Pura-pura Cupu

Pura-pura Cupu
Part~13


__ADS_3

Part~13



Di tempat lain lqbal menutup mulut Bella


dengan tangannya, sedangkan air mata Bella


terus saja jatuh membasahi wajahnya.



"Husshh . jangan bersuara, jika tidak David


akan mendengarmu. Aku akan lepaskan ini,


tapi berjanjilah untuk tidak bersuara.


Paham?"



Bella menggangguk kecil, kemudian Iqbal


pun melepaskan tangannya dan membiarkan


Bella bernapas dengan tenang.



Seketika itu pula Bella pun jatuh karena


merasa ketakutan. Kakinya merasa lemas


melihat pemandangan yang menurutnya


sangat menakutkan.



"Kamu baik\-baik saja?" tanya lqbal.



"Kamu pikir aku akan baik\-baik saja setelah


melihat semua itu tadi? Bagaimana,


bagaimana dia bisa melakukan hal sekejam


itu? Dia juga manusia, kenapa dia melakukan


hal itu? Itu sangat menakutkan! Ini beneran


sekolah, atau neraka? Kenapa dia melakukan


itu kepada Gino," lirih Bella menangis.



Iqbal mendekap Bella dalam pelukannya


memberikan Bella ketenangan dan rasa

__ADS_1


aman. "Semua baik\-baik saja."



"Aku takut," ucap Bella.



"Kamu akan baik\-baik saja, setidaknya


selama kamu masih mematuhi aku.


Bagaimana?"



Dengan cepat Bella menjawab. "Aku akan


patuhi kamu! Aku berjanji," sahut Bella.



"Bagus. Tapi, kenapa kamu sangat


penasaran tentang kasus Billa?" tanya lqbal


seketika membuat ekspresi wajah Bella


berubah tegang dan serius seketika.



"Kenapa kamu sangat tertarik dengan kasus


Bella tampak kebingungan serta ketakutan


harus memberikan jawaban apa kepada


Igbal. "Emmm ... soal itu, sebenarnya aku


tidak punya hubungan apa-apa dengan Billa,


hanya saja aku hanya merasa kasihan


padanya."


"Kasihan? Ini bukan waktunya kamu kasihan


kepada orang sudah meninggal! Kita harus


segera pergi dari sini. Ayo kita pergi," ajak


lqbal sambil menggenggam erat tangan


Bella dan menuntunnya ke jalan keluar lain


tanpa diketahui oleh orang lain.


Jantung Bella rasanya ingin meledak saat


dimana lqbal menggenggam tangannya.


Rasa takut yang tadi dia rasakan saat

__ADS_1


melihat tindakan keji David, kini berubah


menjadi rasa bahagia di saat lqbal


menggenggam tangannya.


Dia anak baik, dan aku yakin dia tidak


mungkin terlibat dengan pelaku bully lain,'


ucap Bella dalam batinnya.


Iqbal dan Bella kembali ke tempat


perkumpulan rahasia yang ada dekat dengan


gudang tempat David menyiksa Gino tadi,


tapi saat sampai di sana tiba-tiba Bella


langsung ketakutan dan berlindung dibalik


tubuh Iqbal.


Ketakutan Bella tidak tanpa dasar, rasa takut


itu muncul ketika ia melihat David sedang


duduk dengan santai di sofa sambil


menonton televisi.


"Loe? Sejak kapan disini?" tanya lqbal sambil


mematikan televisi.


"Dari tadi. Kenapa? Nggak boleh? Bukankah


gue juga anggota disini?" tanya David.


"Gue nggak pernah bilang loe nggak boleh


ada disini, tapi tiba-tiba aja gitu. Kenapa


kemarin loe nggak masuk? Berkabung?"


"Apa? Berkabung? Buat apa?"


"Loe nggak dapat kabar, apa memang nggak


peduli? Billa meninggal," ucap lqbal.


"Oh? Si kutu buku itu? Gue tau dia meninggal,


tapi apa pedulinya buat gue?gue ngak punya buat berkabung,"jawab david


mendengar jawaban david kedua tangan bella mengepal dan siap kapan saja untuk memberikan wajah david pukulan,tetapi ia tidak bisa melakukannya karena ia tak ingin penyamarannya ketahuan.


"wah kutu buku?tapi bukankah loe ada hubungan dengan si kutu buku itu?"


"jangan terlalu ingin tau masalah orang lain iqbal.jangan terlibat terlalu dalam,jika tidak loe bisa terluka,"seru david


bersambung....

__ADS_1


up lagy jangan lupa vote like and coment.yah!!besok lanjut lagy😊


__ADS_2