
Happy Reading
Di dalam kamar Illona menyenderkan punggung nya di pintu dan ke dua tangan nya menyentuh dadaa nya yang berdetak hebat. Kemudian tangan kanan nya menyentuh bibir dan beralih menyentuh dahi nya. Mengingat kembali kejadian beberapa menit yang lalu, pipi nya kembali memerah. Ia pun mengipas-ngipas wajah nya dengan ke dua tangan nya.
" Ada apa ini? Kenapa wajah ku terasa panas? Dan kenapa jantung ku berdebar? Apa aku sedang mengidap penyakit yang parah? " Rentetan pertanyaan keluar dari mulut nya " Aku akan tanya kan ini pada kak Xander nanti " Gumam nya lagi
Kemudian Illona membenarkan posisi berdiri nya dan hendak menuju kamar mandi yang ada di dalam kamar itu juga. Illona berjalan beberapa langkah dan ia terkejut melihat ada orang di tempat tidur.
" Kyaaa " Pekik Illona, ia tidak menyadari jika ada orang di dalam kamar
" Kak Elsa? Sejak kapan kau ada di sini? " Tanya Illona seraya memegang dadaa nya karena terkejut
" Sejak melihat ada orang yang sedang bermesraan " Jawab Olivia dengan wajah datar
Ya, Olivia melihat Marcello dan Illona saat ia keluar dari tenda hendak duduk di luar bersama Illona. Namun karena melihat Marcello dan Illona dengan posisi intim membuat ia berubah niat. Ia pun memilih masuk ke dalam villa, apa lagi ia melihat Tama yang berjalan mendekat. Ia malas berhadapan dengan Casanova itu.
" Ada apa? " Tanya Olivia, melihat wajah Illona memerah dan Illona terlihat malu
Illona menggelengkan kepala, ia melewati Olivia dan segera masuk ke dalam kamar mandi. Setelah selesai membersihkan diri dari bau asap, Illona pun ke luar dari kamar mandi. Saat ia ke luar ternyata sudah ada Viona di sana.
Mendengar suara pintu kamar mandi yang terbuka, Viona dan Olivia menoleh ke arah pintu di mana Illona sedang berdiri dan berjalan ke arah mereka pakaian yang sudah berganti dengan piama.
Viona memicing mata nya pada Illona
" Kenapa kak, apa ada yang salah dengan pakaian ku? Tanya Illona memperhatikan pakaian nya
" Apa kalian memiliki hubungan? " Tanya Viona menatap Illona penuh selidik
" Kalian? Siapa? " Tanya Illona bingung
" Ck, gak usah pura-pura gak tahu " Decak Viona
" Apa? " Tanya Illona lagi
" Haiss, apa kamu dan Marcello pacaran? " Tanya Viona tak sabar
" Tidak "
__ADS_1
" Bohong "
" Iya, aku tidak bohong "
" Kalau kalian tidak pacaran, terus kenapa kalian tadi berciuuman? " Tanya Viona menyelidik
Tadi Viona dan Riki juga tak sengaja melihat Illona dan Marcello.
" Itu... Itu tidak seperti yang kalian lihat " Gugup Illona melihat Viona dan Olivia bergantian
" Halaa, udah gak usah malu gitu. Ayo cerita, kapan kalian jadian? Bagaimana dia menyatakan cinta nya pada mu? " Tanya Viona kepo
Olivia menatap jengah Viona, ia pun memilih merebahkan tubuh nya dan memejamkan mata nya.
" Kami memang tidak pacaran kak. Tadi itu dia membantu ku meredakan rasa panas di mulut, karena aku yang ceroboh memakan jagung bakar yang masih panas " Jelas Illona
" Masa sih gak ada apa-apa, padahal kalau kalian ada apa-apa juga gak apa-apa loh Lon. Cello itu orang nya baik walaupun dia sedikit dingin dan galak ya " Seru Viona
Illona mengangguk membenarkan bawah Marcello itu dingin dan galak. Setelah itu tidak ada lagi pembicaraan, Viona beranjak dari duduk nya dan masuk ke dalam kamar mandi untuk memberikan diri. Illona membaringkan tubuh nya di samping Olivia dan mengikuti jejak Olivia menjelajahi alam mimpi.
----------------
Karena udara pagi yang sangat segar dan di tambah dengan pemandangan yang asri membuat Illona tidak fokus dengan jalan. Ia terus saja berlari kecil mengikuti arah jalan yang entah tertuju ke mana.
Lima belas menit berlari baru lah Illona tersadar kemungkinan ia tersesat. Illona berhenti dan mengamati sekeliling nya dimana semua hanya ada pepohonan.
" Di mana ini? Kenapa cuma ada pohon? Apa aku tersesat? " Gumam nya penuh tanya
Illona melihat ke kiri dan ke kanan
" Aish, aku harus ke mana? " Ia mulai panik
Illona ingin putar balik namun langkah nya terhenti karena mengingat jika ia berlari bukan lurus saja melainkan kan sudah berapa kali ia berbelok ke kiri dan ke kanan. Illona mengambil ponsel nya dari dalam saku training nya, ia ingin menghubungi Viona untuk meminta bantuan.
Illona melihat ponsel nya dan mencari nama Viona. Namun ia tidak bisa menghubungi Viona.
" S**l tidak ada jaringan " Kesal Illona melihat di layar ponsel nya tidak ada tanda jaringan
__ADS_1
Illona melihat sekeliling dan memperhatikan pohon pohon di sana. Tidak ada tanda atau petunjuk apa apa di pohon pohon itu. Illona duduk di bawah pohon untuk beristirahat.
Di villa Viona dan Olivia sedang duduk di meja makan. Mereka sedang menikmati sarapan setelah berolahraga kecil di halaman villa. Marcello datang menghampiri mereka untuk ikut bergabung. Ia menarik kursi di depan Viona dan duduk di sana.
" Riki belum sarapan? " Tanya Marcello pada Viona
" Belum " Jawab Viona seraya memasukkan roti ke dalam mulut nya dan Marcello mengangguk
Marcello mengambil satu lembar roti tawar dan mengolesi nya dengan selai coklat. Sebelum menyuapi roti ke dalam mulut nya Marcello terlebih dahulu meminum air putih. Marcello meletakkan gelas kosong di atas meja dan kembali mengambil roti tawar yang sudah ia olesi dengan selai.
Marcello menggigit roti itu, mata nya melirik pintu kamar Illona yang tertutup. Kemudian ia melihat Viona dan Olivia yang berada di dekat nya.
" Apa Lona tidak ikut sarapan bersama kalian ? " Tanya Marcello
Marcello mengira Illona tidak ikut sarapan karena ingin menghindari nya.
" Dia masih joging di luar " Seru Viona
" Kalian tidak ikut bersama nya? " Tanya nya Marcello lagi
" Tidak, kami berolahraga kecil di taman depan villa. Lona joging keliling villa sendiri. Kenapa? " Tanya Viona
Marcello melihat jam di dinding, hari sudah menunjukkan angka delapan. Yang seharusnya Illona sudah menyelesaikan joging nya.
" Bukan nya ini sudah terlalu siang, seharusnya dia sudah selesai kan dan sarapan? " Jelas Marcello
" Iya kau benar, seharusnya dia sudah selesai satu jam yang lalu " Seru Viona membenarkan
" Joging ke mana dia? " Tanya Olivia pada diri nya sendiri
Marcello dan Viona menoleh ke arah Olivia karena mendengar pertanyaan Olivia.
" Tadi aku sempat melihat Lona berlari ke luar villa. Aku sudah memanggilnya untuk bertanya, tapi ia tidak mendengar teriakan ku sama sekali " Seru Tama tiba-tiba ada di antara mereka dan duduk di samping Marcello
bersambung
❄❄❄
__ADS_1
minta like nya ya