
Part~12
Dari kejauhan Bella melihat dua orang siswa
tampak menyeret Gino ke belakang sekolah.
"Kenapa mereka menyeret Gino seperti itu?
Apa jangan-jangan, mereka ingin memukuli
dia lagi? Arghh... dasar anak-anak tidak tahu
adab! Aku harus berikan mereka pelajaran."
Tiba-tiba saja Bella merubah rencananya. la
melupakan sarapan paginya dan lebih
memilih menyelamatkan Gino untuk
kesekian kalinya.
Dengan diam-diam Bella mengikuti siswa
yang menyeret Gino itu, hingga akhirnya
mereka berhenti di gudang belakang
sekolah.
"Ini orang yang kau minta Vid," ucap siswa
itu sambil mendorong Gino hingga ia jatuh
tersungkur ke lantai.
"Bagus. Hadiah buat kalian, kalian bebas
ingin mengganggu siapa saja selama satu
minggu. Sekarang jaga di luar!" titah
seseorang yang tidak lain adalah David.
Bella terkejut serta gemetaran karena
ketakutan melihat David.
"David? Itu, David? Apa yang akan dia
lakukan kepada Gino?" Dengan ketakutan
Bella mengeluarkan ponsel dari tasnya dan
bersiap merekam apa saja yang akan terjadi
di sana nanti.
Dengan tangannya yang terus saja
__ADS_1
gemetaran Bella pun merekam sambil terus
mendengarkan apa saja yang dikatakan
David kepada Gino.
"Berikan padaku!" titah David kepada Gino.
"David, aku tidak memiliki benda itu lagi. Aku
bersumpah, aku sudah tidak memilikinya
lagi. Kumohon lepaskan aku," pinta Gino
sampai berlutut di depan David.
David yang tampak sangat kacau saat itu
hanya bisa menendang Gino hingga
kepalanya terbentur meja berkali-kali hingga
mengeluarkan darah.
Menyaksikan tindakan brutal David, Bella
semakin takut. Air matanya mulai jatuh
membayangkan apakah dulu Billa
mendapatkan perlakuan yang sama dengan
"Cepat berikan memori kepadaku!" teriak
David dengan penuh amarah.
"Aku tidak memilikinya lagi," sahut Gino yang
kini hampir pingsan.
"Lalu dimana sekarang memori itu?" tanya
David sambil menjambak rambut Gino
dengan keras.
"Memori? Memori apa yang mereka
maksud? Kenapa David sangat ingin
mendapatkan memori itu? Apa disana ada
sesuatu yang berhubungan dengan Billa?"
Bella yang mendengar semuanya pun juga
merasa penasaran.
"Aku tidak tahu," jawab Gino.
__ADS_1
"Arghh .dasar sampah tidak berguna kau!"
teriak David berjalan menjauh dari Gino,
kemudian mengambil batu bata yang ada di
sudut ruangan dan bersiap memukul wajah
Gino dengan batu itu. tapi tiba-tiba..
"Aaaaa-.." Suara teriakan Bella lah yang
menghentikan David, tapi teriakan itu tiba-
tiba terhenti dan menghilang begitu saja.
"Siapa itu? Heh, siapa disana?" tanya David
melemparkan batu bata di tangannya,
kemudian memeriksa keluar gudang, tapi di
sana hanya ada dua siswa tadi.
"Ada apa, David?"
"Apa tadi ada seseorang disini? Apa
seseorang baru saja pergi dari sini tanpa
sepengetahuan aku?" tanya David.
"Tidak! Tidak ada siapa pun. Dari tadi kami
menjaga disini, semua aman," jawabnya.
"Benarkah? Kalau begitu bawa Gino ke
rumah sakit dan berikan saja kesaksian
palsu kepada Polisi. Bilang saja dia di
rampok di jalan. Kalian paham?" tanya David.
"Paham bos."
Kemudian David pun pergi meninggalkan
gudang dengan hati yang masih merasa
penasaran tentang suara teriakan itu..
hai up nya dikit dulu yah\(yaelah gimana author nya gak mau up banyak²,yang vote like and coment nya aja kaga ada😑😭sedih bat jadi thor\)supaya mat penasaran gitu endingnya🤣🤣🤣🤣😭
wkwkwkwkw
Jangan lupa vote like and coment
__ADS_1