Pura-pura Cupu

Pura-pura Cupu
kekhawatiran Marcello


__ADS_3

Happy Reading


Di perjalanan pulang, Marcello terus kepikiran tentang Illona. Rasa khawatir nya lebih besar dari pada rasa kesal nya. Ia pun mencoba untuk menyingkirkan rasa kecewa dan kesal nya terlebih dahulu. Ia harus mengetahui keadaan Illona terlebih dahulu dan bersamaan dengan itu ia akan mendengar penjelasan Illona.


Illona sudah beberapa kali menghubungi nya namun sengaja tidak ia angkat. Dan Illona juga mengirimkan pesan yang berisikan ingin menjelaskan sesuatu yang menurut Illona itu adalah kesalah pahaman saja. Dan pesan itu pun tidak ia hiraukan.


Dengan menekan ego nya ia pun segera menepikan mobil nya ke sisi jalan. Ia mengambil ponsel nya yang ada di saku jas dan mencari nomor Illona.


Marcello menghubungi nomor Illona namun tidak tersambung. Beberapa kali Marcello terus mencoba menghubungi nomor Illona namun tetap tidak tersambung. Tetap suara operator yang terdengar mengatakan jika nomor yang ia tuju sedang sibuk.


Marcello sangat khawatir, ia pun mengirim pesan untuk Illona dengan harapan nanti pesan itu akan di baca oleh Illona. Ia menanyakan keadaan Illona dan ia juga mengajak Illona untuk bertemu.


Setelah mengirim pesan, Marcello kembali melajukan mobil nya. Ia berharap Illona baik baik saja saat ini.


-----------


Sedangkan Illona masih berada di butik, ia akan lembur hari ini. Ia harus menyelesaikan pekerjaan nya sebelum ia tinggalkan pada Sari nanti nya.


Walaupun sudah sepi tapi Illona tidak sendiri di sana, masih ada karyawan nya di lantai satu yang bertugas sebagai pramuniaga dan kasir. Karena butik Illona tutup pukul sepuluh malam dan sekarang sudah pergantian sif. Karyawan yang mendapat sif pagi sudah pulang bersamaan dengan karyawan bagian administrasi.


Illona baru saja selesai menerima panggilan telepon dari kakak nya yang super protektif. Tentu saja panggilan itu berkaitan dengan kejadian yang baru saja Illona alami.


Bagaimana kakak nya bisa tahu? Jawaban nya tentu itu dari para orang orang nya yang ia tugas kan untuk menjaga Illona.


" Hufft " Terdengar suara Illona menghela napas


Kejadian tadi membuat Illona harus segera pulang. Kakak nya sudah memaksa nya untuk pulang. Dan ia tidak memiliki pilihan lain. Pilihan yang di berikan oleh kakak nya ada dua, pulang sendiri atau di jemput. Dan itu adalah pilihan cara untuk ia pulang bukan pilihan antara pulang atau tetap tinggal.

__ADS_1


" Baik lah, ayo Lona kita harus menyelesaikan semua ini terlebih dahulu sebelum besok jemput akan datang " Seru Illona pada diri nya sendiri


Illona meletakkan ponsel nya di atas meja setelah selesai menerima panggilan dari sang kakak. Ia kembali memfokuskan diri pada lembaran kertas di atas meja nya.


Suara notifikasi dari ponsel nya mengalihkan netra Illona dari kertas ke ponsel. Melihat sebuah pesan masuk dari orang yang sangat ia harapkan untuk bertemu beberapa hari ini segera Illona meraih ponsel nya.


Illona sangat senang akhirnya Marcello mengirimkan pesan juga untuk nya. Dengan segera ia membuka pesan itu.


Marcello


Lona, bagaimana keadaan mu? Apa kau baik baik saja? Aku melihat berita tentang mu di salah satu akun gosip. Apa wanita itu menyakiti mu?


Isi pesan Marcello sangat menghawatirkan keadaan Illona.


" Ck, pria ini. Kata nya sudah melihat berita, tapi kenapa ia masih bertanya apa wanita itu menyakiti ku. Sudah jelas jelas wanita itu menyakiti ku bukan " Gerutu Illona membaca pertanyaan terakhir Marcello yang menurut nya Marcello sangat bodoh memberi pertanyaan seperti itu.


" Tapi tak apa lah, setidak nya ia menghawatirkan ku. Itu berarti ia sudah tidak marah lagi pada ku " Seru Illona tersenyum senang, Marcello sudah mau berbicara pada nya dan menghawatirkan diri nya. Dengan segera Illona membalas pesan Marcello.


Me


Illona membalas pesan Marcello dengan sebuah candaan di akhir kalimat. Dan Illona tidak menjawab pertanyaan terakhir Marcello yang menurut Illona tidak perlu di jawab. Karena semua orang yang melihat itu pasti sudah tahu jawaban nya bahwa wanita itu menyakiti nya.


Pesan Illona terkirim namun tidak langsung mendapat balasan dari Marcello. Illona pun kembali pada pekerjaan nya setelah mengirim balasan pesan Marcello.


Dua puluh menit kemudian baru terdengar suara notifikasi masuk. Dan itu balasan pesan dari Marcello.


Marcello

__ADS_1


Syukur lah kalau kau baik baik saja. Tentu aku sangat menghawatirkan mu. Aku ingin bertemu dengan mu dan aku ingin mendengar penjelasan dari mu secara langsung. Apa kita bisa bertemu malam ini?


Tanpa menunggu lama lama Illona langsung membalas pesan Marcello.


Me


Aku juga ingin bertemu dengan mu. Tapi kita belum bisa bertemu malam ini, pekerjaan ku belum selesai. Bagaimana kalau besok siang saja kita bertemu sekalian makan siang?


Illona sebenarnya juga ingin bertemu malam ini juga dan segera menyelesaikan kesalah pahaman mereka. Namun pekerjaan nya harus di selesai segera kalau tidak kasih Sari yang akan menerima pekerjaan nya. Dan tentu akan membuat Sari bingung dengan pekerjaan yang belum selesai itu. Illona ingin menyerahkan pekerjaan pada Sari tanpa membebankan Sari dari pekerjaan lama nya, Sari harus menerima pekerjaan yang baru. Dan besok siang ia akan menjelaskan semuanya pada Marcello sekalian ia akan berpamitan pada Marcello.


Marcello


Baiklah, besok kita bertemu di restoran biasa. Jangan bekerja terlalu lelah, apa bos mu itu tidak memiliki hati? Kamu sedang sakit seperti itu tapi masih di suruh lembur juga.


Gerutu Marcello di dalam pesan nya. Itu membuat Illona tertawa lucu. Illona ingin membalas tapi ia urungkan, ia memilih untuk kembali fokus pada pekerjaan nya. Besok saja ia akan menjelaskan semuanya.


Sedangkan Marcello di tempatnya, setelah menunggu beberapa saat tidak ada balasan dari Illona, ia langsung meletakkan ponsel nya di atas nakas. Ia baru saja tiba di rumah dan langsung berbalas pesan dengan Illona.


Sebenarnya tadi ketika ponsel nya bergetar tanda ada pesan masuk, ia ingin langsung membuka dan membalas pesan itu yang ia yakin jika itu balasan pesan dari Illona. Namun niat nya ia urungkan, ia kembali melajukan mobil nya agar cepat sampai di rumah dan akan membalas pesan Illona ketika tiba di rumah. Ia sangat sadar sekali jika tidak baik memainkan ponsel ketika sedang berkendara.


Marcello ke luar dari kamar mandi dengan wajah dan tubuh yang sudah kembali fresh. Ia baru saja selesai membersihkan diri. Ia mengambil ponsel nya dan melihat tidak ada pesan dari Illona dan ia pun tahu jika Illona tidak membalas pesan nya karena Illona sedang bekerja. Ia pun kembali mengirim pesan walaupun ia tahu Illona sedang sibuk. Ia tidak perduli jika Illona tidak membalas pesan nya nanti.


Me


Jangan lupa untuk makan malam


bersambung.....

__ADS_1


❄❄❄


minta like nya ya


__ADS_2