
Happy Reading
Dua sejoli yang sedang dalam masa manis manis nya seperti abg yang dalam masa pubertas kini sedang menikmati makan siang bersama di restoran. Mereka membuat janji bertemu di sana, meskipun pekerjaan menumpuk Marcello tetap datang untuk makan siang bersama iIlona. Mereka datang dengan kendaraan masing-masing, Marcello sudah meminta maaf pada Illona jika ia tidak bisa menjemput dan Illona memaklumi nya. Mereka juga makan di restoran yang berada tidak jauh dari kantor Marcello.
Waktu satu jam harus bisa mereka manfaatkan dengan sebaik baik mungkin. Illona datang terlebih dahulu dan ia juga sudah memesan makan untuk mereka berdua.
Marcello datang tepat saat pramusaji selesai menata makanan di atas meja. Dari arah pintu masuk Marcello sudah bisa menemukan keberadaan Illona. Illona memilih tempat di samping jendela kaca yang tembus pandang ke luar. Illona sangat suka posisi itu di mana pun itu.
Illona belum mengetahui jika Marcello sudah datang karena ia duduk membelakangi Marcello. Marcello berjalan cepat, ia tak mau Illona sampai menunggu lama.
" Honey, maaf lama " Marcello mengecup pucuk kepala Illona kemudian ia menggeser kursi yang ada di hadapan Illona dan duduk di sana
" Tidak apa apa ini juga makanan nya baru datang, ayo kita langsung makan saja " Illona mengambil ikan gurami saus padang dan meletakkan di atas piring Marcello yang sudah berisi nasi
" Terima kasih " Marcello tersenyum dan memasukkan nasi beserta ikan yang Illona beri tadi ke dalam mulut nya
Marcello sangat menikmati makanan nya, makan makanan yang di sediakan oleh orang terkasih memang terasa nikmat. Apa lagi jika kemanan itu terbuat dari tantangan orang itu langsung pasti akan semakin nikmat.
" Coba ini, ini enak sekali " Marcello menyodorkan udang saus telur asin ke mulut Illona, dengan senang hati Illona membuka mulut menerima suapan Marcello
" Bagaimana? Enak kan? " Tanya Marcello
" Ya, enak " Illona mengangguk membenarkan rasa udang saus telur asin itu memang enak
" Tentu saja enak, kan aku yang menyuapi " Marcello tersenyum
Illona ikut tersenyum, ini pertama kali nya Marcello menyuapi nya.
" Sekarang giliran mu menyuapi ku. Aku mau tahu juga rasa nya, apa seenak itu rasa nya jika di suapin oleh seseorang yang spesial " Marcello membuka mulut nya
" Apa itu berpengaruh pada cita rasa makanan nya? " Illona tertawa
__ADS_1
" Tentu saja berpengaruh, kan kamu sendiri sudah membuktikan nya tadi. Ayo cepat suapi aku " Pinta Marcello dan ia kembali membuka lebar mulut nya
" Kau mau apa? Ikan, cumi atau udang? " Tanya Illona menunjuk makanan yang ia sebut
" Terserah apa saja, ayo jangan lama lama nanti keburu ada lalat yang terlebih dahulu masuk ke dalam mulut ku " Membuat Illona terkekeh geli
Illona memotong cumi bakar yang belum tersentuh kemudian ia menyuapi Marcello " Aaakk "
" Hemm, ternyata benar-benar enak " Gumam Marcello dengan mulut berisi makanan
Hal sesederhana itu saja sudah membuat dua sejoli bahagia. Dunia seperti milik mereka berdua, mereka tidak memperdulikan orang orang di sekitar itu yang memperlihatkan keromantisan mereka.
Tidak jauh dari meja mereka ada sepasang mata yang terus memperhatikan mereka tanpa berkedip. Wajah nya muram tak suka dengan pemandangan di depan nya. Ia mencengkram kuat sendok yang ada di tangan nya.
Beberapa saat kemudian senyum jahat muncul dari bibir nya. Ia menggeser piring yang masih penuh berisi nasi dan lauk pauk ke samping. N@fsu makan nya langsung hilang, perut lapar nya tiba-tiba menjadi kenyang.
Melihat Illona yang beranjak dari duduk nya dan pergi ke toilet. Ia mengambil kesempatan, ia mengambil tas nya di kursi samping nya dan mengeluarkan amplop coklat dari dalam tas. Kemudian ia memangil seorang pelayanan yang kebetulan lewat di depan nya. Ia meminta tolong pada pelayan itu untuk memberikan amplop coklat itu pada Marcello yang sedang duduk seorang diri.
Marcello menerima amplop coklat dari pelayanan dengan heran. Ia membuka amplop itu dengan menaikkan sebelah alis nya.
" Apa ini dan siapa yang memberikan nya? " Tanya nya pada diri sendiri
Ketika isi di dalam amplop coklat itu keluar, Marcello terdiam melihat apa yang ia lihat. Beberapa lembar foto seorang wanita sedang bermesraan dengan seorang laki-laki. Mata Marcello melebar, rahang nya mulai mengeras, tangan nya terkepal.
Illona keluar dari toilet, ia melihat wajah Marcello tidak seperti saat ia tinggal kan tadi. Wajah nya tidak bersahabat, sangat menakutkan. Illona mendekat dan berdiri di depan Marcello.
" Kamu kenapa? " Illona mencoba bertanya dan memegang pundak Marcello namun dengan kasar Marcello menepis nya, membuat Illona terperanjat karena terkejut.
Marcello menatap Illona dengan sengit, mata nya memerah menahan marah. Dengan memberanikan diri kembali Illona bertanya.
" Kenapa kamu seperti ini? "
__ADS_1
" Kalian para wanita sama saja "
" Apa maksud mu? " Tanya Illona bingung
" Kau jangan pura-pura bodoh dan sok polos di depan saya " Sinis Marcello dan berubah menjadi formal, tentu saja itu memang Illona bingung
" Saya tidak mau lagi melihat anda, jadi anggap kita tidak saling kenal " Walaupun Marcello sangat emosi tapi ia tidak membuat kehebohan di sana, karena ia masih memiliki kewarasan. Tidak mungkin ia bertengkar di depan umum, bisa rusak reputasi nya.
" Cello, tolong jelaskan pada ku ada apa ini sebenarnya " Pinta Illona yang masih tidak mengerti
" Jangan sebut nama saya dengan mulut mu " Geram Marcello
" Tapi, kenapa kamu tiba-tiba marah pada ku? Apa salah ku? "
Marcello melemparkan lembaran foto yang ia pegang di atas meja. Kemudian ia beranjak dari tempat duduk nya dan meninggalkan Illona kebingungan sendiri di sana.
" Ini " Illona mengambil foto itu dan melihat nya, itu foto nya bersama seorang laki-laki dan laki-laki itu adalah Luis kakak nya sendiri. Di foto itu terlihat Illona sedang memeluk lengan Luis dan merebahkan kepala nya di pundak Luis dengan manja. Dan Luis tersenyum mengelus kepala Illona. Jika orang yang tidak tahu hubungan mereka, pasti mereka akan berasumsi jika mereka sepasang kekasih. Dan itu pose yang sangat romantis. Bukan ada satu foto saja di sana, foto di mana Illona dan Luis saat itu sedang berada di cafe dan ada juga foto Illona masuk ke dalam hotel bersama Luis, di foto itu terlihat Illona berjalan mesra sambil bergandengan tangan dengan Luis.
" Siapa yang sudah mengirim foto ini? " Gumam nya
Illona mengambil tas nya dan memasukkan semua foto itu ke dalam tas nya. Ia harus segera menyusul Marcello dan menjelaskan semua kesalahpahaman ini.
Illona berlari keluar mengejar Marcello, tentu makanan mereka sudah di bayar terlebih dahulu. Illona melihat Marcello sudah memasuki mobilnya.
" Cello tunggu " Teriak Illona berlari mengejar mobil Marcello yang sudah mulai melaju meninggalkan area parkir restoran
bersambung....
❄❄❄
minta like nya ya
__ADS_1