Pura-pura Cupu

Pura-pura Cupu
flashback


__ADS_3

Happy Reading


" Kau masuk ke dalam jebakan mereka? Jadi wanita yang akan menikah dengan mu wanita yang sudah di atur oleh mereka? " Tanya Riki memotong cerita Tama, ia mengira Tama masuk ke dalam jebakan itu karena tidak bisa menahan hasrat


" Bisa tidak kau tidak memotong pembicaraan ku? Aku belum selesai bercerita, dodol " Kesal Tama, ia menatap Riki horor


Riki menyengir dan menggaruk tengkuk nya yang tiba-tiba minta di garuk.


" Monggo di lanjutkan " Riki mempersilahkan Tama melanjutkan cerita nya dengan gerakan tangan mempersilahkan dan badan sedikit membungkuk


Tama mendengus dan ia pun kembali melanjutkan cerita nya yang terpotong karena ulah Riki.


Lanjut ke flashback


Akhirnya Tama bisa bernapas lega saat wanita itu sudah pergi dari sana. Entah kemana pergi nya wanita itu Tama sudah tidak perduli, dengan segera ia ke luar dari toilet dan berlari ke luar restoran itu.


Tama melajukan mobil nya sekencang mungkin, beruntung malam itu sudah mulai sepi. Karena memang sudah sangat larut malam. Tama memutuskan untuk pulang ke rumah saja, ia akan menuntaskan nya dengan cara berendam. Entah kenapa ia malas mendatangi bar, padahal ia bisa dengan mudah menuntaskan hasrat nya di sana, karena banyak wanita seksi di sana.


Tiba di rumah, terlihat rumah itu sudah gelap karena penghuni nya sudah tidur. Saat hendak masuk ke kamar nya Tama melewati area dapur, ia berencana untuk mengambil air dingin di dalam kulkas untuk mendinginkan tubuh nya yang semakin panas.

__ADS_1


Samar samar Tama melihat siluet seseorang ada di balik tembok dapur. Siapa yang ada di dalam dapur malam malam begini pikir Tama. Apa jangan jangan itu penyusup?. Di tengah-tengah rasa tak nyaman dalam tubuh nya ia memberanikan diri untuk menyergap penyusup itu.


Saat tiba di meja mini bar pembatas dapur, Tama tertegun. Sesosok gadis cantik sedang berdiri di depan kulkas. Gadis itu terlihat sedang meminum air putih dengan gelas di tangan kanan nya. Rambut yang di ikat cepol memamerkan leher jenjang nya yang putih mulus. Baju kaos putih kebesaran di tubuh nya malah membuat gadis itu nampak seksi dan menggoda.


Hanya melihat saja sudah bisa membuat hasrat Tama semakin meningkat hingga sampai ke ubun-ubun. Sekuat tenaga Tama menahan agar ia tidak menerkam gadis belia itu. Ia tidak boleh merusak gadis itu.


Gadis belia itu adalah sahabat adik sepupu nya, gadis itu memang sudah sering berkunjung ke rumah meraka hanya untuk menemani adik sepupu nya yang memang tinggal bersama mereka. Tama sudah beberapa kali melihat gadis itu di rumah nya tapi ia tidak pernah tertarik karena gadis itu masih terlalu kecil.


Entah mengapa malam ini gadis itu bisa menjelma seperti gadis dewasa di mata Tama sekarang. Apa itu karena Tama selalu melihat nya mengenakan seragam sekolah menengah atas saat bertemu dan sekarang ia hanya mengenakan pakaian santai jadi gadis itu terlihat berbeda? atau karena ia yang sedang dalam pengaruh obat jadi pandangan nya berubah?.


Semakin ia melihat gadis itu yang bergerak ke sana kemari di dalam dapur semakin ia tidak bisa menahan sesuatu yang harus ia tuntaskan. Dan pada akhirnya Tama kalah, ia tidak bisa lagi melawan pikiran baik nya untuk tidak menyentuh gadis itu.


Saat gadis malang itu ke luar dari dapur ia terkejut melihat Tama yang entah dari kapan ada di sana. Ia pun hanya menyapa sekilas dan menunduk karena ia takut melihat Tama saat ini. Ia mengira Tama marah pada nya karena sudah lancang masuk ke dalam dapur tengah malam seperti ini di saat orang orang sudah tertidur, ia sudah seperti maling yang kepergok sedang mencuri. Padahal Ia ke dapur hanya karena ingin minum, tenggorokan nya kering. Ia melihat wajah Tama yang datar tanpa ekspresi ia pun segera melewati Tama.


" Maaf kak permisi " Seru nya lagi masih dengan menunduk


Namun sayang pergerakan nya tertahan. Baru satu langkah kaki nya melewati Tama, pergelangan tangan kanan nya di tarik oleh Tama dengan kuat sehingga ia menabrak dadaa bidang Tama.


" Kak ma.. " Ucapan gadis itu tertahan karena Tama langsung membungkam bibir gadis itu dengan paksa

__ADS_1


Gadis dalam pelukannya itu terus meronta mendorong dadaa Tama untuk melepaskan ciuman paksa itu. Air mata nya sudah mengalir deras, ia memohon di dalam hati nya agar Tama melepaskan nya. Ia memukul mukul dadaa dan menendang kaki Tama. Namun Tama malah semakin menggila, tangan nya sudah merayap masuk ke dalam baju kaos lebar itu untuk mencari sesuatu yang tersembunyi di dalam nya dan bermain di sana.


Tubuh gadis itu menegang dan lemas seketika, ia sudah kelelahan melawan Tama dan sekarang ia sudah lemas tak bertenaga. Tama memopong tubuh lemas gadis itu masuk ke dalam kamar nya tanpa mengunci pintu karena ia sudah tak tahan lagi.


Di dalam kamar nya, Tama menyalurkan hasrat nya pada gadis belia itu sampai berulang kali. Ia sudah merenggut keperawanan gadis itu secara paksa membuat gadis itu terus menangis.


Hingga gadis itu pingsan dan tertidur hingga pagi. Namun sebelum pingsang ia sempat mendengar Tama berucap maaf, Tama juga mengatakan terima kasih dan mengecup kening nya.


" Terima kasih, sayang. Maafkan aku untuk semua ini " Tama mencium kening gadis yang sudah memejamkan mata itu dan memeluk nya erat, ia juga ikut memejamkan mata nya.


Gadis itu terbangun di pagi hari dengan posisi Tama memeluk tubuh polos nya. Ia sangat syok, mengingat kemalangan nya tadi malam membuat ia kembali menangis tersedu-sedu dengan posisi duduk dan kepala nya di atas ke dua lutut nya ia terus menangis.


Suara tangis nya terdengar sampai ke luar karena pintu kamar Tama yang ternyata tidak tertutup rapat. Dan itu mencuri perhatian semua orang yang ada di dalam rumah. Sedangkan Tama terbangun dan berusaha menenangkan gadis itu. Namun bukan nya berhenti gadis itu malah semakin kencang menangis. Tama ingin menyentuh nya namun gadis itu cepat cepat menjauh dari Tama dengan memundurkan duduk nya sampai di ujung kasur. Ia takut Tama kembali memperkosa nya dan sekarang ia menjadi trauma.


Seisi rumah di buat geger oleh suara tangisan gadis malang itu. Cici adik sepupu Tama yang sedang mencari keberadaan sahabat nya yang menghilang dari kamar nya menghentikan langkah kaki nya tepat di depan kamar Tama karena ia mendengar suara yang ia kenali. Itu suara sahabat nya yang sedang menangis, tapi kenapa suara itu ada di dalam kamar Tama? Dengan rasa penasaran Cici membuka pintu itu dan alangkah terkejutnya ia melihat apa yang ada di depan mata nya. Sahabat nya menangis dengan tubuh yang di tutup oleh selimut sampai dadaa dan itu memperlihatkan pundak polos nya, rambut nya sudah acak acakan tak karuan. Dan kakak sepupu nya juga dalam keadaan bertelanjang dadaa. Tanpa di jelaskan pun ia tahu apa yang sudah terjadi.


bersambung....


🌼🌼🌼

__ADS_1


minta like nya ya


met berbuka puasa


__ADS_2