
Part~6
Bella terkejut melihat pemuda itu berdiri di
depannya dan menatapnya dengan curiga
sambil berkata, "Kamu yang melakukan hal
itu bukan?"
"Kamu siapa?" tanya Bella dengan spontan
langsung menjauh dari pemuda itu.
"Aku? Aku lqbal. Kenapa?" tanyanya balik
kepada Bella.
"Sejak kapan kamu berdiri di sana?"
"Sejak tadi. Kenapa? Kamu takut, tentang
apa saja yang aku lihat?" Pemuda itu
tersenyum licik.
"Memangnya apa kamu lihat?" tanya Bella
dengan takut.
"Entahlah. Menurutmu apa saja yang sudah
aku lihat? Wah, ini menyenangkan.
Mengganggu murid lain itu memang
menyenangkan, sudah lama aku tidak
melakukan ini. Senang rasanya bisa kembali
menjadi penganggu," ucap lqbal
"Apa maksudmu?" tanya Bella
Aku.. tahu semua kebenarannya. Jika
kamu tidak ingin aku membongkar
rahasiamu kepada gadis jelek itu, kamu
harus menjadi babuku. Bagaimana? Jika
kamu tidak mau, aku akan dengan senang
hati berkata jujur kepada gadis jelek itu,"
ucap lqbal sambil tersenyum puas.
Bella mengepalkan kedua tangannya dan
berusaha menahan amarahnya.
"Babu? Tapi ... saat ini aku sudah menjadi
babu Kathryn. Bagaimana bisa aku menjadi
babumu lagi?" tanya Bella pusing dengan
semua yang terjadi.
"Jadi kamu babu gadis jelek itu?" tanya lqbal.
"Ya. Tapi, kenapa kamu terus mengatakan
dia gadis jelek? Jika dia sampai mendengar
hal itu, dia pasti akan mengamuk dan akan
membuatmu mendapatkan masalah,"
ungkap Bella.
"Dia mungkin bisa memberikan masalah
kepada orang lain, tapi tidak dengan lqbal.
Ikuti aku!" titah lqbal berjalan mendekati
Kathryn dan diikuti oleh Bella.
"Hey!" seru lqbal.
Sikap Kathryn yang tadi kesal kini tiba-tiba
berubah menjadi sok manis saat
berhadapan dengan lqbal.
"Eh, Iqbal? Kamu, Iqbal 'kan? Loh, Iqgbal kamu
kapan datang? Kok nggak bilang-bilang ke
__ADS_1
aku sih?" tanya Kathryn dengan sok manis.
"Emang aku harus bilang apa pun gitu sama
kamu? Emang kamu siapa? Kamu itu cuman
murid biasa disini! Kamu tahu bukan, aku di
peringkat pertama! Oya, aku kesini ingin
mengatakan jika aku akan mengambil babu
kamu ini," ucap lqbal sembari menujuk
kearah Bella.
Bella yang entah merasakan apa dalam
hatinya hanya bisa tersenyum paksa
.
"Hah? Maksud kamu?"
"Kamu tidak paham juga? Wah kurasa lIQ
kamu benar-benar rendah! Bukankah tadi
sudah aku katakan, aku ingin babumu
menjadi milikku!"' tegas lqbal.
Kathryn tertawa kecil mendengar pengakuan
Iqbal. "Apa kamu bilang? Kamu ingin dia?
kau yakin?"
Haruskah aku jelaskan lagi dengan cara
lain?"
"Tidak. Kamu tidak perlu melakukannya
sampai sejauh itu. Kamu bisa ambil dia,
lagipula dia tidak berguna bagiku," ucap
Kathryn.
"Itu bagus. Oya, bagaimana dengan David?
Dimana dia? Aku tidak melihatnya dari tadi,"
"Hmm.David? Jadi kamu tidak tahu
menahu tentang apa saja yang terjadi
terakhir kali. Tapi sebenarnya itu bukan hal
yang besar," jawab Kathryn.
"Memang apa yang terjadi?"
"Billa bunuh diri "
Hah?" Bella tercengang mendengar Kathryn
mengatakan jika kematian Billa bukanlah hal
yang besar.
"Hey kenapa kau tercengang seperti itu? Kau
mengenal Billa?" tanya Kathryn.
Seketika Bella pun salah tingkah. "Emmm.
tentu saja tidak!"
Jadl apa hubungannya Billa bunuh diri
dengan menghilangnya David?" tanya lqbal.
"Ada rumor yang beredar, katanya David
adalah penyebab utama kematian Billa."
"Apa? Iqbal terkejut mendengar hal itu.
Bella mendengarkan semua percakapan
antara lqbal dan Kathry, dan dengan
mendengar hal itu saja rasa ingin balas
dendam Bella semakin besar.
Lalu setelah beberapa lama lqbal
menghentikan pembicaraannya bersama
__ADS_1
dengan Kathryn, dan kemudian pergi, dan
Bella mengikuti dari belakang.
Bella berjalan dibelakang lqbal tanpa
mengatakan apa pun, saat ini Bella tengah
berpikir tentang siapa sebenarnya bos di
antara semua pelaku bully di sekolah.
Dengan melihat tindakan lqbal tadi bisa di
simpulkan jika dia lah yang paling berkuasa
di sekolah. Hal itu juga dibuktikan dengan
melihat sikap murid lain yang tampaknya
takut kepada lqbal.
lqbal sudah berjalan sangat jauh.
"Permisi," panggil Bella.
"Ada apa babu?" tanya lqbal.
"Namaku Bella, Kenapa terus saja memanggil ku babu?"
Karena kamu memang babu aku."
"Ihhh."
"Jadi, kamu ingin mengatakan sesuatu?
"Ya. Ini sebenarnya kita mau kemana?
Sebentar lagi aku harus masuk kelas. Ini hari
pertamaku, dan aku tidak mungkin
terlambat. Jika aku terlambat aku bisa di
hukum," jelas Bella.
"Tentu saja kamu bisa di hukum untuk itu.
Tapi inilah keistimewaan menjadi babu aku.
Kamu tidak akan di hukum. Nanti Guru akan
mengirimkan tugas padamu lewat ponsel,
dan kamu bisa langsung mengerjakannya
nanti. Sekarang aku mau pergi istirahat,"
ucap lqbal.
Tapi ini belum jam istirahat. Dan, bukankah
ini jalan ke belakang sekolah? Kita mau
ngapain disana?"
"Kesini." Iqbal merentangkan tangannya dan
mempersembahkan sebuah gedung di
belakang sekolah yang dari luar saja sudah
tampak bagus.
Wow. Apa ini?
"Ini ada tempat dimana semua penguasa
sekolah berkumpul. Yang di tengah itu
tempat rapat, dan yang di kiri sana tempat
buat cewek, terus yang ini khusus cowok."
Penguasa sekolah?"
"Oya, aku lupa. Kamu murid baru, jadi kamu
belum tahu menahu tentang sekolah ini.
Kalau begitu sebaik kebaikan hatiku aku
akan jelaskan semuanya, tapi kamu harus
membayar dengan mahal untuk itu.
Bagaimana?"
"Emm.. baiklah." Dengan cepat Bella
bersambung
__ADS_1
jangan lupa sukai halaman๐โจ