Pura-pura Cupu

Pura-pura Cupu
mengobati


__ADS_3

Happy Reading


" Apa kau terluka, ah tidak bukan itu. Maksud nya apa saja yang terluka pada tubuh mu? " Tanya Illona terlihat khawatir.


Setelah mengecek bagian tubuh nya tidak ada yang terluka, pria itu melihat telapak tangan nya yang terasa sedikit perih. Pria itu pun menujukan ke dua telapak tangan nya yang lecet pada Illona tanpa bersuara.


" Apa kau yakin hanya itu saja yang terluka? " Tanya Illona memastikan lagi


" Ya " Jawab nya singkat sambil menyentuh luka pada dahi nya


" Hmm, maaf Pak Cello. Apa di dalam mobil mu ada kotak p3k? " Tanya Illona pada pria itu, ya, pria yang di tabrak oleh Illona itu adalah Marcello


Marcello menaikan sebelah alis nya mendengar Illona memanggilnya 'Pak'.


" Kenapa? " Tanya Illona melihat wajah Marcello yang aneh


" Kenapa kau memanggilku 'Pak'? Saya belum setua itu " Keluh Marcello


Marcello belum pernah mendengar Illona memanggilnya nama nya. Setiap mereka bertemu dan berinteraksi Illona selalu menyebut nya dengan anda, kau atau kamu.


" Ya, lalu saya harus memanggil anda dengan sebutan apa? " Tanya Illona sambil berfikir " Kak? Ah tapi kita tidak sedekat itu tuan " Seru Illona lagi


" Terserah kau saja " Dengus Marcello membuat Illona mengangkat bahu nya acuh


" Apa kau ada kotak p3k? " Illona mengulang pertanyaan nya lagi


" Ada di laci depan " Seru Marcello dengan menunjuk ke depan dengan dagu nya


" Ah baik lah, saya akan mengambil nya dan mengobati luka mu dulu " Illona yang memang masih berdiri di luar bergeser ke pintu penumpang bagian depan dan membuka pintu mobil untuk mengambil kota p3k.

__ADS_1


Setelah mendapatkan kotak p3k Illona menutup pintu dan kembali ketempat semula. Ia membuka pintu mobil di mana Marcello duduk. Marcello pun dengan sendirinya menggeser kan posisi duduk nya agar Illona bisa duduk di samping nya.


Illona pun langsung duduk di sebelah Marcello dengan memangku kotak p3k. Illona membuka kota itu dan mengambil obat yang ia perlukan.


" Saya akan membersihkan luka ini terlebih dahulu dengan alkohol. Ini akan sedikit perih. Tapi kau tenang saja saya akan melakukan nya dengan hati hati " Seru Illona seraya membubuhkan alkohol ke dasar kapas


" Maaf " Seru Illona sebelum ia menempelkan kapas di sekitar dahi yang terluka


" Stttt " Ringis Marcello karena memang perih, Marcello mencekal tangan Illona yang ada di depan mata nya


" Maaf, saya akan lebih berhati-hati lagi " Seru Illona melihat Marcello dengan wajah bersalah


Marcello tidak menjawab, ia ingin melepaskan tangan Illona. Namun tanpa sengaja mata nya melihat di sekitar pergelangan tangan Illona juga ada terdapat luka. Marcello melihat luka itu, dengan cepat Illona menarik tangan nya.


" Ah, saya tidak apa apa. Sebaiknya saya segera mengobati luka anda " Seru Illona hendak membersihkan luka di dahi Marcello lagi


" Ya, saya tahu. Tapi saya harus mengobati anda terlebih dahulu. Karena saya yang sudah membuat anda terluka, jadi saya harus bertanggung jawab. Saya tidak mau lari dari tanggung jawab " Seru Illona, kemudian ia kembali membersihkan luka Marcello


Marcello diam menatap wajah Illona. Baru kali ini ia melihat wajah Illona dari dekat. Walaupun gadis itu tidak mengenakan make up, tapi Marcello bisa melihat wajah Illona yang ternyata sangat cantik jika di perhatikan. Wajah nya putih dan mulus, hidung nya mancung, jika di perhatian kan lagi wajahnya masih babyface. Bau harum dari tubuh Illona dapat Marcello cium dengan sempurna, karena jarak mereka yang sangat dekat.


Karena sibuk memperhatikan wajah Illona, Marcello sampai tidak merasakan perih lagi saat Illona membersihkan luka nya dengan alkohol. Sampai Illona selesai mengobati luka di dahi nya, Marcello masih saja diam menikmati wajah Illona. Illona sendiri tidak menyadari jika ia sedang di perhatikan karena ia fokus mengobati luka Marcello.


Setelah selesai mengobati luka di bagian dahi kini Illona beralih pada telapak tangan Marcello yang lecet. Illona juga melakukan hal yang sama seperti pada luka di dahi.


" Sudah selesai " Suara Illona menyadarkan Marcello


Dengan cepat Marcello mengalihkan pandangan nya ke luar jendela, ia tidak mau jika Illona sampai tahu jika ia dari tadi memperhatikan nya. Illona merapikan kotak p3k yang sudah ia gunakan. Marcello menoleh ke arah Illona memperhatikan Illona yang sedang berberes. Kemudian Marcello menghentikan Illona.


" Tangan mu juga terluka dan perlu di obati " Seru Marcello

__ADS_1


" Ah iya, kau benar " Seru Illona melihat tangan nya yang memang terluka


Kemudian Illona mengambil kapas dan alkohol. Ia akan membersihkan luka itu terlebih dahulu. Illona sendiri mengalami luka di tangan, itu yang terlihat. Bagian kepalanya tidak apa apa karena terlindungi oleh helm. Tadi saat terjatuh kepala nya sempat terbentur aspal, namun karena ia mengunakan helm jadi kepala nya terlindungi.


Sebenarnya Illona juga banyak mengalami luka di tubuh nya. Tapi karena ia menggunakan pakai panjang yang tertutup sehingga luka itu tidak terlihat. Kaki nya yang tadi tertimpa motor sudah menghasilkan lebam. Dan kaki nya juga terkilir.


Setelah selesai mengobati luka yang ada di tangannya, Illona kembali meminta maaf akan kejadian tadi.


" Terima kasih " Seru Illona seraya menyerahkan kotak p3k pada Marcello " Dan sekali lagi saya minta maaf sudah membuat anda terluka " Tambah Illona meminta maaf dengan tulus


Illona pun pamit dan keluar dari mobil Marcello. Sebelum Illona benar-benar keluar Marcello menahan Illona. Illona kembali menoleh ke arah Marcello.


" Terima kasih sudah membantu mengobati luka saya " Seru Marcello menunjukkan luka di tangan nya


" Tidak masalah, ini sudah tanggung jawab saya karena sudah membuat Anda celaka. Jika masih ada luka yang lain katakan saja pada saya, saya akan bertanggung jawab " Seru Illona tersenyum " Apa kita perlu ke rumah sakit untuk memastikan tidak ada luka yang parah? " Tanya Illona


" Tidak perlu, yang harus ke rumah sakit itu adalah kamu. Saya melihat seperti nya kaki mu perlu penanganan yang serius " Seru Marcello


" Ah ya, kaki saya memang sakit. Tapi tidak apa apa nanti juga akan segera sembuh " Bohong Illona memperhatikan kaki nya, padahal kaki nya sangat sakit dan ia yakin jika kakinya saat ini terkilir dan harus segera di obati


Marcello tidak percaya begitu saja pada Illona, jika kaki nya akan segera sembuh. Ia melihat dengan jelas jika Illona sangat kesusahan saat berjalan dan wajah nya terlihat menahan sakit. Namun ia diam saja membiarkan Illona dengan pikiran nya itu.


Setelah tidak ada lagi yang akan di bicarakan Illona pun keluar dari mobil Marcello.


bersambung...


✨✨✨


minta like nya ya...

__ADS_1


__ADS_2