
Happy Reading
" Kak Kris, kak Lu tunggu aku " Teriak Illona pada ke dua kakak nya Kristoffer dan Luis yang sedang berlari kecil di halaman belakang mansion
Ke dua pria tampan itu menoleh ke sumber suara. Mereka pun berhenti berlari dan berdiri di tempat untuk menunggu Illona yang sedang memperbaiki ikatan tali sepatu nya.
Illona yang sudah siapa dengan pakaian olahraga nya segera menghampiri ke dua kakak nya setelah selesai memperbaiki ikatan tali sepatu nya.
Tiga kakak beradik itu pun berlari kecil mengelilingi taman mansion yang sangat luas itu. Dengan Illona berada di tengah-tengah ke dua kakak nya.
Setelah beberapa kali putaran ke tiga kakak beradik itu menyudahi lari kecil mereka. Illona sangat lelah mengikuti ke dua kakak nya. Ia sudah tidak sanggup lagi untuk berjalan sehingga ia meminta gendong pada Kristoffer.
" Kak Kris gendong " Rengek Illona manja lengkap dengan ke dua tangan nya yang ia rentangkan
" Ayo naik " Tanpa bantahan Kristoffer langsung jongkok di hadapan Illona dan meminta Illona untuk naik ke punggung nya.
Dengan senang hati Illona langsung menaiki punggung lebar Kristoffer. Ke dua tangan nya memeluk leher Kristoffer dan ke dua kaki nya melingkar di pinggang Kristoffer. Dengan sigap Kristoffer menggendong Illona.
" Kasihan gadis kecil ku kelelahan " Seru Kristoffer
" Ah nyaman nya berada di punggung kak Kris " Illona menjatuhkan kepala nya di pundak Kristoffer
" Benarkah? " Tanya Kristoffer
" Benar, punggung kak Kris membuat ku paling nyaman " Illona mengangguk
" Jadi hanya kak Kris saja yang bisa membuat mu nyaman? " Tanya Luis pura-pura kesal
" Tidak, kalian semua juga. Tapi yang paling nyaman ya kak Kris " Seloroh Illona mengecup pipi Kristoffer dengan sayang. Luis mendengus dan melengos ke samping.
" Kakak kakak ku yang paling the beast. Aku sayang kalian semua "
" Kami juga sayang pada mu " Seru Luis dan Kristoffer bersama
__ADS_1
Mereka berjalan sambil tertawa bahagia, bercerita dan bercanda. Luis membuka sepatu Illona membebaskan kaki nya dari rasa pengap dan panas setelah berlari kecil tadi dan membawa sepatu Illona di tangan kanan nya.
Kristoffer membawa Illona dengan berlari sambil sesekali memutarkan tubuhnya membuat Illona semakin mempererat pelukannya ia takut terjatuh.
" Kak Kris berhenti, jangan berlari seperti ini nanti kita jatuh " Rengek Illona dan Kristoffer pun menurut
" Tidak akan " Seru kristoffer yakin
" Awas ya kalau nanti sampai jatuh " Ancam Illona
" Iya tuan putri " Kristoffer mengangguk
" Kak, apa aku berat? " Tanya Illona
" Tidak sama sekali, kau masih sama seperti dulu "
" Benarkah? Masa iya aku sudah sebesar ini masih sama seperti dulu? " Tanya Illona
Illona mencebikkan bibir nya karena di anggap masih kecil. Kristoffer dan Luis menertawakan Illona yang menurut mereka sangat lucu.
Kristoffer kembali berlari dan kali ini Luis ikut mengejar mereka. Terjadilah aksi saling kejar kejaran antara kakak beradik itu dengan Illona masih berada di atas punggung kristoffer.
Kristoffer merebahkan tubuh nya di kursi yang ada di depan taman. Menurunkan Illona dengan perlahan agar tidak terhempas langsung ke kursi besi itu.
Dari dalam rumah terlihat Jasper dan Xander ke luar menghampiri mereka. Melihat dari penampilan nya mereka juga baru selesai berolahraga, tapi mereka berolahraga di dalam ruangan gym.
Xander membawa botol berisi air mineral kemudian ia buka tutup nya, setelah itu ia berikan pada Illona. Sedangkan Jasper mengelap keringat yang menempel di dahi Illona dengan lembut.
" Terima kasih " Ucap Illona pada ke dua kakak nya itu dengan memamerkan gigi gigi nya yang putih bersih dan di balas dengan senyuman oleh ke dua kakak nya itu.
Xander mengelus pucuk kepala Illona dengan sayang.
Di meja makan semua orang sudah berkumpul untuk sarapan bersama. Illona sarapan hanya dengan selembar roti tawar yang sudah di olesi dengan selai coklat dan segelas susu hangat.
__ADS_1
" Mom hari ini aku akan pergi jalan dengan Marcello, mungkin akan pulang sedikit terlambat " Pamit Illona pada ibu nya, hari ini ia akan pergi jalan jalan bersama Marcello
" Ya berhati-hati lah, jaga diri dengan baik " Pesan Sarah
" Mom aku hanya pergi jalan jalan mengelilingi kota bukan akan pergi jauh " Protes Illona pada ibu nya karena telah membuat pesan yang berlebihan menurut Illona, ia hanya akan jalan jalan seputaran kota Paris bukan akan pergi jauh.
" Ya apa salah nya mommy berpesan untuk menjaga diri. Itu semua untuk keselamatan mu sayang " Seru Sarah
" Oke oke aku mengerti " Illona mengalah, lagi pula kemana pun ia pergi selalu ada bodyguard di sekitar nya.
" Kenapa kau mengizinkan nya pergi bersama pria itu. Apa kalian membiarkan Lona berhubungan dengan pria itu? " Tanya kakek Gustav keberatan Illona menjalin hubungan dengan Marcello
" Apa maksud kakek berkata seperti itu? " Gerutu Illona
" Sudah lah ayah, biarkan Lona saja Lona bersama Marcello. Itu pilihan nya " Seru Adam membela Illona
" Pria itu sudah berbuat tidak baik pada gadis kita, apa kalian ingin menyerahkan gadis kita pada pria seperti itu? Lebih baik ia bersama Lucas, sudah jelas dia pria baik " Seru kakek Gustav
" Sudah lah kakek itu urusan mereka berdua, lagi pula itu kan dulu dan sekarang Marcello sudah meminta maaf dan menyesal. Dan terlihat dia sangat mencintai Lona. Selama dia tidak menyakiti Lona yang berlebihan aku rasa tidak perlu di besar besarkan " Jasper berkata bijak
Ya, menurut Jasper, Marcello tidak berlebihan saat dulu tidak menyukai Illona. Karena dari apa yang ia pantau, tidak semua nya salah Marcello. Adik nya juga turut andil membuat Marcello membenci nya. Dan menurut Jasper itu salah satu jalan mereka untuk bersatu. Di pertemukan dalam keadaan saling membenci dan pada akhirnya mereka saling mencintai, itu adalah jalan takdir dari Tuhan untuk mereka berdua.
" Benar sekali kak Jaz, lagi pula aku tidak ada rasa apa pun sama Lucas. Jadi kakek jagan memaksa ku lagi untuk menerima Lucas. Dan kakek, kakek kalah suara dengan ku. Semua mendukung ku, tidak ada yang berada di pihak kakek " Illona menjulurkan lidah nya untuk meledak sang kakek
" Dasar gadis nakal " Kakek Gustav tak bisa lagi berkata-kata karena tidak ada yang berpihak pada nya, percuma saja ia beradu mulut. Ia pasti akan kalah melawan semua pendukung Illona.
Setelah drama perdebatan itu semua nya melanjutkan menyantap sarapan pagi mereka masing-masing.
bersambung...
❄❄❄
minta like nya ya guys
__ADS_1