
Happy Reading
Viona sangat kesal melihat Riki yang membalas sapaan dari gadis yang kata nya itu mantan Marcello. Tapi Viona ingat dengan nama gadis ini, gadis ini adalah gadis yang dulu di perebutan oleh Marcello dan Riki di masa sekolah mereka dulu.
Viona pernah di cerita kan, dulu Marcello dan Riki sempat bermusuhan. Persahabatan mereka putus gara-gara gadis yang bernama Kiki ini. Viona menelisik Kiki dengan teliti, apa yang membuat dua pria tampan ini sampai memperebutkan nya?, apa kelebihan dari wanita ini?.
" Aish,, gadis ini kalau di liat liat B aja gak ada keistimewaan nya sama sekali. Sok cantik padahal gak cantik sama sekali " Desis Viona dalam hati
" Apa aku boleh gabung dengan kalian? " Tanya Kiki dengan gaya sok manis semanis madu
Belum sempat Marcello, Riki dan Viona menjawab Kiki sudah mengambil posisi duduk di samping Marcello.
" Benar-benar gak ada sopan santun " Cicit Viona menggelengkan kepala
" Ssttt " Riki meletakkan jari telunjuk nya di bibir nya meminta Viona untuk tidak berkata macam macam
Riki sangat tahu Kiki ini gadis yang seperti apa, ia tidak mau Viona menyalahkan api dan merusak pesta Tama. Sedangkan Viona sangat kesal dengan Riki yang menurut di mata Viona Riki membela Kiki. Padahal gadis rubah ini lah yang membuat persahabatan mereka putus. Untung saja kebusukan gadis ini cepat terhendus sehingga Riki dan Marcello sadar dan cepat cepat menjauhi Kiki.
Dulu Kiki mendekati dua pria tampan yang saling bersahabat itu. Dengan berbagai trik akhirnya ia bisa memacari Marcello, selagi berstatus pacar Marcello, ia juga mendekati Riki. Kiki beralasan terpaksa menerima Marcello karena di paksa dan sebenarnya ia menyukai Riki bukan Marcello.
Tanpa sepengetahuan orang, Kiki sudah memiliki kekasih di luar sana. Kiki yang sok cantik sudah dari lahir itu merasa pantas di perebutkan oleh dua pria tampan sekaligus idola sekolah itu.
" Sudah lama sekali ya kita gak ketemu, terakhir saat perpisahan sekolah " Seloroh Kiki sok akrab seperti ia tidak pernah membuat salah pada ke dua pria di dekat nya itu
" Bagaimana kabar mu Cello? " Tanya Kiki
" Baik " Singkat dan jelas, Marcello menjawab tanpa melihat lawan bicara
" Ya sangat terlihat " Kiki tertawa kecil dengan gaya sok anggun
" Riki, dia pacar mu? " Kini Kiki beralih pada Riki dan Viona yang duduk di depan nya, mereka duduk di meja bundar dengan posisi Riki duduk bersebelahan dengan Viona dan Marcello duduk di hadapan mereka.
__ADS_1
" Calon istri " Jawab Viona cepat
Kiki mengangguk dan berkata " Ooh, lumayan juga "
" Apa maksud mu? " Tanya Viona tak terima, sudah kesal dan sekarang makin kesal di buat nya.
" Sudah honey " Riki menarik tangan Viona yang sudah beranjak dari tempat duduk nya, ia mengelus tangan Viona dengan lembut.
" Apa kamu marah? Aku berbicara fakta kok. Kamu itu biasa aja tidak seperti ku yang " Kiki mengerakkan tangan nya untuk menunjukkan wajah dan penampilan nya yang menurut nya jauh lebih cantik dari Viona, dengan wajah sok cantik nya.
" Di mata ku, dia adalah wanita yang paling cantik tiada dua nya. Terutama hati nya juga baik, tidak bermuka dua " Seru Riki, Viona tersenyum sinis melihat Kiki yang berwajah masam.
" Cello bagai mana menurut mu, siapa yang paling cantik di antara kami?" Kiki beralih menatap Marcello mencari dukungan
" Ah sudah di pastikan Cello akan mengatakan aku " Seru Kiki percaya diri, ia tersenyum manis pada Marcello
Marcello hanya diam tak mau menanggapi, pikiran nya masih pada Illona yang tidak mengangkat panggilan telpon nya.
Ingin sekali Viona memuntahkan makanan yang ada di dalam perut nya. Kiki ini tipe wanita yang memiliki kulit setebal kulit badak. Tidak tahu malu. Sedangkan Riki sudah memalingkan wajah nya, geli sendiri mendengar Kiki yang terlalu percaya diri. Ia mengutuk diri nya sendiri kenapa dulu ia bisa mengejar-ngejar cinta gadis sok kecantikan ini.
Marcello melepaskan tangan Kiki dari lengan nya. Ia menggeser duduk nya tak mau dekat dekat dengan wanita gila itu. Ia mengambil posisi di samping Riki.
" Jangan berlebihan " Ketus Marcello tak suka
" Cello... Kau jahat sekali. Kau menyakiti hati ku " Seru nya dengan wajah sedih " Padahal aku sangat senang bisa bertemu lagi dengan mu "
" Tapi aku tidak senang bertemu dengan mu lagi " Jawab Marcello " Aku berharap kau menghilang selama nya dari hadapan ku " Tambah nya lagi
Viona menahan tawa nya mendengar Marcello yang menolak Kiki terang terangan.
" Cello,, kau " Kiki tak menyangka Marcello akan berkata seperti itu, padahal ia sangat percaya diri jika Marcello akan sangat senang bertemu dengan nya apa lagi sekarang ia semakin cantik dan seksi, banyak pria yang mengantri untuk mendapatkan cinta nya.
__ADS_1
" Sudah lah sebaiknya kau cari tempat lain. Di sini kami tidak menerima mu " Ketus Viona menatap remeh Kiki. Entah mengapa Viona sangat tidak suka dengan Kiki, padahal wanita yang dekat dengan Riki bukan hanya Kiki saja. Mungkin karena Kiki yang sudah membuat Marcello dan Riki bertengkar dulu nya.
" Kau " Kiki menunjuk Viona dengan geram
" Jangan menunjuk kekasih ku seperti itu " Riki menepis telunjuk Kiki, ia tidak terima Viona di tunjuk seperti itu
" Jika sudah selesai, silakan menjauh " Tegur Marcello
" Cello kau mengusir ku? " Tanya nya tak percaya
Marcello mengedikkan bahu acuh tak acuh, ia sangat malas meladeni Kiki ya tingkat percaya diri nya sudah naik level. Bahkan sudah sampai tahap menyebalkan.
" Cello kau akan menyesal sudah menolak wanita cantik seperti ku. Kau tahu banyak pria tampan di luar sana yang mengejar ku " Seru Kiki dengan bangga
" Aku tak perduli " Acuh Marcello
" Lihat saja akan ku buat kau bertekuk lutut di hadapan ku, dan mengemis cinta pada ku " Seru Kiki penuh tekat dan percaya diri
" Tidak semudah itu " Terdengar suara seorang wanita yang menjawab pernyataan sombong Kiki
Bukan Viona yang menjawab tapi ada seorang wanita yang berdiri di belang Viona, Riki dan Marcello. Wanita itu lah yang menjawab.
Mendengar suara yang sangat familiar itu sontak perhatian mereka tertuju pada pemilik suara yang berada di belakang mereka. Dengan kompak mereka menolehkan wajah ke belakang.
" Lona.... "
bersambung...
πΌπΌπΌ
minta like nya ya
__ADS_1