Pura-pura Cupu

Pura-pura Cupu
makan malam bersama keluarga Smith


__ADS_3

Happy Reading


Di meja makan yang panjang itu semua menu makan malam sudah tersusun dengan rapih. Semua orang sudah berkumpul, duduk di kursi masing-masing. Mereka sudah siap untuk menyantap makan malam mereka.


Marcello merasa gugup, ini kali pertama ia mengunjungi mansion keluarga Smith dan makan malam bersama dengan seluruh anggota keluarga. Ia duduk di samping Illona, sesekali memperhatikan wajah semua orang yang ada di sana.


Ini pertama kali nya Marcello merasa gugup. Bukan karena apa, ia merasa terintimidasi karena ia pernah berbuat buruk pada Illona. Walaupun tidak ada yang menyinggung masalah itu saat ini. Marcello yang angkuh, sombong dan percaya diri di tempat nya, sekarang merasa kecil saat berada di lingkungan keluarga Smith.


Kekayaan keluarga Marcello tidak sebanding dengan kekayaan yang di miliki oleh keluarga Illona. Marcello sudah mendapat informasi itu dari anak buah nya saat ia baru menginjakkan kaki nya di mansion megah ini.


Marcello terpaksa harus menerima ajakan Sarah, ibu nya Illona untuk bergabung makan malam bersama. Tadi sore ia berpamitan untuk pulang namun Sarah menahan nya dan mengajak makan malam bersama di mansion.


Marcello tidak lagi cemburu pada pria tampan yang duduk di seberang Illona. Karena Marcello sudah mengetahui kakak kakak Illona, Viona lah yang memberi tahu mengenai semua kakak Illona dan Viona juga memperlihatkan foto wajah kakak Illona. Dan sekarang ia tahu siapa pria yang bersama Illona di foto yang menyebabkan ia salah paham pada Illona saat itu. Dan itu adalah Luis pria tampan yang sedang duduk di seberang Illona sekarang.


Suasana meja makan itu sangat hangat di penuhi oleh canda tawa dari ke tiga keponakan Illona. Sarah sangat ramah, ia selalu mengajak Marcello berbicara dengan menawarkan semua makanan yang ada di atas meja. Itu membuat Adam Smith, ayah Illona gemas pada istrinya.


" Sayang, sudah berhenti lah kau menawari dia terus. Lebih baik kau urus saja aku " Protes Adam Smith


" Kau cemburu? " Ledek Sarah membuat sang suami mendengus " Setiap hari aku melayani mu mengurus mu, Marcello ini tamu yang harus kita jamu dengan baik " Seru Sarah


" Ya aku tahu, kan ada Lona. Biar Lona saja yang mengurus nya " Seru Adam


" Sudah sudah kalian ini seperti anak kecil saja. Mom, urus saja suami mu. Marcello biar aku yang urus " Seru Illona


Adam tersenyum, Sarah melengos, yang lain kompak menggeleng kan kepala. Mereka sudah terbiasa melihat ke dua orang tua mereka seperti itu. Illona beralih pada Marcello di samping nya yang terlihat tidak enak hati.


" Hitung hitung latihan mengurus suami " Celetuk Illona mengedipkan sebelah mata nya pada Marcello

__ADS_1


Marcello sontak salah tingkah, Illona memang pandai menggoda sampai sampai telinga Marcello memerah karena malu.


" Cih, siapa yang kemarin bilang belum siap menikah. Dengan alasan tidak mau melangkahi Xander dan Luis? " Cibir kakek Gustav tanpa melihat Illona


" Ya..ya itu kan kemarin saat kakek memaksa ku untuk menerima calon dari kakek yang aku tidak mau " Illona mengerucutkan bibir nya memberi alasan kenapa ia tidak mau menikah cepat " Tapi jika calon nya Cello, aku mau. Kapan pun aku siap, bahkan sekarang pun aku siap " Illona melihat kakek Gustav dan ke dua orang tua nya


Uhuk


Uhuk


Marcello terbatuk mendengar perkataan Illona. Marcello melupakan niat nya datang ke sini. Ia datang karena permintaan Illona untuk menemui keluarga nya bukan. Namun karena rasa percaya diri nya yang tiba-tiba menciut ia sampai melupakan niat nya. Marcello dan Illona sudah membicarakan hal ini sebelum nya, Illona meminta Marcello untuk meminta izin pada keluarga nya untuk menjadikan Illona sebagai kekasih nya.


" Cello apa kau tidak apa apa ? " Illona memberikan segelas air minum untuk Marcello. Marcello menerima dan meminum nya sampai habis


" Tidak apa apa " Seru Marcello meletakkan gelas kosong ke atas meja


" Sudah sebaiknya kita makan saja dulu " Seru Adam


Dan sekarang semua sedang duduk di ruang keluarga kecuali anak anak yang sudah di bawa ke kamar mereka untuk beristirahat.


" Bagaimana dengan Lucas ? Dia pria yang baik juga tampan " Tanya kakek Gustav pada Illona


" Apa yang kakek harapkan? " Illona malah bertanya


" Coba lah beri dia kesempatan. Kau pasti akan suka pada nya "


" Tidak mau, yang aku mau hanya Cello " Illona beranjak meninggalkan semua nya, ia berlari menaiki anak tangga menuju kamar nya

__ADS_1


" Tapi kakek tidak menyukai nya " Teriak kakek Gustav yang tidak di hiraukan oleh Illona


" Kakek berhentilah merecoki Lona " Pinta kristoffer. Ia selalu menjadi pembela Illona yang paling pertama.


" Kakek hanya ingin memberikan yang terbaik untuk Lona. Apa kakek salah? " Seru kakek Gustav


" Tidak, ayah tidak salah. Tapi biarkan saja Lona menentukan pilihan nya sendiri. Aku lihat Marcello juga pria yang baik " Bela Sarah


" Gadis itu tidak bisa mencari pria yang baik, apa kau lupa sudah berapa kali ia dekat dengan pria dan pada akhirnya mereka semua hanya memanfaatkan nya saja? " Seru kakek Gustav


" Tapi aku yakin kali ini tidak akan seperti itu " Seru Sarah yang yakin jika Marcello tidak sama seperti kekasih Illona yang sebelum sebelum nya


" Semoga saja " Ketus kakek Gustav


" Tidak semua pilih Lona buruk, Evan juga baik. Ya walaupun... Kalian tahu sendiri lah " Seru Sarah yang tidak mau melanjutkan perkataan nya, ia yakin semua orang pasti tahu apa yang ia maksud.


" Haiss anak itu " Gerutu kakek Gustav, ia pun menghela napas dalam dan menggelengkan kepala mengingat Evan


Evan pria yang baik meski dulu ia berbelok, tapi mereka yakin kini Evan sudah benar-benar menjadi pria seutuhnya. Dan mereka juga tahu jika Evan mencintai Illona hanya karena tidak percaya diri dan takut akan membuat Illona tidak bahagia Evan memilih untuk mundur.


bersambung...


❄❄❄


minta like nya ya


terima kasih buat semua nya yang sudah mendukung karya aku

__ADS_1


terima kasih karena sudah mau menunggu kelanjutan cerita ini yang up nya gk lancar 🤭 maaf ya,


niat nya mau up tiap hari, tapi terkadang ada kendala yang bikin gak bisa up


__ADS_2