Pura-pura Cupu

Pura-pura Cupu
Part~6


__ADS_3

Part~6


Bella terkejut melihat pemuda itu berdiri di


depannya dan menatapnya dengan curiga


sambil berkata, "Kamu yang melakukan hal


itu bukan?"


"Kamu siapa?" tanya Bella dengan spontan


langsung menjauh dari pemuda itu.


"Aku? Aku lqbal. Kenapa?" tanyanya balik


kepada Bella.


"Sejak kapan kamu berdiri di sana?"


"Sejak tadi. Kenapa? Kamu takut, tentang


apa saja yang aku lihat?" Pemuda itu


tersenyum licik.


"Memangnya apa kamu lihat?" tanya Bella


dengan takut.


"Entahlah. Menurutmu apa saja yang sudah


aku lihat? Wah, ini menyenangkan.


Mengganggu murid lain itu memang


menyenangkan, sudah lama aku tidak


melakukan ini. Senang rasanya bisa kembali


menjadi penganggu," ucap lqbal


"Apa maksudmu?" tanya Bella


Aku.. tahu semua kebenarannya. Jika


kamu tidak ingin aku membongkar


rahasiamu kepada gadis jelek itu, kamu


harus menjadi babuku. Bagaimana? Jika


kamu tidak mau, aku akan dengan senang


hati berkata jujur kepada gadis jelek itu,"


ucap lqbal sambil tersenyum puas.


Bella mengepalkan kedua tangannya dan


berusaha menahan amarahnya.


"Babu? Tapi ... saat ini aku sudah menjadi


babu Kathryn. Bagaimana bisa aku menjadi


babumu lagi?" tanya Bella pusing dengan


semua yang terjadi.


"Jadi kamu babu gadis jelek itu?" tanya lqbal.


"Ya. Tapi, kenapa kamu terus mengatakan


dia gadis jelek? Jika dia sampai mendengar


hal itu, dia pasti akan mengamuk dan akan


membuatmu mendapatkan masalah,"


ungkap Bella.


"Dia mungkin bisa memberikan masalah


kepada orang lain, tapi tidak dengan lqbal.


Ikuti aku!" titah lqbal berjalan mendekati


Kathryn dan diikuti oleh Bella.


"Hey!" seru lqbal.


Sikap Kathryn yang tadi kesal kini tiba-tiba


berubah menjadi sok manis saat


berhadapan dengan lqbal.


"Eh, Iqbal? Kamu, Iqbal 'kan? Loh, Iqgbal kamu


kapan datang? Kok nggak bilang-bilang ke

__ADS_1


aku sih?" tanya Kathryn dengan sok manis.


"Emang aku harus bilang apa pun gitu sama


kamu? Emang kamu siapa? Kamu itu cuman


murid biasa disini! Kamu tahu bukan, aku di


peringkat pertama! Oya, aku kesini ingin


mengatakan jika aku akan mengambil babu


kamu ini," ucap lqbal sembari menujuk


kearah Bella.


Bella yang entah merasakan apa dalam


hatinya hanya bisa tersenyum paksa


.


"Hah? Maksud kamu?"


"Kamu tidak paham juga? Wah kurasa lIQ


kamu benar-benar rendah! Bukankah tadi


sudah aku katakan, aku ingin babumu


menjadi milikku!"' tegas lqbal.


Kathryn tertawa kecil mendengar pengakuan


Iqbal. "Apa kamu bilang? Kamu ingin dia?


kau yakin?"


Haruskah aku jelaskan lagi dengan cara


lain?"


"Tidak. Kamu tidak perlu melakukannya


sampai sejauh itu. Kamu bisa ambil dia,


lagipula dia tidak berguna bagiku," ucap


Kathryn.


"Itu bagus. Oya, bagaimana dengan David?


Dimana dia? Aku tidak melihatnya dari tadi,"


"Hmm.David? Jadi kamu tidak tahu


menahu tentang apa saja yang terjadi


terakhir kali. Tapi sebenarnya itu bukan hal


yang besar," jawab Kathryn.


"Memang apa yang terjadi?"


"Billa bunuh diri "


Hah?" Bella tercengang mendengar Kathryn


mengatakan jika kematian Billa bukanlah hal


yang besar.


"Hey kenapa kau tercengang seperti itu? Kau


mengenal Billa?" tanya Kathryn.


Seketika Bella pun salah tingkah. "Emmm.


tentu saja tidak!"


Jadl apa hubungannya Billa bunuh diri


dengan menghilangnya David?" tanya lqbal.


"Ada rumor yang beredar, katanya David


adalah penyebab utama kematian Billa."


"Apa? Iqbal terkejut mendengar hal itu.


Bella mendengarkan semua percakapan


antara lqbal dan Kathry, dan dengan


mendengar hal itu saja rasa ingin balas


dendam Bella semakin besar.


Lalu setelah beberapa lama lqbal


menghentikan pembicaraannya bersama

__ADS_1


dengan Kathryn, dan kemudian pergi, dan


Bella mengikuti dari belakang.


Bella berjalan dibelakang lqbal tanpa


mengatakan apa pun, saat ini Bella tengah


berpikir tentang siapa sebenarnya bos di


antara semua pelaku bully di sekolah.


Dengan melihat tindakan lqbal tadi bisa di


simpulkan jika dia lah yang paling berkuasa


di sekolah. Hal itu juga dibuktikan dengan


melihat sikap murid lain yang tampaknya


takut kepada lqbal.


lqbal sudah berjalan sangat jauh.


"Permisi," panggil Bella.


"Ada apa babu?" tanya lqbal.


"Namaku Bella, Kenapa terus saja memanggil ku babu?"


Karena kamu memang babu aku."


"Ihhh."


"Jadi, kamu ingin mengatakan sesuatu?


"Ya. Ini sebenarnya kita mau kemana?


Sebentar lagi aku harus masuk kelas. Ini hari


pertamaku, dan aku tidak mungkin


terlambat. Jika aku terlambat aku bisa di


hukum," jelas Bella.


"Tentu saja kamu bisa di hukum untuk itu.


Tapi inilah keistimewaan menjadi babu aku.


Kamu tidak akan di hukum. Nanti Guru akan


mengirimkan tugas padamu lewat ponsel,


dan kamu bisa langsung mengerjakannya


nanti. Sekarang aku mau pergi istirahat,"


ucap lqbal.


Tapi ini belum jam istirahat. Dan, bukankah


ini jalan ke belakang sekolah? Kita mau


ngapain disana?"


"Kesini." Iqbal merentangkan tangannya dan


mempersembahkan sebuah gedung di


belakang sekolah yang dari luar saja sudah


tampak bagus.


Wow. Apa ini?


"Ini ada tempat dimana semua penguasa


sekolah berkumpul. Yang di tengah itu


tempat rapat, dan yang di kiri sana tempat


buat cewek, terus yang ini khusus cowok."


Penguasa sekolah?"


"Oya, aku lupa. Kamu murid baru, jadi kamu


belum tahu menahu tentang sekolah ini.


Kalau begitu sebaik kebaikan hatiku aku


akan jelaskan semuanya, tapi kamu harus


membayar dengan mahal untuk itu.


Bagaimana?"


"Emm.. baiklah." Dengan cepat Bella


bersambung

__ADS_1


jangan lupa sukai halaman๐Ÿ˜โœจ


__ADS_2