Pura-pura Cupu

Pura-pura Cupu
Part~24


__ADS_3

Part~24


***


Sesampainya di kamar Iqbal langsung mematikan semua lampu di kamarnya dan kemudian berbaring di kasur dan menangis mengingat tentang Ibunya yang kini sudah berada di surga.


“Maafkan aku … Ibu …,” lirihnya dalam tangisan.


Hari ini benar-benar hari yang melelahkan bagi Iqbal dan Bella, tetapi semua itu terjadi pada ada alasan dibaliknya.


***


Bulan yang malam tadi bersinar terang menyinari bumi, kini bergati menjadi matahari yang menandakan pagi tlah tiba.


Sekitar pukul 06.00 pagi Iqbal sudah siap-siap berangkat, tapi Iqbal tidak memakai seragam sekolah, melaikan baju santai biasa.


Iqbal bangun pagi-pagi sekali agar ia tak bertemu dengan Ayahnya. Saat turun dari kamar Iqbal mengambil beberapa makanan di kulkas dan memasukan makanan itu ke dalam tasnya, lalu ia pun pergi menggunakan motornya.


Tujuan Iqbal tidak lain adalah pergi menemui Bella yang pasti hari inu tidak akan bisa melakukan apa-apa karena pasti seluruh tubuhnya merasa sakit.


Dan, benar saja. Saat bangun dari tidur Bella merasa seluruh tubuhnya sakit dan membuatnya susah untuk bergerak.


“Ada apa denganku? Kenapa seluruh tubuhku terasa sakit? Kemarin biasa saja, tapi kenapa hari ini sakitnya luar biasa? Arghh … apa yang harus aku lakukan?”


Tak lama kemudian bel berbunyi, dan Bella pun dengan cepat membuka pintunya. Seketika Bella kaget melihat Iqbal yang datang pagi-pagi sekali.


“Iqbal?”


Tanpa menunggu Bella mengucapkan silahkan masuk, Iqbal langsung masuk dan duduk santai di sofa.


“Sedang apa kamu disini? Kamu tidak sekolah?” tanya Bella.


Iqbal menggelengkan kepala.


“Kenapa?”

__ADS_1


Iqbal menujuk kearah Bella.


“Karena aku?”


Iqbal pun mengangguk.


“Kenapa kamu tidak bicara?”


“Nggak papa,” jawabnya.


Bella kini hanya bisa pasrah terjebak dengan orang seperti Iqbal.


“Kenapa kamu kesini?”


“Aku ingin membantumu.”


“Membantu apa?”


“Membantu mengerjakan semua tugas-tugas kamu.”


“Nggak! Hari ini aku libur.”


“Kenapa?”


“Karena hari ini kamu libur, jadi aku juga harus libur.”


“Kenapa begitu?”


“Ya begitu aja. Oya, ini tadi Pak Bima memberikan tugas buat kita berdua. Katanya tugas ini harus selesai hari ini juga.” Iqbal mengeluarkan banyak buku berisikan tugas kepada Bella.


“Ini semua buat kita berdua?” tanya Bella.


“Nggak! Buat kamy doang kok,” jawab Iqbal dengan tawa kecil.


“Kok begitu? Tapi 'kan separuh tugas ini buat kamu,” ujar Bella.

__ADS_1


“Tapi kamu 'kan babu aku, jadi tolong kerjakan,” pinta Iqbal.


“Tapi kamu bilang kamu kesini buat bantu aku, ini mah bukan membantu tapu nyusahin,” ketus Bella.


“Terserah kamu mau ngomong apa. Yang penting kerjakan aja semua itu,” ucap Iqbal sambil makan camilan yang ia bawa dari rumahnya.


Dengan menarik napas panjang Bella pun mulai mengerjakan tugas-tugas itu, sedangkan Iqbal yang duduk di sebelahnya hanya sibuk tertawa karena menonton acara komedi sambil memakan cemilan yang tampaknya enak.


Melihat hal itu tiba-tiba perut Bella berbunyi.


“Bunyi apa itu?” tanya Iqbal.


“Perutku,” jawab Bella.


“Kenapa? Kamu lapar?”


Bella menggangguk kecil.


“Kamu belum makan pagi ini?”


Bella kembalu mengangguk kecil.


“Astaga, kenapa kamu tidak buat sarapan?”


“Bagaimana aku mau buat sarapan, aku bangun saja susah, dan di tambah sekarang kamu berikan aku tugas sebanyak ini. Bagaimana aku bisa sarapan?”


Iqbal yang merasa bersalah pun langsung pergi menuju dapur dan membuatkan Bella sarapan dengan semua bahan-bahan yang ia bawa dari rumahnya tadi.


“Oke, sekarang dia akan menghancurkan dapurku.”


Bella bangkit dari tempat duduknya, kemudian duduk di kursi dekat meja makan dan menyaksikan apa yang akan dilakukan oleh Iqbal.


“Apa yang ingin kamu masak?” tanya Bella.


bersambung..

__ADS_1


Before Reading Novel me,Please Vote like and coment🙏🏻❤😊🤗😇


__ADS_2