Pura-pura Cupu

Pura-pura Cupu
berangkat ke Paris


__ADS_3

Happy Reading


Satu minggu setelah kembali dari Indonesia, Illona sibuk menyiapkan gaun pengantin nya. Semua perihal yang berkaitan dengan pesta pernikahan sudah di urus oleh Sarah, ibu Illona. Mulai dari gedung, catering, undangan semua sudah beres. Illona hanya fokus pada gaun pengantin nya saja.


Gaun pengantin Illona di kerjakan oleh dua orang karyawan khusus dan di bantu oleh ia sendiri sehingga gaun itu cepat selesai.


Illona menatap gaun itu dengan seksama ia harus teliti, apa saja yang belum sempurna dan harus di perbaiki atau di tambah.


" Nona, apa ada lagi yang ingin anda perbaiki? " Tanya seorang karyawan yang khusus mengerjakan gaun nya itu


" Hmm, ya. Tolong mutiara ini kamu kurangi, ini terlalu banyak " Tunjuk Illona pada mutiara yang ada di bagian pinggang


" Baik, ada lagi? " Tanya karyawan nya


" Hmm, cukup itu saja "


Lain hal nya dengan Illona yang sibuk mengurus gaun pengantin nya, Marcello sedang sibuk mengurus pekerjaan nya. Ia harus lembur setiap hari agar pada saat ia pergi semua pekerjaan nya sudah rampung. Dan tidak meninggalkan masalah apapun.


" Cello, kamu jangan terlalu lelah bekerja. Istirahat kan tubuh mu agar tetap fit. Ingat pernikahan mu tinggal satu minggu lagi. Jangan sampai kami drop di saat hari itu " Tegur ibu Marcello, nyonya Emily dari balik layar telepon


Saat ini Marcello masih ada di kantor dan sedang melakukan panggilan video dengan ibu nya.


" Iya ma aku tahu. Karena itu aku harus mengerjakan pekerjaan ku. Aku akan tenang jika semua sudah beres dan tidak ada masalah. Setelah itu aku akan istirahat dengan tenang. Aku janji beberapa hari lagi akan selesai dan langsung istirahat, oke " Marcello menenangkan ibu nya yang nampak mengkhawatirkan tenang kesehatan nya


" Itu harus, kau harus istirahat yang banyak. Mama tidak mau kamu sampai sakit di acara pernikahan mu nanti " Cerewet nyonya Emily


" Iya, iya "


" Jangan hanya iya iya saja, ingat dua hari sebelum hari H kamu sudah harus ada di sini " Omel nyonya Emily


" Siap nyonya " Lebih baik ia iya kan saja dari pada urusan nya makin panjang dan setelah itu sambungan telepon pun terputus


Nyonya Emily sudah berada di Paris bersama dengan kakek Janshen, ia ingin ikut berpartisipasi dalam menyiapkan acara pernikahan Marcello dan Illona karena ini adalah pernikahan anak satu satu nya. Tentu ia tidak mau ketinggalan dan kehilangan momen momen keriwehan mengurus acara pernikahan. Ia juga mau mengutarakan pendapat nya tenang ini dan itu.


Sedangkan tuan Robert akan berangkat bersama dengan Marcello dua hari sebelum pernikahan karena ia juga harus mengurus pekerjaan nya.


Tama


Hay bro, hari pernikahan mu sudah tinggal menghitung hari. Tidak adakan pesta lajang? Isi pesan yang di kirim oleh tama di dalam grup yang hanya berisi tiga orang itu saja


Riki

__ADS_1


Haha kau benar Tam. Ayo kita ngumpul


Marcello


Tidak bisa, aku sedang banyak pekerjaan


Tama


Ayo lah. Ini pesta hanya sekali seumur hidup


Riki


Tidak ada pesta pesta lajang. Heh Tama ingat istri mu sedang hamil. Harus nya kamu ada di samping nya bukan nya malah mengajak orang berpesta. Cello jangan mau, atau aku adukan pada Lona


Tama


Kau ini tidak asik sama sekali, Vio


Tama membalas dengan sedikit kesal, ia tahu pesan itu di kirim oleh Viona. Dan ia yakin di sana Riki sudah habis dimarahi oleh Viona.


Riki


Dan pesan itu masih Viona yang membalas karena ponsel Riki, ia yang pegang.


Marcello


Ya, aku juga tidak akan kemana-mana. Pekerjaan ku masih banyak dan empat hari lagi aku sudah harus ke Paris


----------


Di bandara internasional Marcello sudah siap akan pergi ke Paris. Ia pergi dengan rombongan, bukan hanya berdua saja dengan papa nya, tuan Robert. Tetapi Riki, Viona, Tama dan Ayu juga ikut bersama mereka.


Karena kehamilan nya Ayu tidak lagi bersekolah seperti teman teman nya yang lain. Ia harus bersekolah dari rumah, itu semua permintaan dari mama Tama yang takut terjadi apa apa pada menantu dan calon cucu nya. Ia tidak mau ambil resiko, karena di sana pasti banyak kegiatan yang melelahkan. Salah satu contoh olahraga rutin dan upacara bendera. Usai Ayu masih muda dan kehamilan di usia muda tidak lah mudah.


" Ayu, apa kau kuat. Ini perjalanan jauh loh? " Tanya Viona yang cemas akan kehamilan Ayu


" Gak apa apa kak. Aku kan juga sudah pernah melakukan perjalanan jauh sebelum ini " Ayu tertawa kecil. Sebelum ini ia dan Tama pergi ke Jepang untuk berbulan madu dengan kado pemberian dari Illona.


" Beneran? " Tanya Viona lagi


" Iya kak, dokter juga sudah mengizinkan. Kata nya tidak masalah kandungan ku kuat " Penjelasan Ayu bisa membuat Viona lega

__ADS_1


" Syukur lah "


Viona berjalan menggandeng tangan Ayu. Riki dan Tama berjalan di belakang mereka dengan membawa koper masing-masing.


Sebelum masuk ke dalam pesawat Marcello melakukan panggilan video bersama Illona di ruang tunggu.


" Hay sweetheart lagi di mana? " Tanya Marcello saat sambungan telepon mereka tersambung


" Hay my sweetheart, aku lagi di sini " Illona menunjukkan di mana ia berada.


Sebuah ruangan besar yang sangat cantik karena sudah di hias dengan sebegitu indahnya. Sebuah pelaminan besar bernuansa putih, penuh dengan bungan. Itu adalah ruangan gedung yang akan mereka gunakan untuk acara pernikahan mereka nanti. Illona sedang ada di sana untuk melihat sudah sejauh mana persiapan gedung itu. Dan nampak mama Marcello dan juga mommy Illona di sana sedang berbicara dengan seorang wanita yang mungkin itu adalah pihak Wedding Organizer.


" Kamu sendiri lagi di mana? " Tanya Illona


Dan Marcello pun mengarahkan kamera ponsel nya ke sekeliling nya. Menunjukkan bahwa ia sedang ada di bandara.


" Lagi nunggu panggilan masuk pesawat. Bentar lagi kami akan terbang " Jelas Marcello masih mengarahkan kamera ponsel nya di sekitar nya


Saat itu Viona yang duduk di belakang Marcello melihat Marcello dan segera mendekat. Viona mengambil alih ponsel Marcello dan menyapa Illona.


" Hay calon pengantin "


" Hay kak Vio "


" Hay kak Lona " Ayu yang duduk di samping Viona juga ikut menyapa Illona


" Eh ada pengantin baru juga ternyata. Hay juga Ayu " Balas Illona tersenyum ramah


" Ehehehe, iya kak. Kan kemarin kakak juga nyempetin datang ke acara nikahan kami. Jadi sekarang giliran kami yang datang ke nikahan kakak " Seru Ayu memamerkan deretan gigi nya


Marcello mendengus, menyesal sekali tadi ia sudah mengarahkan kamera nya ke arah Viona sehingga Viona mengambil alih ponsel nya padahal ia belum selesai berbicara dengan Illona.


" Honey, sudah berikan ponsel Cello. Kasihan dia " Riki berkata dengan sedikit mengejek Marcello, ia tahu sekarang sahabat nya itu sedang kesal


Saat Viona memberikan ponsel itu kembali, panggilan untuk mereka masuk ke dalam pesawat sudah terdengar. Marcello terpaksa memutuskan sambungan telepon dan mereka segera masuk ke dalam pesawat.


bersambung....


🌼🌼🌼


minta like nya ya

__ADS_1


__ADS_2