggeleng kepala melihat Ivanka.


" Kak bantu aku untuk ke luar dari rumah " Pinta Ivanka pada Frans


" Kau tidak bisa ke luar untuk saat ini, banyak wartawan mencari mu "

__ADS_1


" Tapi kak, aku ingin ke laur "


" Tidak bisa, sebaiknya kau di rumah saja sampai masalah ini mereda " Tegas Frans


" Aku tidak bisa tinggal di dalam rumah terus " Ivanka masih kekeh ingin ke laur


" Ivanka apa kau tidak sadar, masalah mu kali ini sangat berat. Bukan hanya masalah kelakuan buruk mu memperlakukan gadis itu saja yang tersebar di luar sana. Tapi masalah pekerjaan haram mu juga sedang di ungkit. Kau akan berurusan dengan hukum, cepat atau lambat pihak yang berwajib akan memanggil mu. Aku tidak bisa lagi membantu mu masalah itu, kau tahu? Aku sudah pernah menutup kasus itu dan saat itu aku sudah memperingatkan mu bukan? " Jelas Frans dengan kesal


" Siapa yang membocorkan semua ini? " Tanya Ivanka geram, ia juga sudah sangat berhati-hati melakukan pekerjaan itu semenjak gerak gerik nya tercium oleh orang-orang. Dan sekarang semua nya kembali terkuak, dulu berita itu tidak sampai menyebar ia masih bisa bernapas lega. Namun berbeda untuk saat ini kasus itu sudah naik dan riwayat nya akan tamat sekarang.


" Kak kau harus bantu aku, aku tidak mau sampai masuk penjara " Mohon Ivanka


" Maaf Ivanka, kali ini aku tidak bisa lagi membela mu. Kau tahu jika aku menutupi maka aku juga akan terseret ke dalam nya karena sudah berbohong dengan menutupi kejahatan mu. Aku juga akan di kenakan sebagai pelaku karena sudah bekerja sama dengan mu. Jika aku ikut terseret masuk ke dalam penjara, bagaimana dengan nasib istri dan anak ku kelak? " Tanya Frans


Sudah ratusan kali Frans menasehati Ivanka, namun memang dasar nya Ivanka tidak bisa di nasehati. Frans pun angkat tangan dan tidak mau lagi pusing dengan memikirkan Ivanka. Hanya karena rasa balas budi pada ke dua orang tua Ivanka lah, ia masih bersama Ivanka saat ini.


Dan kali ini Frans tidak bisa membantu Ivanka, ia tidak mau mengorbankan istri nya hanya demi membatu Ivanka yang tidak pernah mau berubah dan mendengarkan perkataan nya.


" Ivanka, untuk masalah mu dengan gadis itu aku masih bisa membantu mu. Sebaik nya kau datangi gadis itu dan meminta maaf pada nya. Kau juga harus meminta maaf di depan publik, agar nama mu kembali baik. Setidaknya untuk menjaga image mu dari tempramen buruk mu itu. Kau bisa mengarang cerita kenapa kau bisa melakukan itu, ambil simpatik publik. Tapi jangan menyudutkan orang lain, tumpu kan semua kesalahan ada pada mu " Saran Frans


" Hahahaha " Ivanka tertawa keras " Aku meminta maaf pada gadis cupu si*lan itu. Jangan pernah bermimpi " Seru Ivanka sinis dengan melipat ke dua tangan nya di atas perut


" Terserah pada mu, aku sudah memberi saran terbaik " Frans membuang napas panjang, ia sudah tahu Ivanka itu sangat keras kepala. Ia tidak tahu apa masalah antara Ivanka dan Illona, dan ia juga tidak mau bertanya.

__ADS_1


Frans dan Aida memutuskan untuk menginap di rumah Ivanka. Untuk berjaga-jaga agar Ivanka tidak ke luar dan membuat kekacauan lagi.


Di dalam kamar nya Ivanka mondar mandir seperti setrika panas. Tangan nya menggenggam ponsel dan gigi nya mengigit kuku kuku jari tangan nya yang lain. Ia terus berpikir bagaimana cara ia ke luar tanpa di kehatui oleh banyak orang. Ia harus membalas Illona.


Ivanka sudah melihat video nya yang sengaja melukai Illona tersebar di internet. Melihat dari video itu, Ivanka sangat yakin jika video itu di ambil dari butik ILO'S dan ia sangat yakin jika yang menyebarkan video itu pasti orang yang berasal dari butik tersebut. Dan Ivanka mencurigai Illona sebagai tersangka utama nya.


Bukan tanpa alasan Ivanka mencurigai Illona. Sebab Illona selalu melawan nya di setiap mereka beradu debat. Ivanka berpikir akan membalas Illona terlebih dahulu untuk saat ini. Setelah urusan nya dengan Illona selesai baru lah ia akan mengurus masalah nya yang lain.


" Si*lan gadis kampung itu berani macam macam dengan ku. Dia tidak tahu siapa aku, kau tunggu saja. Aku tidak akan membiarkan kamu lepas kali ini " Seru Ivanka dengan kemarahan yang meluap


" Aku akan menyingkirkan mu. Gara-gara kamu Cello tidak memandang ku lagi. Jika aku tidak mendapatkan Cello kembali maka tidak ada satu orang pun yang bisa mendapatkan nya " Tekat Ivanka sudah kuat, ia akan menyingkirkan Illona bagaimana pun cara nya.


Ivanka duduk di atas kasur sembari berpikir, rencana apa yang akan ia lakukan. Ia berpikir akan menjalankan rencana nya secepat mungkin. Semakin cepat semakin baik menurut nya. Bila perlu malam ini juga ia akan menemui Illona, namun itu tidak mungkin karena ada Frans yang berjaga di rumah nya.


" Si*l kenapa juga mereka harus menginap di sini " Gerutu Ivanka pada sepasang suami-istri itu


Karena sudah lelah berpikir akhirnya Ivanka merebahkan tubuh nya di atas kasur. Meski mata nya belum benar-benar mengantuk, ia paksa kan untuk terpejam.


bersambung....


❄❄❄


minta like nya ya

__ADS_1


__ADS_2