Pura-pura Cupu

Pura-pura Cupu
pulang


__ADS_3

Happy Reading


Pria bule berparas tampan itu melihat ada beberapa orang berada di luar ruangan. Ia mengenali Sari sebagai karyawan majikan nya. Ya, pria bule itu adalah salah satu bodyguard tambahan yang di utus oleh Xander, kakak Illona. Bodyguard yang di bawa dari negara Illona. Ia tahu alasan Sari datang ke rumah sakit untuk apa. Jadi ia memberi kode pada rekan nya yang ada di depan nya untuk menjelaskan. Karena ia tidak bisa berbahasa Indonesia.


Mereka di persilahkan untuk masuk ke dalam ruangan, untuk melihat secara langsung siapa yang ada di dalam sana. Dan sambil menjelaskan kejadian siang itu. Marcello dan yang lain merasa lega serta prihatin secara bersamaan. Lega karena Illona baik baik saja dan prihatin melihat keadaan bodyguard yang terbaring lemah mengantikan posisi Illona.


Marcello sedikit menyesal kenapa ia tidak berpikir untuk mendatangi rumah sakit langsung. Jika saat ia mendapat kabar kecelakaan Illona ia langsung mendatangi rumah sakit, pasti ia akan bertemu dengan Illona. Sekarang Illona sudah tidak ada lagi kota ini, ia sudah pulang kembali ke rumah keluarga nya.


------------


Setelah beberapa belas jam berada di udara kini pesawat yang membawa Illona sudah mendarat dengan sempurna di lapangan luas milik keluarga Smith. Lapangan khusus jet pribadi keluarga Smith.


Pintu sudah di buka oleh petugas, Illona turun. Illona berjalan menuju mobil yang sudah menunggu nya untuk mengantar ke mansion. Seorang sopir menunduk hormat dan membuka pintu mobil untuk Illona.


Illona sudah menganti pakaian nya saat di rumah sakit. Dan penampilan nya juga sudah kembali, ia tidak berpenampilan menjadi Lona si gadis cupu.


Illona tiba di rumah nya saat semua keluarga sedang menikmati sarapan. Ia tahu ini waktu nya semua orang sarapan. Jadi ketika sampai di mansion ia langsung menuju ruang makan.


Saat kaki Illona sampai di ruang makan ternyata semua lengkap, kakak kakak nya ada di sana berserta para istri mereka dan anak mereka.


" Good morning semua " Sapa Illona dengan suara lantang nya, membuat semua menoleh ke arah nya


" Wah wah wah kalian semua ada di sini. Apa kalian sedang menyambut kepulangan ku? " Tanya nya dengan melebarkan senyuman dan merentangkan ke dua tangan nya.


Ke tiga keponakan nya langsung berlari masuk ke dalam pelukan Illona. Semua keponakan nya sangat dekat dengan nya, mereka saling menyayangi. Walaupun di luar sana Illona terkenal sombong dan angkuh, tapi di depan semua keluarga nya ia sangat baik dan perhatian.


" Aunty, kau dari mana saja? Aku sangat merindukan mu " Seru bocah lucu berusia lima tahun itu dengan mata bulat nya


" Ohh Oskar ku sayang, aku juga sangat merindukan mu. Aku habis bersenang-senang di luar sana " Illona membungkuk menyamakan tinggi nya dengan Oskar dan mencubit gemas pipi tembem bocah laki-laki itu yang nampak mengemaskan di mata Illona

__ADS_1


" Apa aunty hanya merindukan Oskar saja? Aunty tidak merindukan kami? " Tanya bocah perempuan di samping Oskar dengan wajah di tekuk


Illona beralih menatap gadis kecil itu " Hey siapa yang bilang? Tentu aunty juga sangat merindukan kalian berdua " Illona mengusap sayang kepala dua gadis kecil di depan nya


" Oh my Princess " Seru Sarah dan Adam bersamaan


Illona beralih melihat ke dua orang tua nya dan berjalan menghampiri mereka di meja makan. Ke tiga keponakan nya pun kembali ke kursi masing-masing.


" Oh my queen and my king " Illona mencium pipi ke dua orang tua nya secara bergantian


" Kenapa kau tidak memberi kabar jika akan kembali? " Tanya Sarah


" Surprise " Seru Illona merentang ke dua tangan nya


" Cih, surprise kata nya " Cibir pria tua yang duduk di kursi bagian kepala keluarga


" Aish kakek ini " Sungut Illona


" Dasar gadis nakal, apa sudah puas kau bermain main di luar sana? " Seru nya menatap Illona


" Apa seperti ini penyambutan kakek pada ku? " Bukan nya menjawab Illona malah bertanya dan pria tua itu hanya berdecih.


Setelah memberi satu ciuman di pipi kakek nya, Illona menyapa para kakak kakak nya dan kakak ipar nya dengan memberi mereka masing-masing satu kecupan sayang di pipi mereka.


Illona mengambil duduk di kursi yang biasa ia duduki. Mereka semua sudah memiliki kursi masing-masing di sana. Dan mereka kembali melanjutkan sarapan mereka yang ter-jedah.


----------------


Angin malam berhembus menyentuh kulit wajah Illona dengan lembut. Ribuan bintang menghiasi langit yang gelap sehingga terlihat sangat indah di mata. Dingin nya angin tak membuat Illona untuk beranjak dari sana. Di atas balkon kamar nya, Illona berdiri dengan menumpukan ke dua tangan nya di pagar pembatas. Pandangan nya menatap ke atas langit yang indah. Cuaca malam ini sangat indah, sangat sayang untuk di lewat kan.

__ADS_1


Saat saat seperti ini ia malah teringat akan pria tampa yang seperti oppa oppa Korea yang selama ini merajai hati nya. Entah kemana pria itu kini berada. Semenjak kepulangan nya ke kediaman keluarga nya, ia tidak pernah lagi terdengar apa lagi terlihat. Bahkan hanya sekedar memberi kabar saja ia tidak pernah. Seakan-akan ia menghilang di telan bumi. Membuat Illona mendes*h mengingat pria itu.


" Even " Lirih Illona menyebut nama pria itu. Pria yang dulu membuat seorang Illona Smith tergila-gila, sampai sampai ia tidak bisa berpaling ke lain hati.


" Bagaimana kabar mu? Apa kau baik baik saja di sana? Apa kau bahagia dengan pilihan orang tua mu? " Tanya Illona yang pasti nya tidak akan ada yang menjawab


" Hhhhh " Terdengar suara helaan napas Illona


" Apa dia sudah menikah sekarang? " Tanya nya pada diri sendiri


" Aishh anak itu, bahkan sekedar mengirim undangan saja tidak. Setidaknya ia mengirimi ku undangan kan? Apa dia takut aku akan mengacaukan pernikahan nya? " Gerutu Illona


Illona membalik tubuh nya dan memilih masuk ke dalam kamar nya, karena hari sudah semakin larut.


" Asal kau tahu saja tuan, aku sudah move on dari mu dan sekarang sudah ada pria lain yang mampu menggeser posisi mu di hati ku " Sungut Illona sepanjang jalan memasuki kamar nya.


Di lain tempat seorang pria tampa sedang bersin bersin.


" Hacim.. Hacim..Hah seperti nya cuaca saat ini sedang tidak bagus " Pria itu menyeka hidung mancung nya dengan tisu untuk membersihkan cairan yang keluar dari sana


" Apa kau baik baik saja tuan Evan? " Tanya seorang pria yang berdiri di depan meja kerja nya


" Ah ya, aku baik baik saja. Sebaiknya kita pulang saja, seperti nya cuaca sedang tidak bagus. Lagi pula pekerjaan kita hari ini sudah selesai semua " Seru pria tampan yang ternyata adalah Evan


bersambung...


❄❄❄


minta like nya ya

__ADS_1


__ADS_2