
Happy Reading
Di sebuah halaman nan lusa seperti lapangan sepak bola, telah di hiasi dengan berbagai macam bunga. Terdapat beberapa meja dan kursi yang sudah di susun di tengah-tengah lapangan indah itu dan ada sebuah pelaminan yang cantik di depan nya. Hamparan rumput hijau dengan sentuhan bunga berwarna putih sangat memanjakan mata setiap orang yang melihat nya.
Halaman luas itu di sulap menjadi tempat resepsi sebuah pernikahan. Ya ini adalah hari pernikahan yang sudah di tunggu tunggu oleh mempelai pria dan keluarga nya. Dan hari ini senyum indah terus saja terukir di bibir nya, tak henti henti nya ia berucap syukur dan terima kasih pada sang wanita yang kini sudah resmi menjadi istri nya itu. Kebahagiaan keluarga itu semakin bertambah karena wanita itu kini sedang mengandung.
Sepasang pengantin baru itu berdiri di atas pelaminan menerima ucapan selamat dan doa dari para tamu. Pengantin wanita tak menyangka jika pernikahan nya akan di adakan pesta. Dan ini adalah sebuah pesta kebun yang sangat ia impi impikan di hari pernikahan nya kelak. Tapi siapa sangka keinginan nya ternyata terwujud.
Awal nya pernikahan ini akan di lakukan secara tertutup mengingat mempelai wanita yang masih bersekolah itu. Tapi mama Tama berpikir, setiap wanita pasti ingin hari istimewa nya berkesan. Ada nya pesta, foto-foto untuk mengabadikan momen bahagia itu. Dan jadilah seperti ini sekarang, taman rumah nya ia sulap menjadi tempat resepsi pernikahan dengan konsep pesta kebun sesuai impian sang menantu.
Tak banyak tamu yang di undang, hanya kerabat dekat dan para sahabat. Walaupun sederhana tapi sangat indah dan nyaman.
" Selamat ya atas pernikahan nya. Semoga kalian bahagia dan langgeng sampai maut memisahkan " Doa tulus dari bibir Viona
" Terima kasih " Seru Tama sembari mereka bersalaman
" Selamat sob, aku gak nyangka ternyata kamu akhirnya menikah. Semoga kamu gak kembali gila dan kamu terus berada di jalan yang lurus " Riki memberi selamat disertai candaan
" Gak akan lagi " Balas Tama yakin, semenjak malam itu ia tidak pernah lagi terlibat dengan wanita mana pun.
Setelah memberi selamat padangan Riki dan Viona turun dari atas pelaminan. Mereka duduk di kursi yang sudah di siapkan.
" Honey, dekorasi nya cantik banget ya " Seru Viona memperhatikan sekitar dengan senyuman nya
" Apa kau suka, honey ? " Viona mengangguk " Apa kau mau pesta pernikahan kita nanti seperti ini konsep nya? " Tanya Riki lagi, nampak Viona berpikir
" Gak deh honey, kita cari gedung saja "
__ADS_1
" Yakin? "
" Ya, kamu lupa kalau pernikahan kita diadakan di saat lagi musim hujan. Jadi outdoor seperti ini tidak cocok " Jelas Viona
Ya akhirnya Viona mau menikah setelah ia cukup merenung, berpikir dan menimbang dan memantapkan hati nya. Tentu saja Riki sangat senang dan menyambut dengan suka cita. Mereka akan menikah setengah tahun lagi, Riki tak mempermasalahkan itu, bagi nya Viona sudah mau menerima ajakan nya menikah saja ia sudah senang. Dan waktu ini ia gunakan untuk mempersiapkan pernikahan nya dengan sebaik mungkin, semua ia sendiri yang turun tangan untuk mengurus nya.
" Ah kau benar honey "
Tak lama kemudian Marcello ikut bergabung di meja mereka berdua setelah ia memberi doa dan selamat pada pengantin baru di atas pelaminan indah itu.
" Sendiri saja? " Tanya Riki
" Seperti yang kau lihat " Jawab Marcello santai
Riki pun mengangguk tidak mungkin juga Marcello datang dengan pasangan nya karena pasangan Marcello berada di negara sebelah yang cukup jauh. Kemudian ia kembali pada Viona sang kekasih yang ada di samping nya. Entah apa yang mereka bicarakan, sangat berisik sekali. Di tambah adegan mesra mesraan pasangan itu di depan Marcello, membuat Marcello kesal. Seperti nya ke dua pasangan itu sengaja memanas manasi Marcello yang sedang menjalani LDR-an.
Marcello mengambil ponsel nya, ia pun mencari nama Illona di sana. Setelah ketemu ia langsung menekan icon video, ia ingin melakukan video call dengan kekasih nya itu agar tidak melihat keromantisan Riki dan Viona.
Kenapa panggilannya tidak diangkat? Sedang apa Illona saat ini? Ada di mana ia saat ini, sehingga panggilan nya tidak satu pun di angkat?
Pertanyaan pertanyaan itu muncul di kepala Marcello. Ia heran saja biasanya Illona akan cepat mengangkat panggil dari nya.
Tak sengaja Riki melihat seorang gadis cantik berpakaian ketat berjalan ke araha mereka. Ia memicingkan mata nya untuk memastikan jika penglihatan nya tidak salah.
" Eh, bukan nya itu mantan kamu, si Kiki " Riki berkata dengan kode lirikan mata pada gadis yang semakin mendekat
" Mana,, yang itu baju putih? " Tanya Viona penasaran
__ADS_1
" Iya, eh dia ke sini " Riki membenarkan posisi duduk nya pura-pura tidak melihat
Marcello hanya diam saja tidak mau perduli, ia malah mengajak Viona berbicara untuk tidak terlibat obrolan dengan gadis yang bernama Kiki itu yang kata Riki dia adalah mantan Marcello.
" Bagaimana persiapan pernikahan kalian, Vio? " Tanya Marcello
" Masih mencari rekomendasi catering, sovenir, ba.. " Viona belum selesai bicara tapi suara gadis itu sudah memotong nya
" Hai... Cello. Hai... Riki " Sapa gadis itu sambil tersenyum manis
" H.. Hai Ki " Balas Riki terbata sedangkan Marcello hanya berdehem sebagai tanggapan
" Awww " Ringis Riki mengusap paha nya di bawah meja
Riki menoleh kesamping di mana pelaku sedang tersenyum, tapi senyum itu sangat menakutkan untuk Riki saat ini. Paha nya terasa sangat pedas karena di cubit oleh Viona.
" Kamu kenapa Rik? " Tanya Kiki
" Ah... Tidak apa apa, ada semut mengigit kaki ku " Jawab Riki membuat Kiki menaikan alis nya heran, masa iya ada semut di tempat yang sangat bersih ini.
" Iya karena kekasih ku ini sangat manis jadi semut suka sekali merayap dan mengigit nya " Seru Viona tersenyum dan menekan kata kekasih ku dalam ucapan nya kemudian ia menoleh pada Riki yang masih meringis
Marcello hanya menggeleng kepala melihat pasangan itu. Ia tahu Viona pasti melakukan sesuatu pada Riki.
bersambung....
πΌπΌπΌ
__ADS_1
minta like nya ya
ini bentar lagi mau tamat ya guys...