
Happy Reading
Sepanjang jalan menuju tempat tujuan Illona terus menerka nerka apa yang akan di lakukan oleh para kakak kakaknya. Walaupun pada dasarnya ia sudah tahu pasti apa yang akan terjadi nanti nya. Namun tetap saja ia kepikiran.
Meski Illona gelisah, namun ia bisa menyembunyikan itu semua. Ia bersikap santai seperti tidak ada beban, ia tidak mau Viona menjadi khawatir jika melihat ia gelisah.
Dari awal saat ada seorang pria yang datang menghadang jalan mereka, Illona sudah tahu jika pria itu salah satu anak buah kakak nya. Jelas ia tahu, karena ia sudah sering bertemu dengan pria bule itu.
Maka dari itu saat pria bule yang merupakan anak buah kakak nya meminta nya untuk ikut, ia tidak bicara apa pun.
Di dalam mobil Illona memilih mendengarkan musik untuk menenangkan pikiran nya. Sebenarnya Illona tidak takut menghadapi kakak kakaknya, karena mereka semua sangat menyayangi nya. Hanya satu yang Illona hindari saat ini dan ia yakin kakak nya pasti akan meminta hal itu.
Tiba di hotel, Illona mendengus melihat anak buah kakak nya sudah berbaris rapih. Sungguh sangat berlebihan menurut Illona. Tapi mau tak mau ia harus turun dari mobil dan masuk ke dalam hotel melewati barisan itu.
Illona melihat Viona yang nampak tercengang melihat para pria berbaris rapih menyambut kedatangan mereka. Ia menghela napas dalam, ini lah yang di katakan Illona kakak nya sangat berlebihan. Bagaimana tidak, lihat lah sekarang Viona nampak seperti orang linglung sibuk memperhatikan mereka semua dan mereka menjadi pusat perhatian orang sekitar yang sedang berpapasan dengan mereka sekarang.
Illona mengabaikan semua orang, ia terus mengikuti pria bule yang membawa mereka tadi. Sampai di depan pintu, Illona mengatur napas nya perlahan.
Saat pintu terbuka ia melemparkan pandangan nya ke ruang tamu kamar hotel itu. Di mana di sana sudah ada ke empat kakak nya duduk di sofa dan empat orang bodyguard yang di tugaskan untuk menjaga diri nya berdiri menghadap para kakaknya dengan wajah yang sudah babak belur.
Illona meringis melihat mereka semua, ini tidak benar. Mereka semua tidak salah, di sini yang salah diri nya lah. Ia sendiri yang meminta para bodyguard nya untuk tidak mengikuti nya saat berlibur ke puncak waktu itu.
__ADS_1
Melihat ke empat kakaknya melihat ke arah nya, dengan segera Illona berlari berhamburan untuk memeluk para kakaknya itu.
" Kakak " Pekik Illona dengan ekspresi yang sangat bahagia
Kristoffer berdiri dan merentangkan ke dua tangga nya menyambut adik kesayangannya nya itu. Dengan senang hati Illona langsung memeluk bahkan sekarang ia sudah ada di gendongan kakak tertua nya itu seperti seekor kuala.
Kaki nya melingkar di pinggang kristoffer, ke dua tangan nya memeluk leher kristoffer dan ia juga menghadiahi kristoffer dengan mencium seluruh wajah kristoffer.
Untung saja kristoffer memiliki fisik dan pertahanan yang kuat jadi ia bisa mengimbangi pergerakan Illona yang tiba-tiba naik ke tubuh nya sehingga mereka tidak terjatuh. Ke dua tangan Kristoffer beda di b*k*ng Illona untuk menahan agar Illona tidak terjatuh.
Kristoffer tertawa geli akan kelakuan adik nya itu. Ia mengelus punggung Illona dengan lembut dan dengan perlahan ia menurunkan Illona.
" Gadis nakal " Seru Kristoffer mengacak rambut Illona dengan gemas
" Hey Gadis nakal, apa hanyalah kak Kris saja yang kau rindukan? Kau tidak rindu dengan kami? " Suara Jasper kakak ke dua Illona mengalihkan perhatian Illona dan sekarang Illona melepaskan tangan nya pada kristoffer dan beralih melihat kakak kakak nya yang lain yang sudah berdiri menghadap nya.
Illona tersenyum dan memeluk mereka semua satu persatu seperti yang ia lakukan pada kristoffer hanya saja kali ini ia tidak meminta di gendong. Ia hanya memberi mereka semua hujan ciuman.
" Tentu aku juga sangat merindukan kalian semua "
Viona yang hanya terdiam berdiri tak jauh dari pintu, menyaksikan semua itu dengan kening mengerut. Pertanyaan pertanyaan yang ada di kepala nya sudah satu terjawab. Walaupun Illona dan kakak kakaknya mengunakan bahasa Perancis namun sedikit sedikit ia paham.
__ADS_1
" Kakak? " Gumam nya " Jadi Lona memiliki kakak dan mereka berempat itu adalah kakak kakak Lona" Viona memperhatikan satu persatu wajah kakak Illona " Ternyata semua kakak Lona tampan tampan " Seru nya lagi
Viona masih tetap berdiri di sana, sedangkan pria bule yang membawa mereka tadi tidak ikut masuk. Viona melihat Luis dan ia ingat wajah itu.
" Itu pria bule yang ada di acara peresmian butik ILO'S kan ya? " Tanya nya pada diri sendiri " Jadi dia kakak nya Lona? Berarti Lona bukan hanya sekedar BA saja di butik itu, butik itu milik keluarga Lona. Astaga aku baru tahu itu, sekaya apa Lona ini sebenarnya? " Tanya berpiki
Yang ia tahu Illona adalah seseorang top model saja dan anak seorang pengusaha. Tanpa ia tahu jika Illona anak dari seorang milyader di negara nya. Melihat dari bagaimana ia di sambut oleh banyak nya pengawal tadi di depan lobi hotel dan butik yang Viona tahu butik itu sangat terkenal dan memiliki banyak anak cabang di berbagai negara pasti lah kekayaan Illona sangat banyak. Dan tentu nya mereka bukan orang sembarangan. Hanya orang yang memiliki pengaruh besar atau orang berkuasa yang memiliki pengawalan sebegitu banyak nya. Ia saja bari kali ini melihat ada orang yang di sambut sebegitu nya oleh para pengawal seperti yang ia lihat tadi. Sudah seperti menyambut presiden saja.
Illona yang sedang melepas kangen pada para kakak nya melupakan keberadaan Viona. Ia terus bermanja-manja pada para super hero nya itu. Dan ia juga melupakan para bodyguard nya yang masih setia berdiri di sana. Jika sudah berada di antara kakak kakaknya ia akan terus bermanja-manja seperti anak kecil tanpa menghiraukan sekitar nya.
Sepuluh menit berlalu baru lah ia tersadar dan melihat ke empat pria bertubuh tinggi besar masih setia berdiri di hadapan mereka dengan menundukkan kepala.
" Kak apa yang kalian lakukan pada mereka? " Tanya Illona yang mesti nya tidak perlu bertanya seperti itu karena ia sendiri bisa melihat dengan jelas bagaimana penampilan para bodyguard yang sudah babak belur itu. Dan tentu nya itu semua pasti di dapat dari para kakak kakak nya dengan sebuah kekerasan.
" Mereka semua pantas mendapatkan itu karena mereka tidak becus menjaga gadis kami " Sergah Jasper dengan wajah kembali berang melihat ke empat pria malang itu
" Benar, aku saja masih kurang puas untuk menghajar mereka. Mereka sudah di bayar untuk menjaga mu tapi mereka lalai, hingga membuat mu terluka. Aku rasa ingin membunuh mereka semua " Luis yang emosi ingin kembali memukul wajah salah satu bodyguard di depan nya.
Illona langsung memeluk tubuh Luis yang sudah maju ke depan dan tangan mengepal siap memberi tinju nya pada bodyguard itu. Para bodyguard hanya diam, pasrah tidak berani melawan.
bersambung...
__ADS_1
❄❄❄
minta like nya ya