Pura-pura Cupu

Pura-pura Cupu
Part~19


__ADS_3

Part~19


“Bella … siapa loe sebenarnya? Apa hubungan loe dengan Billa? Teka teki apa ini? Gue harus cari tahu apa yang sebenarnya terjadi di sini!”


Iqbal kembali berlari untuk menemui Bella, tetapi saat sampai di ruangan itu Bella sudah tidak ada lagi.


“Lah? Dimana Bella? Kemana dia pergi? Apa dia pergi kekamar mandi?”


Dengan cepat Iqbal mulai mencari dimana keberadaan Bella tetapi ia tak kunjung menemukan keberadaannya, hingga akhirnya ia bertanya kepada Suster.


Kemudian Suster itu mengatakan jika Bella sudah pergi bersama dengan Pak Bima beberapa saat yang lalu. Mendengar hal itu Iqbal pun merasa kesal. Kekesalan Iqbal tidaklah tanpa dasar, ia kesal karena Pak Bima terus saja ikut campur dalam urusannya bersama dengan Bella.


“Sialan! Sekarang dimana aku bisa menemukan Bella? Aku tidak tahu dia tinggal dimana, kecuali ….” Iqbal teringat akan sesuatu dan hal itu membuatnya kembali berlari menuju mobil dan pergi dengan mobilnya.


Sambil mengemudikan mobilnya Iqbal menelpon Nathan untuk menanyakan sesuatu.


[Halo. Nathan, loe masih di sekolah kan?]


[Iya. Ada apa? Dan apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa loe buat David babak belur begitu? Iqbal kita ini udah temenan sejak kecil, jadi ….]


[Bisa tunda dulu nasehatnya? Gue perlu bantuan loe nih.]


[Bantuan apa? Jangan bilang loe mau numpang di rumah gue lagi! Nggak! Nggak boleh!]

__ADS_1


[Idih bukan itu! Gue cuman mau loe tolong cari alamat murid baru yang namanya Bella. Cepat!]


Iqbal berteriak dengan keras.


[Iya, sabar! Bisa nggak jangan teriak-teriak? Gara-gara loe gue hampir budek tau nggak.]


[Itu urusan loe, bukan urusan gue! Cepat cari tau!]


[Udah nih. Entar gue kirim alamatnya.]


[Oke. Makasih ya Than.]


Iqbal menutup telponnya, kemudian pergi ke alamat yang diberikan Nathan kepadanya.


***


“Bella, kita kenapa ke hotel?” tanya Pak Bima.


“Karena aku tinggal di sini Pak,” jawab Bella.


“Apa? Kamu tinggal disini? Mengapa?” tanya Pak Bima.


“Emmm … itu … emmm, jadi begini Saya kan disini orang baru jadi untuk satu bulan ke depan Saya tinggal disini sampai Saya dapat rumah buat ditinggali. Begitu,” jelas Bella.

__ADS_1


“Jadi, apa keluarga kamu orang kaya?”


“Tidak!” Bella mengelak dengan cepat. “Kami hanya keluarga kelas menengah,” jawab Bella.


“Benarkah? Kenapa Bapak sulit percaya dengan hal itu? Bagaimana bisa kamu dari keluarga kelas menengah dapat tinggal satu bulan ke depan di hotel berbintang lima seperti ini. Ini benar-benar mencurigakan.”


“Apa-apaan Bapak ini? Kurasa Bapak kebanyakan nonton sinetron. Saya tinggal disini karena saya dapat voucher nginap gratis selama satu bulan. Jadi daripada tidak terpakai lebih baik aku gunakan bukan? Jadi, lebih baik Bapak pulang saja sekarang. Saya mau istirahat,” ucap Bella berusaha mengusir Pak Bima pergi dari sana.


“Baiklah. Bapak akan pulang sekarang, tetapi jika nanti sesuatu terjadi cepat hubungi Bapak atau langsung saja hubungi polisi. Kamu paham?”


“Ya. Tenang saja Pak. Aku paham, jadi pergilah!” titah Bella.


Kemudian Pak Bima pun akhirnya pergi meninggalkan hotel itu, sedangkan Bella masuk ke kamarnya dan langsung membersihkan diri dan kembali menjadi dirinya sendiri.


Bella baring-baring di kasur dan sambil memikirkan siapakah dalang dibalik teror yang datang kepadanya. Kenapa orang itu ingin agar ia tidak ikut campur dalam kasus Billa.


“Siapa orang itu sebenarnya? Aku benar-benar merasa penasaran,” ucap Bella.


Lalu tiba-tiba bunyi bel berbunyi dan seketika membuat Bella terbangun dari lamunannya.


“Siapa ya? Apa itu makanan yang tadi aku pesan? Tapi tumben makananya datang secepat itu. Hmmm … baiklah.”


Bersambung...

__ADS_1


vote..like...and coment..


thanks for pembaca setia mngga😍😘


__ADS_2