
Happy Reading
" Sayang, bagaimana? " Tanya seorang wanita pada pria yang baru saja masuk ke dalam rumah dan pria itu hanya menggeleng lesu.
" Bagaimana bisa dia menghilang tanpa meninggalkan jejak. Apa ia hilang di telan bumi? " Tanya wanita itu bingung " Apa kamu sudah bertanya pada orang yang dekat dengan nya? " Tanya nya lagi
" Sudah, tapi tidak ada satu pun yang tahu di mana keberadaan Ivanka saat ini " Desah nya pelan
" Apa jangan jangan dia sudah ada di kantor polisi dan sedang menjalani hukuman nya saat ini? "
" Tidak, aku sudah memeriksa nya di sana. Polisi juga sedang mencari nya " Pria itu menggeleng
" Lalu di mana dia sekarang, apa ada nomor asing yang menghubungi mu, sayang? " Tanya wanita itu pada suaminya, ia berpikir Ivanka saat ini sedang bersembunyi di suatu tempat dan siapa tahu ia menghubungi suaminya untuk meminta bantuan dengan mengunakan nomor baru. Yang tidak di ketahui oleh siapa pun.
Lagi lagi pria itu menggeleng " Tidak ada "
Sudah hampir satu bulan Ivanka menghilang tanpa jejak. Terakhir mereka melihat Ivanka saat mereka mendatangi rumah Ivanka dan gadis itu terlihat sangat kacau dan berantakan. Saat Ivanka meninggalkan rumah nya, sepasang suami istri itu sedang ke luar untuk mencari makan. Mereka tak menyangka jika Ivanka akan nekat ke luar dari rumah di saat ia sedang di icar oleh para pemburu berita. Dan sampai saat ini Ivanka tidak kembali, mereka sudah mencari Ivanka kemana-mana tapi tetap saja tidak menemukan nya.
------------
Di ruangan gelap dan pengap seorang wanita sedang berteriak seperti orang gila. Ruangan itu seperti sebuah penjara, kiri kanan belakang di halang tembok, bagian depan di halangi barisan besi yang berjejer rapih.
" Hey kalian, cepat lepaskan aku " Teriaknya pada dua orang pria tinggi besar yang sedang berjaga di sana.
" Siapa kalian, dan apa mau kalian mengurung ku di dalam sini? " Pertanyaan nya sama sekali tidak di hiraukan orang dua pria itu
" Heh kalian " Bentak nya karena ke dua pria itu hanya diam seperti patung
" Aku akan membayar kalian lima kali lipat dari yang orang itu berikan pada kalian jika kalian melepaskan ku " Wanita itu berusaha bernegosiasi namun tetap tidak ada respon yang berarti dari dua pria itu
" Arrrggghhh " Geramnya frustasi
Gadis itu tidak tahu siapa yang sudah membawa dan menyekap nya di tempat ini. Dan ia juga tidak tahu sekarang ia ada di mana.
__ADS_1
" Awas saja kalian, saat aku ke luar dari sini aku akan membalas kalian semua " Ancam nya
Wanita yang tak lain dan tak bukan adalah Ivanka itu berpikir keras mencari cara bagaimana ia bisa kabur dari penjara ini. Siapa orang yang sudah menculik nya? Ia masih bertanya-tanya. Karena bos para pria bak robot itu tidak pernah menunjukkan batang hidung nya sama sekali.
Penampilan Ivanka sudah seperti gembel, ia sendiri merasa sangat jijik dengan tubuh nya sendiri. Pakaiannya masih sama seperti saat ia tertangkap, yang artinya ia tidak pernah berganti pakaian. Jelas saja tidak, ia kan sedang di penjara. Penjara yang di buat khusus oleh keluarga Smith, khusus untuk para musuh.
Ancaman Ivanka sama sekali tidak membuat mereka takut. Karena siapapun yang masuk ke dalam penjara ini sudah di pastikan orang itu tidak akan pernah bisa menghirup udara bebas. Mereka akan membusuk di sana, sampai mereka sendiri yang meminta kematian mereka sendiri. Mereka akan di buat gila terlebih dahulu, terkurung di dalam ruang yang gelap minim cahaya itu.
------------
Tiga orang pria tampan dan satu wanita cantik masih berada di cafe. Mereka masih membahas tentang pernikahan salah satu di antara mereka, yaitu Tama.
Marcello menghela napas panjang kemudian ia melihat tiga orang di dekat nya satu persatu. Kemudian ia mengatakan sesuatu yang juga membuat viona dan Riki kembali terkejut dan kali ini giliran Tama yang terkejut.
" Aku juga akan menikah bulan depan " Akui Marcello
" Hah... Kau jangan bercanda " Seru Riki
" Apa kamu tidak mau kalah dengan ku? " Celetuk Tama
Marcello mendengus mendengar pertanyaan dari ke tiga orang itu.
" Aku serius " Marcello menatap Riki dan beralih ke Tama " Kau pikir hanya kamu saja yang akan menikah, hah? Aku sudah melamar Lona satu minggu yang lalu " Seru Marcello
" Lona? " Ulang Viona dan di anguki Marcello
" Kami akan menikah di sana, kalian harus hadir " Jelas Marcello
" Siap " Seru mereka bertiga dengan kompak
Viona turut senang dan bahagia, atas pernikahan Marcello dan Illona.
Ya, satu minggu yang lalu Marcello beserta ke dua orang tua nya pergi ke Paris untuk melamar Illona. Kakek Janshen juga turut hadir, ia sangat senang Marcello akan menikah dengan Illona. Lamaran Marcello di terima dengan baik oleh keluarga Illona dan hasil perundingan mereka akan menikah satu bulan mendatang. Resepsi pernikahan akan di ada kan di Paris.
__ADS_1
" Jadi, tinggal kalian berdua yang belum " Seru Tama melihat Riki dan Viona
" Ya kau benar, kami yang pacaran tapi kalian yang menikah " Riki terkekeh geli sambil melirik Viona, ada nada menyindir di dalam ucapan nya
Pasalnya Riki sudah pernah mengajak Viona naik pelaminan, namun gadis itu belum memberi lampu hijau.
" Hmmm " Viona berdehem ia tahu Riki sedang menyinggung nya
" Kalian jangan menjadi provokasi ya " Viona memicingkan mata nya
" Apa? Kami tidak memprovokasi " Jawab Tama acuh tak acuh
------------
Di perjalanan pulang Riki melirik Viona yang duduk di samping nya sekilas. Dari semenjak Tama menyinggung masalah mereka yang belum ada tanda tanda untuk menikah, Viona hanya diam saja. Setelah berdehem memecah kesunyian, Riki mulai bersuara.
" Honey, kau marah? "
" Tidak " Jawab nya singkat
" Lalu kenapa kau hanya diam saja? "
" Tidak ada, aku hanya sedang malas bicara saja " Viona menatap ke luar kaca mobil yang sedang melaju di tengah jalan raya.
" Aku tahu kau pasti dalam suasana hati yang buruk saat ini. Apa itu karena peryataan Tama tadi? " Tanya Riki seratus persen benar
" Apa kau tidak masalah, jika sahabat sahabat mu menikah terlebih dahulu? Apa kau iri dengan mereka? Apa kau kecewa dengan ku? " Tanya Viona yang kini sudah menghadap Riki.
" Tidak sama sekali, apa pun yang membuat mu bahagia. Jika kamu belum siapa, aku akan menunggu mu sampai kamu benar-benar siap, honey "
Riki mengalah saja walaupun ada sedikit rasa kecewa. Namun ia tidak mau memaksa Viona dan berakhir akan membuat hubungan mereka rusak. ia sangat mencintai Viona dan tidak ingin kehilangan gadis itu.
bersambung.....
__ADS_1
πΌπΌπΌ
minta like nya ya