
Happy Reading
" Apa? Menikah? " Tanya tiga orang itu terkejut
Mereka tidak pernah menyangka jika sahabat mereka satu ini akan segera menikah dalam waktu dekat ini. Berita ini seperti lelucon untuk mereka. Jadi saat mendengar kabar berita ini mereka tertawa menganggap sahabat mereka itu sedang menge-prank.
Melihat sahabat nya tertawa, pria itu pun melemparkan selembar kartu undangan di atas meja tepat di depan wajah mereka semua. Sontak ke tiga orang itu menghentikan tawa dan meraih kartu yang barus saja di lempar tadi.
" Serius ini kau akan menikah? " Tanya seorang gadis setelah membaca nama mempelai pria dan ia menatap kartu undangan dan pria di depan nya secara bergantian.
" Kan kau bisa baca, sudah jelas itu nama ku " Dengus pria itu
" Ya siapa tahu ini orang yang berbeda hanya nama nya saja yang sama 'Tama Rahadian dan Ayunda Putri' " Gadis itu membaca nama yang tertera " Kau mencuri kartu undangan orang lain dan mengaku nya sebagai milik mu ya " Gadis itu memicingkan mata nya melihat pria yang ternyata adalah Tama
Jelas saja ke tiga orang itu tidak percaya kabar ini, karena mereka tahu Tama itu seperti apa. Seorang Casanova dengan banyak wanita di sekeliling nya dan belum ada tanda tanda jika ia akan taubat. Dan saat mendengar berita ini bagai bumi akan runtuh tenggelam ke dasar laut paling dalam.
Cletak
Tama menjitak kepala gadis itu gemas
" Kyaaa, kenapa kau menjitak kepala Viona " Teriak Riki tak terima kekasih nya di sakiti, ia mengelus kepala Viona dengan sayang. Tama memutar bola mata nya malas melihat pasangan bucin itu.
" Honey, sakit? " Tanya nya perhatian sesekali ia meniup kepala Viona yang di jitak Tama.
" Ya " Viona mengangguk memasang wajah tersakiti sangat lebay. Riki menendang kaki Tama yang berada di bawah meja membuat Tama meringis.
__ADS_1
Marcello yang ada di antara mereka mengambil kartu undangan yang ada di tangan Viona. Ia penasaran apa benar sahabat lucnat nya satu ini akan menikah.
" Tama Rahadian, Ayunda Putri " Marcello membaca nama calon pengantin yang tertulis di selembar kertas cantik itu " Siapa gadis yang tidak beruntung ini? " Tanya Marcello pada Tama
" Kyaa, apa kata mu? Gadis tidak beruntung? " Tama kesal di bilang seperti itu, sedangkan Viona dan Riki cekikikan
" Ya, kasihan sekali gadis ini di nikahi pria buntung seperti mu " Ledek Marcello
" Kau... " Tunjuk Tama
" Apa kau menikah paksa karena di jodoh kan oleh orang tua mu? " Tanya Riki yang tahu jika orang tua Tama sering mencari jodoh untuk Tama, mereka sudah tidak mau lagi melihat Tama yang selalu melanglang buana ke sana ke mari bermain dengan banyak wanita.
Melihat Tama menggeleng kepala Viona pun berkata " Apa jangan jangan kau yang memaksa gadis ini untuk menikah dengan mu? Apa kau melakukan pernikahan kontrak untuk menghindari perjodohan dari orang tua mu? " Tuduh Viona
Apa yang di katakan Viona sedikit banyak nya ada benar nya juga. Ia yang memaksa gadis itu untuk menikah dengan nya, tapi untuk pernikahan kontrak itu tidak benar.
Marcello memicing kan mata nya melihat gelagat Tama sedikit aneh. Dan hari ini Tama di interogasi oleh sahabat sahabatnya. Mereka tidak pernah menyembunyikan rahasia, selalu bercerita apa pun itu masalah mereka baik itu prestasi atau pun aib mereka sendiri. Akhirnya Tama pun menceritakan semua nya.
Flashback
Malam itu Tama menghadiri jamuan makan malam yang di restoran bintang lima yang ada di lantai satu hotel mewah. Ia terpaksa menghadiri jamuan itu karena merasa tidak enak hati pada rekan bisnis nya itu. Sudah beberapa kali rekan bisnis nya itu mengundang nya makan malam namun ia tidak pernah datang dengan alasan banyak pekerjaan. Sebenarnya Tama kurang begitu senang dengan rekan nya satu ini, hanya karena terlanjur menandatangani kontrak kerja saja ia berlaku ramah pada orang itu. Pasal nya Tama memiliki firasat jika rekan nya satu itu memiliki niat licik.
Malam itu rekan bisnis yang merupakan pria setengah baya membawa seorang wanita berpakaian minim ikut serta dalam jamuan itu. Pria licik itu sengaja membawa wanita seksi ke sana karena ia tahu jika Tama menyukai gadis cantik dan seksi, ia tidak akan tahan melihat godaan wanita seperti itu.
Awal nya Tama biasa saja ia tidak mencurigai apa pun, karena yang ikut dalam perjamuan itu bukan hanya diri nya saja. Ada rekan yang lain nya juga. Saat wanita itu berusaha menggoda nya, ia berpikir itu karena wanita itu menyukai nya karena ketampanan nya dan dia satu satunya pria muda di antara yang lainnya. Sungguh Tama sangat terlalu percaya diri bukan, ckckck....
__ADS_1
Hingga saat satu persatu orang sudah pamit pulang hanya tertinggal ia dan beberapa orang saja. Tama seolah di tahan, pria setengah baya itu terus mengajak nya untuk mengobrol ini dan itu dengan di temani seorang wanita seksi di samping nya. Ya sekarang wanita itu sudah berpindah tempat, yang tadi nya duduk di seberang nya sekarang sudah berada tepat di samping nya.
Tama merasa ada yang aneh dalam tubuh nya, Tiba-tiba saja ia merasa panas dan ada sesuatu yang ingin ke luar. Tama menggaruk tengkuk nya yang terasa gatal.
" S**t " Umpat Tama dalam hati, napas nya mulai berat dan tidak beraturan. Ia berusaha menahan gejolak dalam dirinya. Ia tahu ada sesuatu yang di masukkan ke dalam makan atau minuman nya. Tama mengumpat mereka semua dalam hati.
Serrrr
Darah Tama berdesir saat tangan wanita itu meraba paha nya. Wanita itu sengaja meraba paha Tama untuk memancing karena ia sudah melihat Tama yang berkeringat walaupun ruangan itu ber AC.
Tama melihat tangan wanita itu semakin liar dan berani bermain di bawah sana. Tama beralih menatap wanita itu dan ia tersenyum kecil. Tama melirik pria setengah baya dan yang lainnya sekilas. Ia melihat wajah pria itu terlihat sangat senang. Kemudian Tama menggenggam tangan wanita itu yang hampir menyentuh adik kecil nya.
" Sabar, tunggu aku. Aku akan ke toilet dulu sebentar " Bisik Tama sensual di telinga wanita itu dan ia sedikit memberi gigitan kecil di telinga sang wanita. Wanita itu pun tersenyum dan mengangguk paham.
Tama sengaja menggoda dan ia juga berusaha keras agar tidak tergoda dan lepas kendali. Tama ke luar dari ruangan itu, pria setengah baya itu segera memberi kode pada sang wanita untuk mengikuti Tama.
Tama yang tahu ia di ikuti, ia bersembunyi di balik tembok toilet. Cukup lama ia bersembunyi di sana, mati matian ia menahan gejolak yang semakin menuntut itu.
" Sial kenapa dia masih di situ , sudah tak tahan kah dia ingin ku masuki " Kesal Tama, karena ia sendiri sudah tidak tahan. Tapi tidak mungkin ia melakukan itu pada wanita itu, yang ada ia menyerahkan diri dalam jebakan mereka.
bersambung....
πΌπΌπΌ
minta like nya ya
__ADS_1